Pesona Desa Wae Rebo, Surga di Tanah Flores

Advertisement

Genpi.Id – Wae Rebo adalah sebuah desa tradisional yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa Wae Rebo merupakan desa tertinggi di Indonesia yang berada di ketinggian 1.200 mdpl. Setiap pagi kabut tipis menyelimuti desa yang membuat Wae Rebo bak negeri di atas awan. Pemandangan tujuh rumah adat dengan hamparan bukit hijau di sekitarnya memberikan momen terindah bagi pengunjung yang pernah datang ke desa ini.

Akses menuju desa ini memerlukan perjalanan yang panjang untuk mencapai lokasi. Untuk mencapai Desa Wae Rebo, Anda perlu melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Denpasar dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo melanjutkan perjalanan menuju Desa Denge dengan bus / travel selama 2 – 3 jam. Desa Denge merupakan desa terakhir yang bisa diakses dengan kendaraan. Setelah sampai di Desa Denge, Anda perlu melanjutkan pendakian selama 3 – 4 jam dengan melewati hutan dan menyebrangi sungai. Selama pendakian terdapat tiga pos pemberhentian untuk Anda beristirahat sejenak.

Saat tiba di lokasi, Anda akan disambut dengan keramahan penduduk Desa Wae Rebo. Rasa lelah setelah melewati perjalanan panjang seketika hilang dengan pesona keindahan hamparan bukit hijau yang terlihat di depan mata. Hotel atau homestay tidak akan Anda temukan di desa ini karena hanya tujuh buah rumah adat saja yang berdiri disana. Namun tidak perlu khawatir karena Anda dapat menginap di rumah penduduk setempat. Di sini Anda dapat melihat tujuh rumah adat yang disebut “Mbaru Niang” yang telah bertahan selama 19 generasi. Mbaru Niang berbentuk mengerucut keatas yang terbuat dari kayu dan ilalang yang dianyam sebagai atapnya. Bangunan dengan arsitektur tradisional yang unik ini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Wae Rebo. Pada 2012 yang lalu , Desa Wae Rebo telah ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Setiap bulan November, penduduk Desa Wae Rebo merayakan upacara adat Penti sebagai bentuk rasa syukur berkat hasil panen selama setahun dan memohon keharmonisan serta perlindungan. Saat perayaan berlangsung penduduk menggunakan pakaian adat beserta aksesori yang lengkap. Bagi anda yang ingin mengunjungi Wae Rebo, ini adalah waktu yang tepat untuk dapat melihat petunjukan atraksi oleh penduduk setempat.

Wae Rebo terkenal dengan kerajinan kain tenunnya yang merupakan hasil tenun dari penduduk wanita setempat. Desa ini juga memiliki kebun kopi yang menghasilkan biji kopi terbaik dan memiliki rasa yang nikmat. Oleh karena itu, banyak pengunjung yang membawa kain tenun dan hasil kopi sebagai cendera mata untuk dibawa pulang. Keindahan pemandangan hamparan hijau dan kearifan lokal yang kental membuat para pengunjung tidak sulit untuk langsung jatuh cinta dengan desa ini. Selain itu kehangatan penduduk membuat para pengunjung tidak rela untuk meninggalkan desa di atas awan ini. Jangan lupa untuk jadikan desa ini sebagai destinasi liburan Anda berikutnya ya!

Ditulis oleh Farah Nabila, Universitas Al Azhar, Jurusan Broadcasting and New Media, pada Program Magang Genpinas tahun 2020.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here