Uji Nyali Melintasi Kanopi Bukit Bangkirai Kutai Kartanegara

Tak ada habisnya jika kita membicarakan mengenai kekayaan alam dan budaya Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Daratan Kutai Kartanegara tak terlepas dari pegunungan dan gugusan pegunungan yang terdapat di hampir seluruh kecamatannya.

Selain pergi ke tempat-tempat wisata seperti Ladaya (Ladang Budaya), Museum Mulawarman, Museum Kayu, Danau Semayang, dan Pulau Kumala, Sobat Genpi bisa melirik wisata yang menguji nyali dengan melintasi kanopi Bukit Bangkirai, lho! Penasaran, kan?

Bukit Bangkirai terletak di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, kira-kira 47 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Perjalanan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu setengah jam. Kawasan wisata alam ini dapat dijangkau dengan jalur darat oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Sobat Genpi, Bukit Bangkirai termasuk salah satu kawasan hutan hujan tropis yang ada di Kalimantan Timur. Pohon-pohon yang kebanyakan tumbuh di sini adalah pohon Bangkirai yang memiliki tinggi sekitar 40-50 meter dengan diameter kira-kira 2,3 meter. Bahkan, ada pula yang telah hidup ratusan tahun yang lalu!

Selain pohon Bangkirai, terdapat beberapa jenis pohon lainnya, seperti keruing (Dipterocarpus spp.), kempas merah (Koompassia malaccensis), meranti merah (Shorea smithiana), dan ulin (Eusideroxylon swageri).

Nah, salah satu spot yang cocok untuk menguji nyali adalah Canopy Bride. Kanopi menjadi jembatan yang menghubungkan puncak pohon satu dengan yang lainnya. Bayangkan saja Sobat, jembatan ini menggantung di ketinggian 30 meter di atas permukaan tanah. Di sini Sobat bisa merasakan sensasi meniti jembatan sepanjang 64 meter yang menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Kanopi dirangkai dengan anyaman tali untuk pengaman di kedua sisinya. Untuk sampai di Canopy Bridge, Sobat harus menaiki menara dari kayu ulin yang dibangun mengelilingi batang pohon Bangkirai. Sungguh perjuangan luar biasa!

Untuk mencoba meniti Canopy Bridge, wisatawan domestik dikenakan biaya sebesar Rp15.000 ribu rupiah, sementara wisatawan asing perlu membayar Rp30.000 ribu rupiah. Layanan operasional Canopy Bridge ini dibuka setiap siang hari. Karena alasan keamanan, Canopy Bridge Bukit Bangkirai akan ditutup apabila kecepatan angin melebihi 30 mil per jam atau ketika cuaca buruk.

Oiya, ada beberapa hal yang perlu Sobat perhatikan ketika hendak mencoba melintasi Canopy Bridge Bukit Bangkirai: anak-anak dengan tinggi badan kurang dari 1 meter dilarang naik, hanya 2 orang pengunjung yang boleh menaiki kanopi bersamaan dan keduanya perlu menjaga jarak setidaknya 5 meter, menaranya pun hanya boleh dinaiki maksimal 8 orang, dilarang berlari-lari dan melompat-lompat karena itu sangat membahayakan.

Di atas jembatan kita dapat menyaksikan keindahan dan keasrian hutan hujan tropis. Hati-hati ya Sobat, jembatan ini kerap bergoyang-goyang. Wah, cukup mendebarkan, bukan? Pasti akan sangat luar biasa sensasi di atas sana!

Hutan ini juga dijadikan sebagai media pendidikan dan konservasi tumbuhan dan hewan langka. Bukit Bangkirai merupakan rumah bagi sekitar 113 jenis burung dan satwa langka, antara lain lutung merah (Presbytus rubicunda), owa-owa (Hylobates muelleri), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), bajing terbang (Squirrel), beruk (Macaca nemestrina), babi hutan (Susvittatus), serta rusa sambar (Corvus unicolor).

Terdapat 45 spesies anggrek, antara lain anggrek hitam (Coelegyne pandurata), anggrek sisik naga (Cymbidium antropurpureum),
anggrek harimau (Grammatophyllum speciousum),dan anggrek joget (Bromheadia fynlaysoniana).

Oiya Sobat Genpi, jangan sampai kita merusak tanaman, mencoret-coret pohon, membuang sampah sembarangan, bahkan membunuh satwa langka yang ada! Bawa juga mantel atau payung untuk mengantisipasi apabila tiba-tiba hujan turun. Wisata alam ini dibuka tiap hari pukul 09.00 sampai 16.00 WITA. Gimana Sobat, tertarik menantang diri dengan meniti kanopi Bukit Bangkirai?

(Ditulis oleh Lena Sutanti, Antropologi Sosial, Universitas Diponegoro, Program Internship Genpinas tahun 2020)

Referensi:
https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/canopy-bridge
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/03/26/canopy-bridge-kedua-di-asia-dari-bukit-bengkirai
https://www.nativeindonesia.com/bukit-bangkirai/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here