Sedekah Bumi, Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Gresik

Advertisement

Hasil bumi yang melimpah setiap tahun diberikan. Masyarakat Gresik pun mengucapkan rasa syukur dengan Tradisi Sedekah Bumi yang selalu diadakan pada setiap tahunnya.

Ritual sedekah bumi ini berupa arak-arakan tumpeng raksasa yang dibentuk unik dengan kreativitas warga setempat. Kemudian, tumpeng raksasa diarak untuk keliling kampung.

Setelah diarak, tumpeng yang berisi aneka buah tersebut dikerumuni ratusan warga. Mereka terdiri dari anak-anak hingga dewasa dari dusun setempat yang bersiap merebut habis isi tumpeng. Hal inilah yang ditunggu oleh anak-anak hingga dewasa untuk memeriahkan tradisi sedekah bumi.

Di sinilah tampak kegembiraan serta rasa persatuan warga. Ada ratusan masyarakat ikut larut dalam perebutan isi tumpeng tersebut. Ada ratusan buah dan sayuran serta bahan lain habis direbut warga. Tapi memang itulah tradisi yang merupakan puncak acara sedekah bumi tersebut.

(Sumber : https://kabardesa.memontum.com/)

Biasanya sebelum acara ini tradisi Sedekah Bumi Gresik dilaksanakan, masyarakat disuguhkan berbagai tradisi kesenian seperti wayang, orkes, ludruk dan sebagainya. Kesenian tersebut dilaksanakan tepat semalam sebelum tradisi sedekah bumi digelar.

Sejarah Sedekah Bumi

Upacara sedekah bumi sendiri memiliki sejarah yang panjang, tradisi ini diawali pada sekitar abad 19 atau pada zaman penjajahan belanda. Saat itu sedekah bumi dilakukan bertujuan untuk memohon keselamatan desa dari segala malapetaka. Selain itu, secara mitologis tradisi inipun diperuntukan untuk memberi penghormatan pada leluhur desa.

Pada saat ini para penggembala muda memohon hujan lalu hujan pun terjadi, sejak saat itu penduduk desa pun sepakat mengadakan selametan untuk berterima kasih pada Tuhan yang Maha Esa dan Nenek Moyang.

Video Youtube: Sedekah Bumi Gresik

Masyarakat Kabupaten Gresik membawa banyak makanan, umbi-umbian dan hasil tumpeng untuk melaksanakan syukuran tersebut. Semua bahan makanan tersebut diletakan di bawah pohon yang dikeramatkan oleh penduduk desa.

Pohon itu konon disebut sebagai pohon Kyai dan Nyai Bulu. Setelah itu, sesajen tersebut dimakan bersama oleh warga-warga.

Ayo Lestarikan!

Merupakan hal luar biasa masyarakat Gresik masih tetap melestarikan nilai-nilai luhur masa lalu walaupun harus berhadapan dengan maraknya arus modernisasi.

Sebaiknya, Tradisi Sedekah Bumi Gresik senantiasa dijaga mengingat nilai sejarahnya yang tinggi dan merupakan kebudayaan murni dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia.

Ini merupakan tradisi positif yang kental dengan pelestarian seni dan budaya. Tradisi-tradisi lokal seperti ini harus selalu dilestarikan.

Sebagai anak muda,    melestarikan seni dan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Dengan cara apa? Kita bisa lakukan melalui pemberian apresiasi terhadap tradisi sedekah bumi. Penting juga untuk memahami nilai dan makna dari tradisi sedekah bumi.

Penulis: Adithia Risma Rara Putri, Universitas Brawijaya, Peserta Magang GenPinas 2021

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here