Pekerja Hotel Bangga Bisa Melayani Tenaga Medis COVID-19

Pekerja Hotel Bangga Berkesempatan Melayani Tenaga Medis Hadapi COVID-19
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat meninjau Swiss-Belhotel . (Foto: ist)

Para staf dan karyawan hotel tempat menginap tenaga medis dan tim gugus tugas penanganan COVID-19 mengaku bangga karena dapat berkontribusi dalam penanganan COVID-19 dengan cara memberikan pelayanan terbaik bagi para tenaga medis.

Dukungan bagi tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19 setiap hari kian masif. Terbaru, dukungan dari Swiss-BelHotel Pondok Indah yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menyediakan akomodasi bagi tenaga medis dari Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan, salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Jakarta.

Baca juga:
* Kemenparekraf Gandeng RedDoorz Siapkan Akomodasi Tambahan Bagi Tenaga Medis

“Kami tentunya merasa bangga karena bisa ikut berkontribusi dengan menyiapkan akomodasi bagi para tenaga medis. Dimana dalam melayani mereka, kami memberikan yang terbaik dengan tetap memperhatikan SOP (Standard Operational Procedure) kesehatan,” kata Billy Tjandra, Assistant Regional Director-Sales and Marketing Swiss-Belhotel.

Billy mengatakan pihaknya menyiapkan 80 kamar yang diperuntukkan bagi 150 tenaga medis yang menginap. Seluruh kamar tersebut dilengkapi fasilitas pendukung meliputi makanan, laundry pakaian, dan kebutuhan lainnya.

Kehadiran para pahlawan COVID-19 ini juga disambut dengan baik oleh para pekerja maupun staf hotel. Mereka merasa bangga karena dapat berkontribusi dalam upaya menghadapi pandemi COVID-19 yang hingga Kamis (2/4) kemarin tercatat 1.790 kasus positif dengan 170 orang meninggal dunia dan 112 sembuh. Yakni dengan keahlian mereka dalam melayani para tenaga medis.

Agustian dari divisi housekeeping misalnya. Ia dengan lebih detail melakukan pekerjaanya membersihkan dan merapikan kamar serta area umum lainnya di hotel, untuk memberi kenyamanan dan keamanan para tenaga medis. Ia sadar bahwa prosedur kesehatan harus dijalani dengan baik.

“Dengan adanya tim dokter, tim medis, ataupun perawat yang menginap di sini, membuat saya merasa ikut berjuang bersama mereka untuk menghadapi virus Corona ini. Kita sangat mengapresiasi, terima kasih untuk tim dokter, kita merasa bangga bisa ikut membantu,” kata Agustian.

Lebih lanjut ia mengatakan, kehadiran tim medis yang menginap juga memberi dampak yang positif terhadap operasional hotel. Ia tidak memungkiri bahwa sejak virus Corona merebak, industri perhotelan sangat terdampak. Jika tingkat keterisian di atas 70 persen, kini sangat jauh di bawah itu.

“Dengan kehadiran tim medis menginap ini sangat berimbas, banyak teman-teman saya yang kerja di hotel sebagian sudah dirumahkan, tapi di sini kita masih bisa bekerja berjuang untuk anak istri dan keluarga di rumah. Mudah-mudahan cepat hilang virus Corona,” kata Agustian.

Hal senada dikatakan Dian Chairunnisa dari bagian housekeeping laundry. Ia mengatakan, apa yang ia lakukan mungkin terlihat kecil. Namun ia yakin, dampaknya akan sangat besar dalam menunjang perjuangan tenaga medis.

“Saya sangat berharap virus cepat menghilang, Terima kasih juga untuk pemerintah sudah maksimal untuk membantu kita di sini. Mungkin dari pekerjaan saya ini terlihat kecil, hanya melaundry pakaian dari paramedis tapi saya ikut merasa bangga bisa membantu mereka. Saya di sini bisa merasa bersama menjaga Indonesia,” kata dia.

Perasaan bangga juga diungkapkan Senior Chef Swiss-Belhotel Pondok Indah, Reuben. Ia bertanggung jawab menyiapkan menu makanan bagi para tenaga medis untuk tiga kali setiap harinya.

Saat ini ia dan rekan-rekannya merasa memiliki tamu yang sangat spesial. Untuk itu, mereka juga berusaha memberikan yang terbaik yakni dengan menyiapkan menu makanan seimbang antara karbohidrat, protein, dan serat.

“Menu yang kita olah tentu berbeda, karena mereka harus memiliki imunitas yang baik dimana salah satunya ditunjang melalui makanan,” kata Reuben.

Sama seperti rekan-rekannya, ia juga merasa bangga dengan perjuangan para tenaga medis yang tidak kenal lelah setiap harinya berjuang menghadapi COVID-19.

“Semoga dengan passion yang kami miliki bermanfaat untuk tenaga medis. Karena yang kita tahu, yang mereka perjuangkan sangat berat. Dan tentu saja kami akan memberikan profesionalitas terbaik kami dan akan terus mendukung para tenaga medis,” kata dia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang meninjau kesiapan Swiss-Belhotel, mengapresiasi dukungan dari para pemangku kepentingan pariwisata yang ikut berkontribusi dalam penanganan COVID-19.

“Saya tentunya sangat mengapresiasi dukungan dari industri. Dan melihat langsung semangat serta dukungan dari staf dan seluruh pekerja hotel. Saya mengucapkan terima kasih,” kata Wishnutama.

Baca juga:
* Pelaku Ekonomi Kreatif Diajak Produksi 100ribu Masker Kain Tekan Wabah COVID-19

Wishnutama yang dalam kunjungannya didampingi Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Rizky Handayani Mustafa, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fajar Utomo, Juru Bicara Satgas COVID-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema, Staf Khusus Bidang Keamanan Adi Deriyan Jayamarta selalu menekankan prosedur kesehatan yang harus dijalani.

“Dengan demikian akan memberikan rasa nyaman dan aman tidak hanya bagi tenaga medis, tapi juga para staf dan karyawan hotel,” kata Wishnutama.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here