Tahu Bah Kacung di Kediri yang Lezat dan Legendaris

Tahu Bah Kacung - kedirikeren
Tahu Bah Kacung yang rasanya enak sekali. (Sumber foto: KediiriKeren)


Tahu Bah Kacung – Tahu adalah salah satu makanan khas Kediri, terutama tahu takwa. Tahu merupakan salah satu olahan yang berasal dari kedelai. Tahu pasti identik dengan tempe, tahu dan tempe merupakan makanan popular di masyarakat dan sangat kaya akan protein.

Tahu sendiri memiliki banyak jenis ada tahu sumedang, tahu cina, tahu takwa, tahu pong, dan tahu plempung. Tahu yang berasal dari Kediri adalah tahu takwa. Takwa sendiri berarti tahu. Asal tahu adalah dari Cina.

Baca juga:
* Segarnya Es Campur Pak Ni Bikin Nagih

Di Kota Kediri terdapat pelopor industri tahu yang legendaris, yaitu Lauw Soen Hoek. Dirinya lebih dikenal dengan nama Bah Kacung. Bah Kacung mulai merintis usaha tahu ini sejak 1912. Lalu dilanjutkan oleh generasi kedua, anak dari Bah Kacung, yaitu Yosef Seger Budisantoso (Lauw Sing Hian).

Lauw Sing Hian meninggal pada bulan Mei 2008 sehingga usaha tahu Bah Kacung dilanjutkan oleh Herman Budiono, cucu dari Bah Kacung.

Toko Bah Kacung buka sejak pukul 6 pagi sampai 8 malam, dimana ini merupakan tradisi dari sang pendiri yaitu Bah Kacung.

Toko Tahu Bah Kacung sendiri berada di Jalan Trunojoyo no 59 Kediri dan tidak membuka cabang dimanapun. Selalu mempertahankan kualitasnya, masih mempertahankan proses pembuatan tradisional adalah salah satu caranya.

Peralatan yang digunakan juga masih tradisional karena menggunakan kayu dan batu serta dikendalikan menggunakan tenaga manusia, oleh karena itu, produksi tahu Bah Kacung menjadi terbatas.

Bahan baku tahu Bah Kacung adalah kedelai lokal. Untuk proses pembuatannya dimulai dengan dipisahnya kulit ari dari kedelai, lalu kedelai direndam selama 6 jam.

Selanjutnya, setelah kulit ari terkelupas, kedelai digiling lalu menjadi bubur encer kedelai putih. Selanjutnya, bubur enter putih dimasak dalam bak dan tungku semen dengan menggunakan kayu bakar.

Alasan digunakannya kayu bakar adalah agar tahu matang merata. Lalu, tahu disaring dengan kain agar bisa terpisah dari ampasnya. Setelah itu, cairan diaduk perlahan dan ditambahkan cuka. Lalu adonan dituang ke cetakan.

Adonan kemudian diratakan dan ditekan agar menjadi padat dan dipres menggunakan alat dari kayu yang diberi gandulan alat dari besi seberat 20 kg. Demikian agar tahu tidak berair.

Setelah dipres selama seperempat jam tahu dipotong dan selanjutnya dapat dikemas dan dijual.

Sebagian tahu diolah lagi menjadi tahu takwa. Untuk pengolahan tahu takwa sendiri adalah tahu putih dimasak dalam campuran air dan tumbukan kunyit dan diberi sedikit garam. Oleh karena itu, tahu rasanya gurih dan sedikit asin serta arnanya kuning dan berbau harum.

Dalam sehari Tahu Bah Kacung hanya diproduksi sebanyak 200 potong saja. Termasuk jumlah yang terbilang sedikit jika dibandingkan dengan produsen tahu lain. Hal ini disebabkan karena mereka mengedepankan kualitas dan mutu yang terjamin.

Baca juga:
* Kelezatan Tak Terhingga dari Nasi Pecel Jalan Dhoho

Tahu Bah Kacung terkenal akan kadar airnya yang sedikit dan tidak cepat membusuk. Serta tidak menggunakan bahan pengawet apapun.

Sumber :
https://bahkacung.wordpress.com/2009/04/25/legenda-tahu-kediri-bah-kacung/
Penulis: Pratidina Dinar Fatih. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Peserta Magang GENPINAS Kelompok 13 EKRAF 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here