Model Perancangan Wisata Edukasi

Sumber gambar: tarrantcountyaggies.com

Hallo sobat genpi!! Bagaimana kabar kalian semua? Semoga dalam keadaan sehat selalu ya! Nah setelah artikel sebelumnya membahas tentang wisata edukasi secara konseptual, kali ini kita masih akan membahas tentang wisata edukasi lagi ya sobat genpi. Namun, kali ini kita akan membahas wisata edukasi lebih secara teknis bagaimana perancangan wisata edukasi tersebut.

Sebelum membahas secara langsung, mari kita mengulas sedikit tentang wisata edukasi. Sesuai namanya, wisata edukasi merupakan penggabungan antara kegiatan edukasi dengan wisata. Nah jadi kalian yang sedang berwisata bisa banget nih mendapatkan pengetahuan di tempat yang dikunjungi. Lalu bagaimana sih sebenarnya wisata edukasi dapat berjalan dengan baik? Mari kita bahas bersama ya sobat genpi.

Terdapat dua elemen penting dalam perancangan model wisata edukasi, yaitu tutorial learning dan eksplorasi tempat. Perpaduan kedua elemen tersebut akan menghasilkan tempat wisata yang mampu menghadirkan elemen pembelajaran di setiap titiknya. Maka dari itu, setiap titik yang ada di tempat wisata perlu digali lebih dalam untuk digabungkan dengan materi edukasi.

Tutorial learning menjadi point penting sebagai landasan untuk memberikan materi pembelajaran kepada wisatawan. Menurut Ahmadi (1997: 73) tutorial learning merupakan proses pembelajaran melalui beberapa cara, seperti bimbingan, petunjuk arahan, bantuan, dan pemberian motivasi. Dengan demikian perlu disiapkan materi yang sesuai dengan lokasi untuk disampaikan kepada wisatawan. Secara sederhana materi tersebut mampu secara ditangkap mudah oleh wisatawan.

Selain tutorial learning, perlu juga dilakukan eksplorasi tempat untuk mencari kecocokan antara materi yang akan disampaikan dengan titik-titik yang di objek wisata. Tujuan utama dari eksplorasi tempat ini adalah wisatawan dapat mengetahui secara langsung titik yang disampaikan dalam tutorial learning. Sehingga wisatawan tidak hanya akan mendengarkan saja materi yang disampaikan oleh pemandu, melainkan juga dapat melihatnya. Selain itu, dalam setiap titik juga perlu dipersiapkan papan informasi sebagai media untuk membantu wisatawan dalam memahami apa yang mereka sedang nikmati.

Nah di atas adalah merupakan elemen penting yang perlu disiapkan untuk merancang wisata edukasi. Terlihat mudah bukan? Tentunya dalam pelaksanaannya tidak akan semudah seperti itu. Yuk kalian kunjungi objek wisata edukasi yang di daerah kalian ya! Selain bersenang-senang kalian juga akan mendapatkan pengetahuan baru lho!

Sumber:

Priyanto, Rahmat, dkk. 2018. “Perancangan Model Wisata Edukasi di Objek Wisata Kampung Tulip”. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, hlm. 32—38

Kontributor Herlambang Eka Persada, Universitas Gadjah Mada, Program internship Genpinas tahun 2020, Kelompok 11 Ekonomi Kreatif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here