Telaga Sigebyar Mangunan di Pekalongan, Sejuk dan Indah

Advertisement
foto gambar Telaga Sigebyar Mangunan - @irawan_daink_alfarizi
Mystical sceneery di Telaga Sigebyar Mangunan. Indah, sejuk, menawan. (Foto: IG @irawan_daink_alfarizi)

Telaga Sigebyar Mangunan – Banyak yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya Kabupaten Pekalongan di Jawa Tengah mempunyai beragam destinasi wisata yang dapat dikunjungi.

Salah satunya terdapat destinasi wisata yang sering dijuluki sebagai surga tersembunyi. Hal ini karena destinasi wisata yang sering diselimuti oleh kabut ini belum banyak diketahui banyak wisatawan.

Tempat tersebut adalah Telaga Sigebyar Mangunan. Destinasi wisata ini mulai sering diperbincangkan oleh para pengunjung, karena indahnya, sunyi, tenang, sejuk, dan eksotis.

Baca juga:
* Pesona Black Canyon Petungkriyono di Pekalongan

Video

Lokasi

Telaga Sigebyar Mangunan terletak di antara gugusan Gunung Purba Petungkriyono. Tepatnya berada di kaki Gunung Kendheng. Gunung ini menjadi kawasan perbatasan antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Banjarnegara.

Secara administratif, tempat ini berada di Dukuh Mangunan, Desa Telogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.

Rute

Jika rute awal dari pusat kota Pekalongan, jarak yang kamu tempuh kurang lebih akan sejauh 47 km.
Namun jika dimulai dari Alun-alun Kajen kamu membutuhkan waktu sekitar 40 – 60 menit.

Sedangkan jika dari Kecamatan Doro, kamu akan menempuh perjalanan dengan waktu kurang lebih selama 2 – 2.5 jam dengan jalur utama menuju Kecamatan Petungkriyono.

Untuk sampai di lokasi utama yang berada sekitar 500 meter dari Desa Sigebyar, pengunjung dapat berjalan kaki dari desa ke telaga (parkir kendaraan di area desa).

Bisa juga dengan menaiki kendaraan hingga ke lokasi atau menyewa jasa ojek warga sekitar dengan biaya Rp 10.000.

Harga Tiket Masuk

Pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000,- per orang untuk biaya tiket masuk. Harga ini di luar biaya parkir dan berkeliling di tengah telaga dengan menaiki perahu.

Jika kamu tertarik untuk mengelilingi telaga dengan menggunakan perahu, kamu hanya perlu mengeluarkan uang lagi sebesar Rp 5.000,- per orang untuk sekali putaran.

Untuk biaya parkir kendaraan motor dikenakan tarif Rp 2.000 dan mobil sebesar Rp 5.000.

Keindahan Telaga Sigebyar Mangunan

foto gambar Telaga Sigebyar Mangunan - @shandyeksani
(Foto: IG @shandyeksani)

Telaga Sigebyar Mangunan terkenal dengan ciri khas kabut yang menyelmutinya. Gradasi warna kehijauan dari hutan berselimut kabut ini menjadi panorama yang begitu indah.

Adanya hutan yang dikelilingi oleh pepohonan hijau tentu akan sangat memanjakan mata. Tubuh kamu juga bisa melepas stress dengan berkunjung ke tempat ini.

Pemandangan alam yang masih asri akan membuatmu takjub melihatnya.

Tidak hanya itu, karena kawasannya yang berada di dataran tinggi, tepatnya di ketinggian 1500 mdpl, kamu akan merasakan hawa yang sejuk di sini. Sepoinya angin segar juga akan kamu rasakan.

Selain itu, air yang ada di telaga berasal dari mata air Pegunungan Kendeng sehingga kealamiannya masih terjaga. Sudah pasti, air yang ada di sini masih jernih, segar dan dingin.

Bagi kamu para pecinta alam dan hobi berkemah, kamu juga bisa bermalam dan berkemah di pinggir telaga. Dengan ini setidaknya kamu bisa terapi diri untuk kembali mendekatkan diri dengan alam.

Tradisi Nyadran

foto gambar Telaga Sigebyar Mangunan - @ahmad_sobirinn_099
(Foto: IG @ahmad_sobirinn_099)

Sebelum dibuka untuk umum, telaga ini menjadi tempat penyelenggaraan tradisi Nyandran bagi masyarakat setempat.

Nyadran sendiri merupakan tradisi pembersihan makam leluhur bagi masyarakat Jawa.

Setiap 3 tahun sekali, ada semcam upacara penyembelihan sapi bule untuk dilarung di telaga.

Konon, tradisi Nyandran juga dikaitkan dengan cerita legenda dari adanya Telaga Sigebyar Mangunan ini. Terutama berkaitan dengan Kisah Barukliting.

Dan biasanya tradisi Nyandran diselenggarakan bertepatan pada Hari Kamis Wage, Bulan Suro.

Tumbuhan Dan Hewan Langka

Telaga Sigebyar Mangunan dikelilingi oleh hutan purba yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman langka. Misalnya tanaman khas dataran Dieng, Carica yang tumbuh di sekitar telaga.

Selain tanaman langka, jika kamu beruntung kamu dapat menjumpai hewan langka. Seperti Elang Jawa yang sering mengitari kawasan telaga. Ataupun menjumpai Owa Jawa.

Jadi sembari menikmati pemandangan alam yang berhutan, kamu juga dapat menikmati suara kicauan burung. Terutama suara dari Elang Jawa saat sedang melintas di langit.

Tips Berkunjung

foto gambar Telaga Sigebyar Mangunan - @hellocills
(Foto: IG @hellocills)

Untuk berkunjung ke Telaga Sigebyar Mangunan disarankan untuk memakai pakaian hangat yang tebal. Ini karena udara yang sejuk dan sensasi dingin dari kawasan dataran tinggi Dieng terutama saat kabut turun.

Yang pasti juga selalu ingat untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan ini. Jangan sampai keasrian tempat ini sirna karena tingkah laku dan kelakuan pengunjung.

Warga sekitar akan sangat ramah dan baik hati menyambut kamu jika kamu juga bersikap ramah. Terlebih jika kamu ikut mematuhi aturan yang berlaku.

Misalnya kamu dapat membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Jangan mencorat-coret area wisata ataupun bertindak tidak senonoh. Dan juga tidak menebang pohon atau membawa tanaman tanpa adanya izin.

Baca juga:
* Situ Cicerem, Telaga Biru yang Indah di Kuningan

Recommended

Jika kamu berkunjung ke Pekalongan jangan lupa untuk menyambangi tempat ini ya!

Kamu pasti akan langsung takjub melihat keindahan surga tersembunyi dari Pekalongan ini. Dijamin kamu tidak akan menyesal dan mendapat pengalaman baru setelah berkunjung dari sini.

Jadi, kapan rencana kamu mengunjungi Telaga Sigebyar Mangunan di Pekalongan Jawa Tengah ini?

(Artikel ini ditulis oleh Amelia Dwinda Gusanti, Universitas Telkom, Program Magang Genpinas)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here