Upacara Melasti, Mensucikan Diri Sebelum Hari Raya Nyepi

Advertisement

Tahun baru Saka bagi umat Hindu Bali merupakan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan hati yang suci. Melalui ritual amati geni pada Hari Raya Nyepi. Sebelum Nyepi, ada satu tradisi yang tidak boleh ditinggalkan. Tradisi itu adalah Melasti.

Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu di Bali. Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan atau nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta.

(Sumber : CNN Indonesia)

Makna dan Tujuan Upacara Melasti

  1. Papa kelesa, artinya bertujuan menuntun umat agar menghilangkan kepapanannya secara individual. Disebutkan Ada lima klesa yang dapat membuat orang papa yaitu  ; Awidya yang berarti Kegelapan atau mabuk, Asmita yang berarti Egois, mementingkan diri sendiri, Raga yang berarti pengumbaran hawa nafsu, Dwesa yang berarti  sifat pemarah dan pendendam, dan Adhiniwesa yang berarti  rasa takut tanpa sebab, yang paling mengerikan rasa takut mati. Kelima hal itu disebut klesa yang harus dihilangkan agar seseorang tidak menderita.
  2. Letuhing Bhuwana, artinya alam yang kotor, Hal ini berarti upacara melasti bertujuan menghilangkan sifat-sifat manusia yang merusak alam lingkungan.
  3. Ngamet sarining amerta ring telenging segara, artinya mengambil sari-sari kehidupan dari tengah lautan, ini berarti melasti mengandung muatan nilai-nilai kehidupan yang sangat universal.
  4. Anganyutaken laraning jagat, artinya menghayutkan penderitaan masyarakat.
  5. Ngiring prewatek dewata, ini artinya upacara melasti itu hendaknya didahului dengan memuja Tuhan dengan segala manifestasinya dalam perjalanan melasti. Tujuannya adalah untuk dapat mengikuti tuntunan para dewa sebagai manifestasi Tuhan.

Waktu Diselenggarakan

Upacara Melasti diselenggarakan sebelum Hari Raya Nyepi. Tradisi ini  dilaksanakan 3 atau 4 hari sebelum Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Tilem, sasih (bulan) Kesanga.

Tempat Diselenggarakan

Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut.[2] Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau, dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta).

Pantai Bali yang digunakan untuk Upacara Melasti  adalah Pantai Melasti Ungasan, Pantai Legian, Pantai Canggu, Pantai Mengiat, Pantai Petitenget, Pantai Batu Bolong dan Pantai Kuta.

Penulis: Adithia Risma Rara Putri, Universitas Brawijaya, Peserta Magang GenPinas 2021

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here