Uniknya Sawah Lingko, Sawah Berbentuk Jaring Laba – Laba

Genpi.id – Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Kebijakan tersebut terlihat dari lima destinasi wisata yang telah masuk kategori superprioritas dengan harapan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Indonesia. Salah satu dari lima destinasi tersebut adalah Labuan Bajo.

Labun Bajo adalah bukti nyata indahnya ciptaan Tuhan di dunia ini. Panorama alam yang terhampar membawa ketenangan terhadap jiwa dan raga. Mulai dari pantai, danau, gua, hingga kawasan perdesaan tak henti mengundang decak kagum. Menyinggung tentang perdesaan, di Labuan Bajo ada suatu desa yang unik lho!! Lebih tepatnya di Desa Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Desa Cancar memiliki petakan sawah yang unik dan berbeda daripada umumnya, yakni menyerupai jaring laba-laba dan konon katanya sawah seperti ini hanya ada satu di dunia. Sawah ini dinamai Sawah Lingko atau dikenal dengan Spider Web Rice Fields. Lingko adalah sistem pembagian sawah atau kebun yang di awali dari titik tengah (lodok). Semakin mengarah ke luar titik semakin besar petakan sawah tersebut.

Sistem pembagian sawah ini diturunkan dari nenek moyang masyarakat Manggarai. Pembagiannya diatur oleh Tu’a Teno (ketua adat) yang dilakukan melalui ritual adat Tente atau penancapan kayu teno di pusat lodok. Pembagian lahan tersebut sah apabila darah kambing telah dituangkan di atas kayu tersebut. Umumnya ketua adat dan ketua kampung akan mendapatkan petakan sawah yang lebih luas.

Ada sebelas bentangan Sawah Lingko, yaitu Lingko Lindang, Linko Molo, Lingko Pong Ndung, Lingko Jenggok, Lingko Temek, Lingko Lumpung, Lingko Purang Pane, Lingko Sepe, Lingko Wae Toso, Lingko Ngaung Meler, dan Lingko Lumpung II yang berada di delapan kampung di Desa Meler, Cancar Kecamatan Ruteng yang dapat disaksikan dari Puncak Weol.

Transportasi ke Desa Cancar dapat diakses menggunakan angkot dari Kecamatan Ruteng dan berhenti di Pasar Cancar. Setelah itu, kamu dapat meneruskan perjalananmu dengan jalan kaki sejauh 2,5 km ke desa ini. Puncak Weol dapat kamu gapai dengan menapaki 250 anak tangga yang berbentuk zig-zag. Saat berada di puncak kamu akan menatap hijau dan indahnya Sawah Lingko yang terhampar. Udara desa yang sejuk dan asri akan membuatmu semakin betah berada di sini.

Sawah Lingko menunggu kedatanganmu!! See you.

Referensi

  1. Labuan Bajo Tour. (2019). Pesona Sawah Lingko Labuan Bajo dan Sejarahnya yang Unik. Diakses pada 23 September 2020 dalam laman https://labuanbajotour.com/wisata/sawah-lingko.

Artikel ini ditulis oleh Mardhatillah Ramadhan, Institut Pertanian Bogor jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan, pada program magang Genpinas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here