Mengenal Upacara Kasada Suku Tengger

Advertisement
Dukun Hindu Tengger berdoa dalam sesi upacara adat (Sumber : flickr.com)

Indonesia memiliki banyak budaya dan suku dengan keunikannya masing-masing. salah satunya suku yang ada di wilayah Jawa Timur adalah suku Tengger. Suku Tengger adalah suku asli yang tinggal di wilayah Gunung Bromo dan Semeru

Suku Tengger memiliki berbagai upacara kebudayaan, salah satunya adalah Upacara Yadnya Kasada. Masyarakat Suku Tengger melakukan upacara ini dengan membuang sesaji ke Kawah Gunung Tengger.

Upacara Kasada diselenggarakan setahun sekali setiap bulan Kasada hari-14 dalam kalender tradisional Hindu Tengger. Upacara ini ditujukan untuk Sang Hyang Widhi dan leluhur, terutama Roro Anteng dan Joko Seger.

Asal Muasal Upacara Kasada

Peribadatan Suku Tengger di Punden (Sumber : wisatalah.com)

Upacara Kasada berasal dari kisah Jaka Seger dan Roro Anteng yang belum dikarunia anak. sehingga mereka bertapa untuk meminta petunjuk dari Sang Hyang Widhi atau leluhur. Lalu mereka mendapatkan bisikan gaib untuk mengorbankan anak bungsunya ke Kawah Gunung Bromo.

Setelah dikaruniai anak mereka mengingkari janji sehingga sang dewa marah dan mengancam memberi malapetaka. Kawasan bromo menjadi gelap dan kawah menyemburkan api. Seketika anak bungsunya hilang terjilat api dan masuk ke Kawah Bromo.

 Terdengar suara ghaib “Saudara-saudaraku, aku telah dikorbankan kepada Hyang Widhi dan orang tua untuk menyelamatkan kalian. Hiduplah dengan damai dan tentram, sembah lah Hyang Widhi. Dan aku ingatkan setiap tanggal 14 bulan Kasada, berilah persembahan untuk Kawah Gunung Bromo”. 

Pelaksanaan Upacara Kasada

Melempar sesaji ke dalam kawah (Sumber : news.detik.com)

Upacara ini dilaksanakan mulai pukul 00.00 hingga dini hari. Dalam upacara ini harus menyiapkan sesaji mulai dari hasil pertanian, perkebunan, dan hewan ternak. Jika warga mempunyai hajat khusus maka wajib membawa kambing atau ayam sebagai bentuk persembahan.

Persiapan dimulai dengan melakukan semeninga atau  upacara untuk memberitahukan leluhur bahwa upacara akan segera dimulai. Kemudian berjalan beramai-ramai dari rumah dukun adat sampai ke pura luhur poten untuk prosesi upacara. Dan menuju Kawah Gunung Bromo untuk melemparkan sesaji ke kawah sebagai bentuk rasa syukur masyarakat. 

Sesaji yang dilarung ke kawah merupakan hasil kekayaan Suku Tengger setiap tahunnya. Melarung sesaji ini menjadi bentuk syukur Suku Tengger atas nikmat dan rezeki yang sudah didapat.

Sebelum sesaji di larung, sesaji diletakkan di bibir kawah dan ditancap dupa yang menyala. Setelah dukun dan masyarakat selesai memanjatkan doa maka sesaji akan dilarung ke dalam kawah gunung. Saat sesaji dilempar ke kawah, beberapa orang turun ke lereng kawah untuk menangkap sesaji.

Makna Upacara Kasada

Upacara Kasada ini merupakan bentuk bahwa masyarakat tengger merupakan keturunan asli majapahit. upacara ini  juga merupakan bentuk penghargaan terhadap keindahan dan kebesaran alam bromo. Makna lainya bahwa Bromo merupakan pusat dunia sehingga seluruh pembangunan rumah dan sanggar menghadap Bromo.

Bromo tidak hanya menyajikan keindahan alamnya saja namun juga tradisi yang melekat di dalamnya. Upacara kasada mampu menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri untuk menyaksikan upacara ini. Bagaimana sobat genpi apakah kalian tertarik mengunjungi Gunung Bromo dan menyaksikan Upacara Kasada?

Penulis: Defania Hasyyati Rosyidah, Universitas Negeri Surabaya, Peserta Magang GenPinas 2021

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here