Wajah Jogja dalam Film AADC 2

Sumber foto : (suara.com)

Berbicara mengenai Jogja memang tiada habisnya. Bagi mereka yang pernah tinggal atau sekadar mampir di Jogja pasti memberikan kesan tersendiri. Mungkin inilah yang menjadikan Jogja menjadi lokasi syuting film AADC 2. Kesan yang diberikan film tersebut terhadap Jogja semakin bertambah karena hampir 75% lokasi syuting berada di Jogja.

Memang Jogja mempunyai berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Sebut saja Keraton, Candi Prambanan, Malioboro, Kotagede, dan tentu masih banyak lagi. Namun, siapa sangka lokasi syuting tidak mengabambil tempat wisata mainstream Jogja. Justru film AADC 2 mengenalkan wajah lain dari Jogja. Kesuksesan film AADC 2 juga turut mempengaruhi meledaknya kunjungan wisatawan ke jogja, terutama tempat yang menjadi lokasi syuting.

Objek wisata Candi Ratu Boko menjadi lokasi yang tidak luput dari ledakan kunjungan pasca film AADC 2. Pada hari biasa sebelum film tayang, jumlah kunjungan hanya berkisar 200-300 wisatawan per hari. Setelah film AADC tayang kunjungan wisatawan mengalami kenaikan hingga 500 kunjungan per hari. Tentu hal ini juga berbanding lurus dengan omzet yang mencapai Rp12,5 juta per hari. Tentu ini jumlah yang tidak bisa dikatakan kecil.

Penayangan film AADC 2 juga berpengaruh terhadap peningkatan wisata kuliner Jogja. Di salah satu adegan film diperlihatkan Rangga dan Cinta sedang menikmati Sate Klathak Pak Bari. Jelas setelah film tersebut tayang penjualan porsi mengalami peningkatan. Dari yang semula 40 posri menjadi 160 porsi setelah film tayang. Sampai-sampai di tiap harinya, Sate Klathak Pak Bari menghabiskan sepuluh ekor kambing. Padahal pada hari-hari biasa hanya menghabiskan dua sampai tiga ekor kambing.

Film AADC juga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kunjungan di Sellie Coffe yang menjadi lokasi pertemuan antara Rangga dan Cinta. Bahkan terkadang tempat yang diduduki oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo itu sengaja dibiarkan kososng untuk memberikan kesempatan berfoto. Menurut hasil penelitian jumlah pengunjung meningkat dari 50 menjadi 150 orang per hari.

Tidak hanya Jogja, film AADC 2 juga mengenalkan objek wisata yang terletak di Magelang. Yap objek wisata tersebut adalah Gereja Ayam yang kini sangat ramai dikunjungi oleh banyak orang. Biasanya objek wisata tersebut hanya dikunjungi 80-100 wisatawan per hari tetapi setelah film AADC 2 meningkat menjadi 200-300 orang bahkan di hari libur bisa mencapai 500-600 orang.

Wah ternyata jika dilihat dalam angka, Film AADC 2 sangat berperan besar ya dalam promosi wisata. Tentu hal ini dapat menjadi strategi dalam promosi wisata ya sobat genpi. Yuk mari kita dukung karya anak bangsa!

Sumber:

Mulyadi, Raden Muhammad & Sunarti, Linda. 2019. “Film Induced Tourism dan Destinasi Wisata di Indonesia”. Metahumaniora, Vol. 9, No. 3, Hlm. 340—356.

Kontributor Herlambang Eka Persada, Universitas Gadjah Mada, Program internship genpinas tahun 2020, Kelompok 11 Ekonomi Kreatif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here