Optimalkan Wisata Bahari, Batam Berencana Bangun Dermaga Cruise

Ilustrasi Dermaga Cruise Batam - Photo by Jamie Morrison on Unsplash
Foto ilustrasi. (Photo by Jamie Morrison on Unsplash)

Genpi.id – Kota Batam, Kepulauan Riau, sangat serius memaksimalkan wisata bahari. Khususnya wisatawan dari cruise ship. Untuk mendukung hal tersebut, Batam berencana membangun dermaga khusus cruise. Ada 5 lokasi yang disiapkan. Payung hukumnya juga sudah siap, berupa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi (PZ).

Keseriusan Batam membangun dermaga khusus cruise ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) RDTR, Senin (4/11), di Hotel Harris, Batam Centre, Batam. Lokasi yang diusulkan adalah Kecamatan Bengkong, Batuampar, Lubukbaja, Kecamatan Nongsa, dan Batam Kota. Acuannya, Ranperda RDTR dan PZ Kota Batam tahun 2019.

Baca:
* Batam Optimistis Penuhi Target 2,4 Juta Kunjungan Wisman 2019

“Dermaga khusus cruise jadi kebutuhan mendasar Batam. Sebab, cruise potensial di dalam membawa wisman dalam jumlah besar. Kalau cruise ini singgah di Batam tentu memberikan impact besar kepada pariwisata. Kami optimistis, dalam beberap tahun ke depan, Batam ini sudah disinggahi cruise,” ungkap Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata, Senin (4/11).

Posisi RDTR untuk dermaga cruise Batam sudah dimulai sejak 2018. Saat itu penyediaan peta dasar berskala 1 : 5.000 sudah dilakukan. Pembuatan peta dasar ini bahkan sesuai dengan verifikasi Survey Kelengkapan Lapangan. Proses pembuatannya bahkan melibatkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga Badan Informasi Geospasial (BIG).

Selain RDTR, PZ untuk Kecamatan Batuaji dan Sekupang bahkan sudah disusun Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Penyusunan PZ itu sebagai upaya percepatan Online Single Submission (OSS). Makin mengerucut, Ranperdanya sudah masuk dalam legislasi daerah Kota Batam. Pembahasannya akan dimulai pada semester pertama 2020.

“Batam perlu memiliki dermaga khusus cruise. Posisinya strategis karena berada dalam zonasi jalur cruise. Garis pantainya indah dan potensial untuk disandari cruise. Dengan segala pertimbangan dan kelengkapan syarat administrasi, kami berharap rencana ini segera direalisasikan,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar.

RDTR dan PZ pembangunan dermaga khusus cruise di Batam disusun untuk jangka 20 tahun. Secara teknis, pengembangan dermaga khusus cruise ini terbuka bagi penyediaan ruang khusus. Spot tersebut rencananya akan dibangun gedung kesenian, pusat pertunjukan internasional, bahkan pengembangan sirkuit balap seperti di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

“Pergerakan wisman di Batam dari jalur laut akan semakin kompetitif bila dibangun dermaga khusus cruise. Saat ini saja pergerakan wisman dari jalur laut sangat bagus di Batam. Jalur cruise yang potensial itu ada di Selat Malaka. Manfaat dari kehadiran cruise saat ini sudah dirasakan Bintan,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf Dessy Ruhati.

Pergerakan wisman dari jalur laut pada Juni 2019 kompetitif di Batam. Jumlahnya mencapai 176,1 Ribu orang wisman. Angka ini melsat jauh dari beberapa pintu laut di Kepri. Pelabuhan Tanjung Uban hanya dilewati 61,8 Ribu wisman, lalu 19 Ribu orang di Pelabuhan Tanjungpinang. Bandingkan pada Januari 2019, jalur laut Batam menghasilkan 131,4 Ribu orang wisman.

Baca juga:
* Museum Batam, Destinasi Wisata yang Menginspirasi

Lebih spesial, jumlah penumpang cruise menuju Indonesia sejak awal diprediksi naik 9,7%. Angka riil itu sekitar 387.873 orang. Jumlah cruise ship calls-nya juga diprediksi naik 19,6% menjadi 593 calls pada tahun ini. Untuk cruise traffic 2019, zonasi Sumatera memiliki slot 38%. Prosentasenya lebih besar dari kuota Bali sekitar 21% atau 20% di Nusa Tenggara. Untuk zonasi Jawa saja hanya memiliki slot 16%.

“Cruise sangat efektif untuk menaikan jumlah dan pergerakan wisman. Dengan segala keuntungan yang dimiliki Batam, dermaga khusus cruise menjadi sangat vital bagi Batam. Untuk lokasinya harus dipilih yang paling bagus. Selain memenuhi aspek lingkungan dan sosial, spot ini mudah menjangkau beragam destinasinya,” tutup Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here