Meru Betiri, Kawasan Konservasi ‘Rumahnya’ Penyu Belimbing

Taman Nasional Meru Betiri
Perjalanan menuju Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur, sangat mengasyikkan. (Foto; ist)

Ada diantara kamu yang ingin berpetualang di alam bebas dan melihat Penyu Belimbing di habitat aslinya? Coba deh traveling ke Pantai Sukamade yang masuk dalam Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Jawa Timur.

Taman Nasional Meru Betiri secara administratif berada di 2 kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Menu Betiri menjadi rumah bagi 449 jenis flora dan 325 fauna.

Baca juga:
* 10 Foto Eksotis Pantai Teluk Hijau di Banyuwangi

Meru Betiri
Melewati jalan tanah dengan suasana rindang. (foto; ist)

Meru Betiri yang di dalamnya terdapat kawasan hutan dan pantai, menjadi salah satu lokasi wisata favorit berbasis ecotourism sejak beberapa tahun terakhir. Menurut data sejarah TNMB, Belanda sudah menjadikan Meru Betiri sebagai kawasan yang wajib dilestarikan pada tahun 1929.

Salah satu aktivitas favorit yang traveler bisa lakukan adalah melihat proses bertelur Penyu Belimbing di pesisir Pantai Sukamade. Di pesisir pantai ini, selain Penyu Belimbing, juga kerap menjadi tempat berkembang biaknya Penyu Hijau, Penyu Sisik, dan Penyu Ridel/Lekang.

Melihat Penyu di Meru Betiri
Melihat Penyu di Meru Betiri. (Foto: ist)

“Biasanya penyu bertelur itu mulai dari pukul 19.00 WIB sampai subuh. Mereka memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga jam, mulai dari membuat lubang hingga kembali lagi ke laut,” jelas Puji, salah seorang petugas di Resort Sukamade, di Pantai Sukamade, Desa Barongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (12/11/2019).

Puji membeberkan, proses penyu-penyu bertelur di sana sangat alami. Dan tidak setiap saat ita bisa menyaksikan penyu-penyu itu singgah ke Pantai Sukamade. Kalau beruntung, traveler bisa melihat aktivitas penyu bertelur di pesisir pantai.

Gambar Penyui Belimbing
Gambar Penyui Belimbing di TNMB. (Foto: ist)

“Wisatawan boleh melihat penyu yang bertelur dengan beberapa syarat. Seperti tidak boleh berisik, tidak menyalakan cahaya seperti senter. Serta menjaga jarak dengan penyu yang sedang ingin bertelur dan tidak boleh di depan penyu.” Puji menerangkan.

Puji menambahkan, karena ini berlangsungnya secara alami, bisa saja satu malam tidak ada penyu yang naik untuk bertelur.

Ecotourism Tour Operator Forum di TNMB
Tour di TNMB. (foto: ist)

Marzie Fallah salah satu peserta Ecotourism Tour Operator Forum yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, perjalanan ke Meru Betiri memberikan pengalaman yang sangat mengesankan. Lantaran Indonesia sangat potensial untuk mengembangkan ekowisata dan menarik banyak wisatawan untuk datang.

“Forum Tour Opeator” berlangsung pada tanggal 8-13 November 2019, dimana sejumlah tour operator dalam dan luar negeri diajak berkunjung ke sejumlah destinasi, untuk mengembangkan paket perjalanan ekowisata yang menyasar high-end tourist.

“Meskipun tidak ada signal, tapi itu sangat baik buat wisatawan untuk lebih dekat dan menyatu dengan alam. Itu sangat mengesankan. Dan saya belajar banyak dari perjalanan saya kali ini,” katanya.

telur penyu di Taman Nasional Meru Betiri
Mencari dan mengamankan telur penyu di Taman Nasional Meru Betiri. (foto; ist)

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan ekowisata adalah benchmark yang paling bagus dalam menerapkan konsep Sustainable Tourism Development (STD) sekaligus menyasar high-end tourist.

Hal ini dikarenakan pengembangan ekowisata tidak sama dengan mass-tourism yang hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), melainkan lebih fokus mengincar wisman berkualitas.

“Kita mencoba mengangkat semua potensi yang ada. Untuk itu, kami memperkuat jejaring antar tour operator ekowisata nasional dan internasional agar bersama-sama mengemas paket wisata yang menarik buat pasar masing-masing negara,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani.

mencari telur penyu di TNMB malam hari
Mencari penyu bertelur hanya bisa dilakukan malam hari. (Foto: ist)

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui empat jalur jalan darat, baik dari Jember maupun Banyuwangi. Untuk mengunjungi taman nasional ini, sebaiknya datang saat musim kemarau, karena jalur menuju tempat ini sangat rentan terhadap banjir saat musim hujan.

Kendaraan yang digunakan juga membuat pengalaman wisatawan lebih mengesankan. Yakni mobil dengan penggerak empat roda, mengingat kondisi jalan yang bebatuan, berlumpur, dan melewati beberapa sungai.

Sebelum menuju ke Pantai Sukamade, pengunjung akan melewati dua pantai yang cukup terkenal. Yaitu Pantai Rajegwesi yang dikenal dengan karangnya yang indah serta Teluk Ijo, sebuah teluk yang memiliki warna biru kehijau-hijauan.(*)

Ada yang sudah pernah berkunjung ke Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Jawa Timur? Bagaimana pendapatmu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here