Webinar “Pariwisata dan Adaptasi Tatanan Baru” Sukses Tuai Antusias Peserta

Webinar Genpi - Pariwisata dan Adaptasi Tatanan Baru
Webinar yang diselenggarakan oleh Genpi bertema “Pariwisata dan Adaptasi Tatanan Baru” di aplikasi Zoom, Jumat (19/06/2020) siang.

Acara webinar oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang diselenggarakan secara online di aplikasi Zoom sukses menuai antusias peserta, Jumat (19/06/2020) siang.

Webinar dengan tema “Pariwisata dan Adaptasi Tatanan Baru” ini mengundang 6 pembicara yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Serta dihadiri oleh 1000an perserta dari berbagai daerah yang setia menyimak dari awal hingga akhir.

Terbaginya pemirsa, sebagian di Zoom dan sebagian di Live Instagram, tidak menyurutkan minat peserta dalam mendengarkan berbagai paparan dari 6 pembicara.

Baca juga:
* Kemenparekraf Ajak Kaum Milenial Jadi Pelopor Wisatawan Patuh Protokol Kesehatan

Tercatat ada sekitar 500an orang yang tergabung dalam webinar di aplikasi Zoom. Dan mendekati jumlah yang sama juga online di Instagram Story @genpiindonesia.

“Pariwisata dan Adaptasi Kenormalan Baru” menjadi pembahasan pertama yang disampaikan oleh Direktur Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf Martini M Paham.

Martini M Paham menguraikan tren pariwisat sebelum dan situasi terkeni saat pandemi covid-19. Mulai dari kondisi tanggap darurat, adaptasi, dan pemulihan.

Diungkapkan pula kampanye strategis pariwisata #DiIndonesiaAja di masa transisi dan pemulihan yang menitikberatkan pada pariwisata domestik.

Tak ketinggalan soal kampanye strategis ekonomi kreatif #BeliKreatifLokal. Sesuai dengan ajakan Presiden Joko Widodo, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Pembicara kedua, Leonardo A. Teguh Sambodo Ph.D (Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bappenas), membuka paparannya dengan membahas dampak dan risiko transmisi pandemi ke sektor pariwisata.

Dilanjutkan dengan pengaturan tatanan baru pariwisata dengan memperhatikan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Ditutup dengan strategi pemulihan parwisata beserta penghela pemulihannya.

Pembicara ketiga, Arie Prasetyo (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba), membuka presentasinya dengan data kasus covid-19 di Sumatera Utara khususnya di Danau Toba.

Diungkapkan oleh Arie Prasetyo bagaimana covid-19 memengaruhi kedatangan wisman dari berbagai negara ke Danau Toba. Lengkap dengan statistik pertumbuhan wisatawan 2018, 2019, dan tren pariwisata kedepan.

Shana Fatina dari Badan Otorita Pariwisata Labuhan Bajo juga memberikan materi yang tidak kalah menarik. Reaktivasi Pariwisata Labuhan Bajo dan NTT menjadi topiknya.

Selain konsep tahapan new normal Taman nasional Komodo, Shana juga mengajak peserta untuk membantunya dalam kampanye/aktivasi digital #RinduLabuanBajo dan #AyoKeLabuanBajo.

Pembicara kelima, Bisma Jatmika dari Badan Otorita Pariwisata Borobudur, membuka obrolan dengan paparan hasil survey dari McKinsey. Mengungkap apa yang dipikirkan wisatawan/turis Tiongkok mengenai perjalanan pertama yang akan dilakukan setelah covid-19.

Bisma Jatmika juga mengingatkan pentingnya kita mengembangkan quality tourism. Serta tantangan pengembangan wisata berbasis pengalaman.

Marfan Trihartiko, yang mewakili ITDC Mandalika, banyak bercerita mengenai apa itu ITDC dan berbagai capaiannya. Dilanjutkan dengan bagaimana ITDC Mandalika menghadapi tatanan baru dalam pariwisata.

Fase mulai dari inisiasi pemulihan pariwisata hingga target kedatangan wisman pun diuraikannya dengan gamblang bulan perbulan.

Semua pembicara dalam webinar Pariwisata dan Adaptasi Tatanan Baru ini optimis bahwa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan bisa pulih. Walau mungkin dalam rentang yang sedikit lebih panjang dari yang diperkirakan.

Namun menariknya, semua sepakat akan satu hal. Yaitu pentingnya peran angkatan milenial dalam amplifikasi pesan positif kenormalan baru di Indonesia.

Mengajak orang lain untuk bersiap melakukan adaptasi kenormalan. Mengajak masyarakat untuk bangga dan membeli produk lokal Indonesia. Serta mengajak wisatawan untuk berwisata di Indonesia saja.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia Siti Chotijah menegaskan siap berkolaborasi membantu adaptasi kenormalan baru di sektor pariwisata.

“Komunitas GenPI di 34 provinsi dan 142 kabupaten seluruh Indonesia siap menjadi rekan kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, serta sahabat pembangunan nasional,” Ujar wanita yang akrab disapa mbak Jhe ini.

Tak lupa Jhe, mewakili Komunitas GenPI, mengungkapkan rasa syukurnya para pembicara berkenan meluangkan waktu untuk berbagi bersama GenPI.

Baca juga:
* Apa Itu Genpi?

Bagi kawan-kawan yang ingin membaca presentasi para pembicara dalam Webinar GenPI “Pariwisata dan Adaptasi Tatanan Baru”, bisa unduh di link berikut ini: Webinar Pariwisata dan Adaptasi Tatanan Baru

1 COMMENT

  1. Semoga GENPI Indonesia bisa lebih berkembang dan terus maju dalam memberikan edukasi mengenai pariwisata dan menjadi acuan bagi tiap tiap daerah untuk mengembangkan pariwisata khususnya dalam menjalan promosi pariwisata ke seluruh pelosok indonesia agar nantinya indonesia bisa lebih dikenal dan GENPI sebagai pelopor pariwisata bisa terus berkontribusi di bidang sustainable tourism dan menjadi semangat untuk anak anak muda yang berkecimpung dalam dunia pariwisata agar semangat dalam melakukan campaigne mengenai wonderful indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here