Home Budaya Tari Cangget, Tarian Tradisional Lampung

Tari Cangget, Tarian Tradisional Lampung

0
2364
Credit Image: Kompas

Tari cangget adalah tradisi kesenian tari dari masyarakat adati di Provinsi Lampung. Tarian tradisional ini biasanya menggambarkan karakteristik dari penarinya seperti kepiawaian, budi pekerti, maupun kedewasaan. Tarian ini juga biasa dikenal dengan Tari Cangget Pepadun.

Biasanya, para penari Tari Cangget merupakan remaja dari Lampung yang tampil lengkap dengan pakaian adat khas Lampung. Tarian ini biasanya hadir pada acara-acara penting seperti upacara pernikahan, menyambut tamu daerah, maupun pesta adat lain yang diselenggarakan di Lampung.

Baca juga:
* Tari Melinting Lampung

Gerakan tarian ini dibawakan oleh para penari dengan sangat anggun. Menggambarkan kewibawaan gadis Lampung. Gerakan tarian sangat lembut dan juga gemulai.

Pola untuk penari wanita adalah berdiam diri dan menari pada barisannya masing-masing. Sedangkan pria akan menari di depan penari wanita dan menunjukkan keahlian menarinya untuk mendapatkan perhatiannya.

Ragam Tari Cangget ada banyak dan tergantung pada acara apa yang akan diadakan. Meskipun begitu, gerak pada Tari Cangget bisa dipastikan sama. Tujuh gerak Tari Cangget yakni:

  1. Gerak sembah, mengungkapkan rasa hormat
  2. Gerak knui melayan, lambang keagungan
  3. Gerak igel, lambang keperkasaan
  4. Gerak ngetir, lambang keteguhan dan kesucian hati
  5. Gerak rebah pohon, lambang kelembutan hati
  6. Gerak jajak atau pincak, lambang kesiagaan dalam menghadapi bahaya
  7. Gerak knui tabang, lambang rasa percaya diri.

Sejarah

Tarian ini merupakan wujud kegembiraan atas kemenangan betan subing saat mengalahkan raja bajau. Tarian Cangget termasuk ke dalam tarian tua yang hadir bahkan pada masa Hindu-Buddha di Lampung.

Jadi dapat dipastikan bahwa tarian ini sudah ada bahkan sebelum masa pendudukan Jepang di Nusantara.

Tari Cangget awalnya dibawakan sebagai ritual adat seperti panen dan mengantar orang yang akan naik haji. Namun, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, tarian ini mulai dikenal masyarakat sebagai hiburan.

Pada tahun 1942 tepatnya pada masa pendudukan Jepang, tarian ini mulai berkembang di wilayah Lampung. Tarian ini bukan hanya dibawakan untuk upacara pernikahan tetapi juga saat kirab budaya dan ajang lainnya.

Sejak saat itu pula Tari Cangget sering kali menjadi seperti ajang pencarian jodoh. Hal ini dikarenakan banyak muda-mudi Lampung yang akhirnya berkenalan dan menikah berawal dari Tari Candet.

Ragam Tari Cangget

Tari Cangget saat Upacara Pernikahan (Credit Image: kumparan.com)

Tari Cangget Nyambuk Temui

Tari Cangget Nyambuk Temui dibawakan para pemuda dan pemudi untuk menyambut kedatangan tamu besar yang sedang berkunjung ke Lampung

Tari Cangget Bakha

Tarian ini dibawakan oleh pemuda dan pemudi di Lampung untuk merayakan masa panen atau ketika muncul bulan purnama.

Tari Cangget Agung

Tarian ini dibawakan oleh pemuda dan pemudi Lampung saat di daerah mereka sedang melaksanakan upacara adat. Ataupun saat mengangkat seseorang menjadi kepala adat (pepadun). Apabila kepala adat memiliki anak perempuan yang masih gadis, maka ia akan dilibatkan dalam tarian ini.

Tari Cangget Pilangan

Tarian ini merupakan Tari Cangget yang dibawakan untuk melepas anggota keluarganya yang menikah dan telah keluar dari daerahnya karena mengikuti tempat tinggal dari pasangannya.

Tari Cangget Penganggik

Tarian ini biasanya dibawakan pemuda dan pemudi Lampung ketika ada anggota baru yang hadir dalam keluarga mereka.

Namun, anggota baru yang dimaksud disini bukanlah orang lain yang hadir karena adanya pernikahan. Akan tetapi para pemuda dan pemudi yang beranjak dewasa dan telah berubah status dari anak-anak menjadi dewasa.

Baca juga:
* Tari Bedayo Tulang Bawang Lampung

Sudah pernah melihat gerakan Tari Cangget di Lampung?

(Penulis: Nabila Cahya Pramita, Universitas Diponegoro, Peserta Magang GenPinas 2021)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here