Candi Gedong Songo yang Memesona di Lereng Gunung Ungaran

Pada awalnya, ditemukan tujuh bangunan candi sehingga Raffles menyebutnya dengan nama Gedong Pitu. Baru pada awal abad ke-20 ditemukan dua candi lainnya sehingga diganti namanya menjadi Gedong Songo.

Advertisement
foto gambar Candi Gedong Songo Kabupaten Semarang - @mascuomo
Sebagian dari area Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Foto: @mascuomo)

Candi Gedong Songo – Jika gemar mendatangi tempat-tempat dengan udara sejuk dan pemandangan yang indah khas daerah pegunungan, kamu wajib mendatangi tempat wisata di Jawa Tengah yang satu ini.

Candi Gedong Songo (Jawa: Candhi Gedhong Sanga) adalah sebuah kompleks bangunan candi peninggalan budaya Hindu. Tepatnya peninggalan zaman Wangsa Syailendra dari abad IX (tahun 927).

Baca juga:
* Piknik ke Semarang, Jangan Lupa Mampir Dusun Semilir

Lokasi

Kompleks yang terdiri dari 9 candi ini berada di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Berada di lereng Selatan Gunung Ungaran di ketiggian sekitar 1.200 mdpl.

Berjarak sekitar 44 kilometer dari pusat Kota Semarang. Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam.

Kamu hanya perlu berkendara melewati Ungaran menuju daerah Bandungan. Jalanan yang dilewati cukup menanjak dan berliku. Sehingga jangan sampai lupa untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Sedangkan dari Solo berjarak sekitar 86 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 – 2 jam.

Harga Tiket Masuk

Ada beda harga tiket masuk (HTM) untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

Domestik: Rp. 10.000.
Mancanegara: Rp. 75.000

Jam Buka Gedong Songo

Candi ini buka setiap hari dari pagi sampai sore.

Pukul: 06.30 – 18.00 WIB.

Sejarah Gedong Songo

sejarah Candi Gedong Songo Kabupaten Semarang - @toniktriananto
(Foto: @toniktriananto)

Dilansir dari Perpusnas.go.id, keberadaan Candi Gedong Songo diungkapkan pertama kali dalam laporan Raffles pada tahun 1740.

Pada awalnya, ditemukan tujuh bangunan candi sehingga Raffles menyebutnya dengan nama Gedong Pitu.
Baru pada awal abad ke-20 ditemukan dua candi lainnya sehingga diganti namanya menjadi Gedong Songo.

Hingga saat ini, para ahli belum dapat memastikan waktu dan tujuan pembangunan Candi Gedong Songo. Karena belum ada prasasti yang ditemukan yang menyebut tentang keberadaan bangunan kuno itu.

Lokasinya yang berada di daerah perbukitan Mendasari, ada dugaan bahwa candi ini dibangun pada awal masa perkembangan agama Hindu di Jawa. Yaitu pada masa pemerintahan raja-raja Wangsa Sanjaya.

Menilik gaya arsitektur dan letaknya, candi Hindu Syiwa ini diduga dibangun untuk keperluan pemujaan. Pada masa itu dataran tinggi atau perbukitan dianggap sebagai perwujudan dari ‘kahyangan’, tempat bersemayam para dewa.

Kini, dari 9 candi tersebut kini hanya tersisa 5 candi saja. Namun, masyarakat setempat mempercayai bahwa di belakang candi ke-4 terdapat sebuah jalan kecil menuju kawah mati, yang didekatnya terdapat sebuah candi yang terpendam.

Daya Tarik

foto gambar Candi Gedong Songo Kabupaten Semarang - @riifography
(Foto: @riifography)

Selain berfoto di berbagai spot yang ada, anda juga dapat menikmati keindahan Gedong Songo sambil menaiki kuda dengan membayar tarif Rp. 30.000,- sampai Rp. 80.000,- saja.

Ada pula tempat pemandian air hangat belerang yang dapat anda nikmati hanya dengan membayar Rp. 5000,- saja.

Jangan lupa, anda juga dapat menikmati berbagai makanan yang dijual di kawasan Gedong Songo ini.

Tentunya udara yang cukup dingin akan membuat anda terasa mudah lapar. Anda dapat mencicipi sate kelinci untuk mengisi perut.

Namun jika anda tidak terlalu lapar anda juga bisa menikmati berbagai cemilan atau mie instan yang juga lengkap dijual di sana.

Jika ingin berkunjung, disarankan untuk datang di hari biasa. Yaitu hari Senin sampai Jumat, agar tidak terlalu ramai.

Jika ingin datang di hari libur, bisa datang lebih pagi agar tidak mengantre terlalu lama saat membeli tiket.

Serta masih bisa menikmati suasana yang sepi dan tenang sebelum terlalu ramai.

Baca juga:
* Wisata Guci Tegal, Destinasi Air Panas di Lereng Gunung Slamet

Nah, bagaimana menurutmu Candi Gedong Songo ini? Cukup menarik dikunjungi bukan?

(Penulis: Hassya Ancelia Sapna, Universitas Diponegoro, Program Magang Genpinas)

Advertisement

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here