Satu Tahun dalam Keterpurukan, Kebangkitan Pariwisata Bali Dipertanyakan

Advertisement
Sumber Foto: Kompas.com

Tepat setahun sudah pandemi masuk ke Indonesia, Maret 2021. Hal ini bukanlah berita bagus bagi kelangsungan perekonomian, tepatnya pariwisata Bali. Bali yang sangat menggantungkan perekonomia pada pariwisatanya, harus jatuh terpuruk karena keadaan dunia. Sektor pariwisata Bali adalah salah satu sektor yang paling terdampak sebab mengutamakan jasa dalam industrinya.

Kondisi ini kian diperburuk karena tanda-tanda pandemi berakhir tidak begitu nampak. Semenjak ditutupnya pariwisata internasional Bali kehilangan penyumbang pendapatan terbesar mereka. Meski kerap kali disambangi oleh wisatawan domestik, tetap tidak dapat menutup kerugian Bali yang mencapai angka triliun.

Segala komponen masyarakat dan pemerintah saling baur membaur bekerja sama dalam upaya penekanan serta penanggulangan Covid-19, namun tetap saja minim hasil. Selain itu, para UMKM menggiatkan berbagai inovasi serta trobosan baru untuk menunjang perputaran perekonomian. Para pelaku pariwisata juga telah mati-matian mengadakan promosi hingga memberi potongan harga agar perputaran uang tetap terjadi.

Tak dapat terelakan bahwasanya pandemi sangat membuat keadaan Bali kian hari kian memburuk. Bali yang dahulu ramai serta penuh gemerlap dunia malam kini hanya sebatas pulau dengan aktivitas yang terbatas. Segala elemen masyarakat sangat berharap akan pemulihan kembali keadaan seperti sedia kala. Bali sudah sangat terpuruk sebab perputaran uang yang lambat. Pertanyaan-pertanyaan kritis muncul apakah pariwisata Bali dapat bangkit seperti semula dalam kurun waktu singkat atau memerlukan waktu yang cukup lama.

Hampir semua pekerja pariwisata dirumahkan bahkan terdapat pemutusan hubungan kerja, hotel hingga tempat pariwisata terpaksa tutup karena tidak mau merugi lebih banyak. Hal ini menjadikan adanya seruan agar pemimpin lebih tegas dalam mengeluarkan kebijakan terutama dalam distribusi vaksin serta pembukaan pariwisata internasional.

Pandemi seperti ini membuat kita semua sadar akan berharganya hidup normal tanpa batasan dan jarak. Diperlukannya kerja sama dan saling bahu membahu agar pandemi ini segera berakhir. Baik masyarakat maupun pemerintah seharusnya saling membantu dan menumbuhkan kesadaran diri demi kepentingan khalayak ramai.

Penulis: Ni Kadek Sinta Devi Setiawati, Universitas Jember, Kelompok 10 Event & News, Internship Generasi Pesona Indonesia

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here