Tenun Songket Silungkang, Kain Khas Sumatera Barat Yang Masuk Museum Rekor Indonesia

Sumber : validnews.id | Seseorang sedang menenun kain songket silungkang di kampung tenun Batu Mananggau, Sawalunto, Sumatra Barat, sabtu ( 26/8 ).

Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang tersebar di seluruh wilayah, keunikan yang dimiliki menjadikannya sebagai salah satu identitas sebuah bangsa. Tidak hanya terkenal dengan jajaran kuliner, seni tari maupun seni pertunjukkannya Indonesia juga terkenal akan sebuah produk yang memiliki unsur budaya yang kental.

Tenun songket silungkang, sebuah kain tenun berasal dari sumatra yang telah berhasil masuk museum rekor Indonesia. Hal yang melatar belakangi diberikannya penghargaan ini karena wilayah ini tercatat sebagai pengguna songket terbanyak yakni bekisar 17.290 warga pada 28 agustus 2015. Selain terkenal sebagai kota wisata wilayah ini juga terkenal mejadi salah satu penghasil kain songket silungkang dengan kualitas tinggi.

Selain masuk dalam jajaran rekor muri, songket silungkang juga pernah berkiprah di jagat internasional melalui Pekan Raya Ekonomi Eropa di Brussel pada 1910 yang kemudian menjadikannya sebagai salah satu jenis kain tradisional kebudayaan kota sawahlunto. Tidak hanya prestasi yang dimilikinya, kain songket ini juga memiliki keunikan yang mampu menarik perhatian khlayak.

Dengan penggambaran motif yang filosofis dan kaya akan makna, corak warna yang cerah serta pengerjaanya yang masih dilakukan dengan cara konvensional membuat kain songket ini memiliki nilai yang tinggi.

 Sawahlunto International Songket Carnival ( SISCA ) melalui sebuah acara yang diadakan oleh pemerintah setempat pada tahun 2015 menampilkan 1.500 peserta dengan pakaian songket tenun silungkang berhasil menjadi sebuah batu loncatan bagi sawahlunto untuk memperkenalkan salah satu produk kebanggannya kepada masyarakat luas hingga berhasil meraih sebuah penghargaan yang membanggakan.  

Ditulis oleh Fanny Nur Aprilia. Kelompok 10. Ilmu Komunikasi Universitas Dr.Soetomo. Program Magang Genpinas 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here