Destinasi wisata Kembali di Buka: Terapkan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber foto : instagram.com/kemenparekraf.ri

Pada hari senin, 31 agustus 2020 Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparektaf) menyelenggarakan sosialisasi protokol kesehatan CHSE sektor parektaf dengan judul “Terapkan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru”. Sosialisasi ini dilakukan secara langsung melalui kanal youtube kemenparekraf dan youtube Pesona Indonesia. Acara ini dilakukan pukul 09.00 sampai 12.40 WIB. sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberitahuan kepada wisatawan jika beberapa destinasi wisata siap dibuka tetapi sesuai dengan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (cleanliness, health, safety, environment/CHSE). Selain itu tujuan diadakan sosialisasi ini adalah untuk memudahkan dalam membangun rasa percaya dan aman bagi wisatawan.

Acara ini dibuka dengan pidato dari Nia Niscaya sebagai Deputi Bidang Pemasaran Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selanjutnya ada performance dari Ceria Band. Lalu, diisi oleh para nasasumber. Narasumber pertama adalah Jasagung Hariyadi merupakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung mengatakan sudah melakukan tahapan dan kesiapan pemulihan pariwisata di Kabupaten Belitung sesuai protokol (cleanliness, health, safety, environment (CHSE) agar dapat diberoperasi kembali. Di mulai dari menyusun SOP CHS, Sosialisasi/Edukasi SOP CHS, Simulasi, dan Uji Coba. Narasumber kedua adalah Bapak Drs. Wan Rudy Iskandar yang merupakan Head of Bintan Cultural and Tourism Office of Bintan Regency.

“Kunci utama dalam penanganan Covid-19 sesuai (cleanliness, health, safety, environment/CHSE), yang pertama adalah fungsi pengawasan yang dilaksanakan oleh petugas yang ada di hotel, petugas pariwisata maupun dari satuan polisi pamungpraja, yang kedua adalah fungsi disiplin dari masing-masing individu untuk tetap menjaga kebersihan dengan menjaga pola memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan” Ucapnya.

Selanjutnya narasumber ketiga adalah Selfie Dewiyanti yang merupakan Vice President Marketing Garuda Indonesia mengungkapkan selalu menerapkan kepada Costumer Garuda Indonesia dengan melakukan campain yang dilakukan secara terus menerus melalui sosial media, tetapi tentu kedisiplinan yang dilakukan oleh para masyarakat itulah yang paling penting, Selfie juga mengatakan hal itu adalah komitmen prokotol dari garuda indonesia yang bisa di lihat bahwa telah menyiapkan protokol kesehatan dari mulai dari pesawat dibersihkan secara keseluruhan baik kabin, bagasi dan lain-lain yang selalu di beri disenfektan dan selalu melakukan jaga jarak. Bagi Selfie, protokol kesehatan adalah nomor 1 yang paling pening bahkan di dalam pesawat.

Narasumber keempat adalah Rufina Suryani yang merupakan Campaign & Partnership Senior Marketing Manager KLOOK. KLOOK adalah platform pemesanan ragam aktivitas liburan untuk memesan berbagai kebutuhan saat tiba di destinasi yang memberikan kemudahan serta insipirasi bagi wisatawan ketika berpergian. Hanya menggunakan aplikasi atau website saja kita dapat merencanakan liburan yang pasti memudahkan wisatawan dalam perjalanan.

Harapan setelah diadakan acara ini adalah kualitas perlindungan kesehatan masyarakat di bilang pariwisata bisa semakin meningkat. Indonesia sebagai negara yang kaya akan tempat wisata harus bisa memastikan destinasi daerah wisata di Indonesia tetap bersih, sehat, aman dan nyaman bagi wisatawan.

Ditulis oleh Nabilla Chika Putri, Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara. Program Intership Genpinas Tahun 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here