Sestyc, Aplikasi Media Sosial Buatan Anak Indonesia

Advertisement
Sumber : Instagram @sesty_id

Dewasa ini, sebagian besar masyarakat Indonesia menghabiskan waktunya berselancar di internet dan sangat aktif menggunakan media sosial. Sementara itu, lima pemuda asal Surabaya ini melihat masih kurangnya media sosial asal Indonesia ataupun sangat sedikit platform media sosial dari dalam negeri. Berangkat dari hal tersebut, membuat kelima pemuda asal Surabaya ini ingin menciptakan platform media sosial yang nyaman dan pas di hati masyarakat Indonesia, sehingga akhirnya tercipta sebuah aplikasi bernama ‘sestyc’.

Sestyc adalah sebuah aplikasi sosial media yang fokus kepada aspek foto sharing dan chatting. Sestyc dibuat dengan tujuan agar penggunanya dapat dengan mudah untuk mencari teman-teman baru dan memberikan kesempatan untuk semua pengguna mendapatkan audience yang luas.

Sestyc untuk pertama kalinya dirilis di Playstore pada 1 April 2019.  Saat itu, Sestyc hanya dapat dinikmati dan hanya tersedia untuk pengguna Android . Dikarenakan untuk Versi Ios-nya sendiri  masih dalam tahap pengembangan . Tetapi kini mulai pada 1 April 2020, Pengguna Iphone sudah dapat mengunduh dan menikmati aplikasi ini karena Sestyc sudah tersedia di App Store.

Lodixon Gonzalles, Co-founder Sestyc yang berumur 19 tahun ini mengungkapkan bahwa dibalik penamaan aplikasi ini yaitu ketika mereka berinisiatif untuk mencari nama yang unik dan tidak pernah didengar oleh orang lain, oleh karena itu tercipta nama ‘Sestyc’ yang terdengar dan terkesan unik ini.

Dixon juga menjelaskan bahwa sejak diliris pada 1 april 2019 lalu, Aplikasi Sestyc ini sudah mengalami banyak sekali perkembangan. Mulai dari perkembangan segi fitur tampilan dan  peningkatan kualitas lainnya, serta Sestyc juga sudah mengalami dua kali pergantian logo.

Aplikasi Sestyc sering dikatakan aplikasi instagram versi Indonesia karena beberapa fitur dan tampilannya cukup mirip dengan fitur yang ada di instagram. Seperti posting foto dan video, memberi like pada postingan orang lain, mengungah stories, search dimana untuk mencari pengguna lain berdasarkan username, explore mencari sesuatu berdasarkan hastag dan fitur lainnya yang membuat aplikasi ini mirip dengan instagram. Bahkan juga tampilan aplikasi ini dapat diatur menjadi dark mode.

Tetapi ada beberapa fitur yang  dapat membedakan Sestyc dengan instagram dan yang menjadi nilai plus dari Aplikasi ini, yaitu antara lain:

  1. Random chat. Random chat ini merupakan fitur dimana kita dapat mencari teman baru secara acak.
  2. Anonymous chat, yaitu fitur dimana kita dapat melakukan interaksi dengan orang lain namun identitasnya tidak dapat diketahui.
  3. Nearby people, yaitu fitur dimana pengguna dapat mengetahui siapa saja yang ada di sekitar kita yang juga menggunakan aplikasi Sestyc, dimulai dari radius 1 km sampai 10 km. Fitur ini dapat mempermudah orang untuk mencari teman baru di sekitarnya.
  4. News, yaitu fitur berita dimana kita dapat membaca dan mengikuti berita-berita dimulai dari yang trending atau sedang hangat, hiburan, bisnis dan lain sebagainya.
  5. Profile Visit, yaitu  fitur dimana kita dapat mengetahui siapa saja yang mengunjungi profile kita, membuat stalker sekalipun akan terdeteksi. Fitur ini membuat pengguna merasa aman.
  6. Sestyc Shop, yaitu fitur dimana untuk membeli stiker dan border profile picture dengan menggunakan koin Sestyc.

Sejak pertama kali diliris hingga sekarang, Aplikasi Sestyc sudah diunduh oleh lebih dari 500.000 pengguna dan diperkirakan akan dapat mencari 1 juta pengguna pada akhir tahun 2020.

“Kelebihan yang dimiliki aplikasi ini sehingga orang-orang  harus memakai sestyc adalah aplikasi ini serba guna karena bisa mencari teman baru , mengekspresikan serta mencurahkan isi hati, juga bisa sebagai tempat orang berkarya dan memberikan impact atau dampak kepada orang lain bahkan bisa sampai menginspirasi orang lain. Dan bisa dikatakan, aplikasi Sestyc ini merupakan aplikasi media sosial all in one yang berasal dari Indonesia” kata Lodixon Gonzalles kepada Genpi.id, pada Senin (31/08/2020)

Ditulis oleh Annisa Van Rizky, Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara (USU), Program Genpinas Tahun 2020

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here