Mengunjungi Kawah IJen Saat New Normal

Mau pergi liburan ke Kawah Ijen? Yuk ketahui dulu hal-hal apa saja yang perlu kamu tahu sebelum pergi mengunjungi kawah ijen di New Normal ini.

Foto By @Furstset

Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung Ijen ini memiliki ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut. Keindahan fenomena alam yang dimiliki kawah Ijen, merupakan fenomena alam yang langkah dan unik, fenomena alam tersebut yaitu blue fire. Konon blue fire ini hanya ada dua di dunia yaitu di Indonesia dan Islandia saja.

Tak heran hal tersebut menjadi daya tarik bagi banyak wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Destinasi wisata ini cocok sekali untuk kamu yang berjiwa petualang dan yang ingin melepaskan penat setelah berbulan-bulan di rumah karena adanya pandemi Covid-19. Supaya kamu tidak sia-sia melakukan perjalanan jauh dari rumah ke Kawah Ijen maka kamu harus tahu ini.

Dilansir dari Antara, Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V jember R Tjahjo Widodo meresmikan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dibuka kembali bagi wisatawan setelah sempat ditutup sementara dikarenakan pandemi Covid-19. Kawah Ijen resmi dibuka setelah adanya rekomendasi dari Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso sejak bulan juli lalu. Menurut Bakorwil, dengan dibukanya Kawah Ijen ini harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 yang sesuai dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sehingga jumlah pengunjung ke Kawah Ijen sangat di batasi.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu mengetauhi hal-hal penting apa saja yang perlu dipersiapkan untuk berkunjung ke kawah ijen. Berikut yang perlu kamu perhatikan!

  1. Pendaftaran dilakukan secara daring.
    Pendaftaran untuk calon pendaki sejak tahun lalu sudah dilakukan secara daring dengan mengakses http:/ijenbluefire.bbksdjatim.org. Perlu diingat, karena kapasitas pengunjung dibatasi, dalam beberapa jam saja tiket cepat habis terjual. Jadi sebelum berangkat pastikan kamu daftar terlebih dulu.
  2. Selain wisatawan lokal (Banyuwangi dan Bondowoso) diwajibkan membawa hasil rapid test non reaktif.
    Menyesuaikan aturan new normal dalam masa pandemi pendaki diharuskan menjaga jarak dengan pendaki lainnya, diwajibkan untuk bercuci tangan sebelum melakukan pendakian dan memakai masker khusus yaitu N95 atau repirator. Selain untuk terhindar dari penyebaran virus, guna masker yaitu untuk menghindari asap belerang yang beracun. Jika kamu tidak ada masker repirator, kamu bisa menyewa masker tersebut kepada penyewa yang ada di gunung ijen. Untuk harga sewa masker yaitu Rp. 25.000.
  3. Membawa perlengkapan.
    Untuk menuju Kawah Ijen Kamu harus membawa perlengkapan, seperti senter, jaket, obat dan juga membawa makanan ringan secukupnya, karena diatas kamu tidak akan menemui penjual makanan dan ingat selalu jaga kebersihan ya.
  4. Menentukan waktu yang tepat.
    Kawah Ijen diberlakukan penutupan setiap hari jumat di minggu pertama untuk setiap bulannya. Nah, jika kamu tak ingin melewatkan momen blue fire, waktu yang paling tepat untuk melakukan pendakian yaitu mulai pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Selain mendapatkan blue fire, jika cuaca mendukung kamu akan dapat menikmati momen indahnya sunrise dari punjak ijen.
  5. Harga Tiket
    Untuk harga tiket masuk wisatawan nusantara sekitar kurang lebih Rp. 10.000,- Sedangkan wisatawan manca negara berkisar Rp. 100.000 hingga 150.000. Sedangkan harga tiket parkir kendaraan roda dua Rp. 5.000, roda empat 10.000 dan untuk berkemah Rp. 5.000.

Untuk dapat menuju kawah ijen, terdapat dua rute alternaif, Rute ini sering digunakan oleh para pengunjung yaitu Banyuwagi dan Bondowoso.

Jika kamu melalui rute Banyuwangi untuk menuju kawah ijen, kamu dapat menempuh dari Banyuwangi kemudian menuju kecamatan licin, lalu dari licin ke Patulding. Nah dari patulding kamu dapat berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju kawah ijen. Sedangkan untuk rute Bondowoso, kamu dapat menepuh melalui Bondowoso menuju Wonosari lalu ke Sempol. Setelah itu ke Patulding, sesampainya di sana kamu berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer.

Walaupun Taman Wisata Alam Kawah Ijen di tengah pandemi telah dibuka, tetap taati protokol kesehatan demi terhindar dari corona. Selain itu lakukan persiapan fisik sebelum mendaki, keselamatan selama pendakian adalah prioritas utama.

Sumber: https://m.antaranews.com/berita/1604798/kawah-ijen-kembali-dibuka-untuk-wisatawan-mulai-hari-ini

https://www.gosuroboyo.com/2018/06/harga-tiket-masuk-kawah-ijen.html?m=1

Artikel ini ditulis oleh Zolanda Syafa’ati Arizas, Universita Pancasila jurusan Ilmu Komunikasi, pada program magang Genpinas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here