Simulasi CHSE Wisata Insentif di Lampung, Kemenparekraf Gandeng 10 Media

Simulasi insentif dengan penerapan CHSE ini diikuti wartawan lokal dan praktisi media sosial di Lampung. Mengunjungi beberapa destinasi wisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

Advertisement
kemenparekraf gandeng media untuk simulasi wisata insentif di lampung @pariwisata_lampung
Peserta tur simulasi wisata insentif, dari media online dan media sosial Lampung, saat berada dalam bus menuju destinasi wisata di Pesawaran. (Foto: @pariwisata_lampung)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng media online dan media sosial dalam simulasi wisata insentif (incentive) CHSE di Lampung, pada Kamis (23/09/2021).

Sehari sebelumnya, Rabu (22/09), telah disosialisasikan panduan Cleanliness, Health, Safety and Environmental (CHSE) di Hotel Novotel Lampung.

Simulasi insentif dengan penerapan CHSE ini diikuti wartawan lokal Lampung dan praktisi media sosial.

Baca juga:
* Kemenparekraf Sosialisasikan CHSE untuk MICE di Lampung

Rekan-rekan media diajak mengunjungi beberapa destinasi wisata di Kabupaten Pesawaran dan Kota Bandar Lampung.

Meliputi Pulau Pahawang Kecil, Pulau Pahawang Besar, Pulau Kelagian Kecil, Puncak Mas, Toko Oleh-oleh Aneka Rasa, dan Cikwo Resto & Coffee.

Penerapan CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Pelestarian Lingkungan) sudah terlihat sejak awak media sarapan di Hotel Novotel.

Seluruh tamu yang sarapan diminta untuk cek suhu tubuh dan cuci tangan. Kemudian diberikan sarung tangan plastik sebelum menuju meja sajian makanan.

Jumlah peserta 10 orang, namun kendaraan yang digunakan adalah bus medium kapasitas 20 orang. Sehingga masing-masing peserta bisa menjaga jarak dan duduk dengan leluasa.

Tiba di Dermaga Ketapang, peserta kembali dites dengan thermo gun. Dipandu oleh guide yang selalu mengingatkan pedoman CHSE, perahu menuju Pulau Kelagian Kecil.

Kamudian dilanjutkan dengan berkunjung ke Pahawang Besar untuk makan siang di salah satu homestay.

Di Pahawang Besar pun, baik wartawan dan praktisi media sosial sebagai peserta tur wisata insentif, wajib menerapkan protokol CHSE. Termasuk pihak homestay yang menyediakan makan siang di tepi pantai.

Baca juga:
* Jelajah Pulau Pahawang, Keindahan Eksotis yang Menghipnotis

Puas berwisata bahari, 10 peserta dari berbagai media kembali ke Kota Bandar Lampung di sore hari.

Di Puncak Mas peserta tur diajak foto-foto dengan latar belakang Kota Bandar Lampung.

Setelah menikmati suasana sunset di ketinggian bukit, peserta menikmati makan malam di Cikwo Resto.

Kunjungan terakhir ini sekaligus untuk lebih mengenalkan ragam kuliner khas Lampung. Seperti gulai taboh ikan nila dan seruit. Serta minuman serbat kweni dan kopi robusta Lampung Barat.

Turut mendampingi simulasi wisata insentif ini antara lain; staf Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf dan salah seorang Kasi di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

Praktisi media sosial Ahmad Zakaria tampak mengabadikan berbagai momen di acara tur ini. Merekam foto dan video melalui gawainya. Lalu mengunggahnya di akun instagram @selampung dan @kakak_zack2.

“Hobi jalan-jalan bisa tersalurkan dan bisa bermanfaat. Saya bisa motret dan nge-vlog. Memberitahu pengikut saya bahwa wisata intensif di Lampung bisa dilakukan kembali. Dengan syarat selalu terapkan protokol kesehatan,” Timpal Zakaria.

Baca juga:
* Bupati Pesawaran: Perlu Komitmen Bersama Untuk Buka Kembali Destinasi

Media online yang ikut serta dalam simulasi wisata insentif ini dari; Lampung Post, Tribun Lampung, Fajar Sumatera, Radar Lampung, Rilis.id.

Sedangkan praktisi media sosial antara lain; @selampung, @lampuung, @kelilinglampung_, @pariwisata_lampung.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here