Pasar Yosomulyo Pelangi 18 Agustus, Ada “Semar Mbangun Pasar”

Kamu sudah kenal dengan Pasar Yosomulyo Pelangi di Metro Lampung? Sebuah destinasi digital kerjasama Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung dan warga sekitar pasar.

Sedangkan kalau kamu pengunjung setia Pasar Yosomulyo Pelangi, kamu akan selalu mendapatkan tema menarik yang berganti-ganti setiap minggunya. Hal ini tentu dilakukan pengelola pasar agar pengunjung merasa senang dan tidak bosan berkunjung.

Termasuk kali ini khusus di Bulan Agustus 2019, ada yang berbeda di pasar yang berada di tengah perkampungan warga di Kota Metro, Lampung.

Baca juga:
* Millennials Tourism Corner: Anak Muda Harus Terlibat Dalam Dunia Pariwisata

Dijelaskan oleh Penggerak Pasar Yosomulyo Pelangi Dharma Setyawan, Jumat (09/08/2019), Payungi akan kolaborasi lagi dengan kesenian tradisional. Kali ini gelaran Wayang Kulit dengan Lakon “Semar Mbangun Pasar”, pada Minggu 18 Agustus 2019.

Pasar Yosomulyo Pelangi - Semar Mbangun Pasar
Pasar Yosomulyo Pelangi dengan tema “Semar Mbangun Pasar’, pada Minggu 18 Agustus 2019.

“Lakon plesetan dari kisah asli Semar Mbangun Khayangan. Keresahan Semar terhadap para pemimpin yang tidak peduli terhadap rakyatnya, dan hanya mementingkan diri sendiri.” Dharma mengisahkan sedikit cerita dibalik tema yang diangkatnya.

Dijelaskannya, Semar bermaksud membangun khayangan adalah sebuah kiasan untuk menciptakan khayangan dalam jiwanya. Mengembalikan keluhuran budi, khayangan dalam jiwa adalah rela berkorban, terus memberi yang terbaik dan juga sikap lapang dada. Sebuah singgasana batin, bahwa yang harus dibenahi adalah jiwa dan diri masing-masing.

“Kemerdekaan merupakan epos sejarah bangsa kita, para pejuang yang berjuang mengorbankan dirinya untuk bangsa dan negara. Lakon Semar Mbangun Khayangan, kita ambil pelajaran penting bagi masyarakat kita hari ini.” Dharma menerangkan hikmah tema.

Lakon “Semar Mbangun Pasar” adalah konsep masyarakat yang terus membangun kegotong-royongan. Bukan hanya pada capaian politik dan ekonomi, tapi pada pengembalian budaya yang lama tergerus oleh sikap individual. Pasar sebagai tempat bertemu. Ronggowarsito pernah memprediksi “Pasar Ilang kumandange” (pasar hilang suaranya), makna lebih luas hilang interaksi fisik (online), hilang suara riuh dari jauh, hilang tawar menawar.

Baca juga:
* GenPI Tanggamus: Ayo Liburan Seru ke 10 Tempat Wisata Ini!

“Maka Payungi mencoba membangkitkan kumandang atau suara pasar dengan memanggil melalui media digital, mengabarkan kepada khalayak ramai, bahwa Pasar tetap ada dan menjadi medium silaturahim.” Ajaknya.

Pasar Yosomulyo Pelangi akan buka, seperti biasa, dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 04:00 pagi keesokan harinya. Untuk gelaran pasar jajanan tradisional tetap berlangsung pukul 06.00-11.00 WIB. Dengan wahana permainan panahan, flying fox, lempar pisau, kampung kelinci, Lebah Trigona, Kampung Buku dan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here