Mengintip Sekilas Pameran Artjog 2020

Sumber : (Beritabaik.id)

Sobat Genpi pernah datang ke pameran Artjog? Itu lho, sebuah pameran karya seni rupa yang begitu tersohor bagi muda – mudi dan penikmat karya seni rupa di Yogyakarta. Kalau kamu belum pernah datang ke sana, Genpi kasih tahu dahulu ya. Sejak pertama diselenggarakan pada 2010 silam, Artjog merupakan pagelaran kesenian ternama yang rutin diadakan tiap tahun di Yogyakarta. Di sini kamu bisa lihat beragam karya seni rupa dan seni instalasi yang begitu memanjakan mata karena dihasilkan oleh maestro seniman lokal dan mancanegara.

Artjog juga dimanfaatkan para seniman sebagai ajang untuk bertemu sekaligus saling memberi saran maupun kritik terhadap karya seni masing – masing. Saking terkenalnya Artjog, juga turut diliput oleh beberapa media dalam maupun luar negeri yang sangat mengapresiasi adanya Artjog sebagai pameran seni yang sarat akan buah pikiran seniman seputar fenomena atau isu – isu terkini.

Sayangnya, Sobat Genpi harus bersabar karena Artjog 2020 tahun ini diselenggarakan terbatas dan hanya dapat disaksikan secara daring. Dalam menyikapi situasi krisis pandemi Covid – 19, membuat penyelenggara Artjog 2020 harus mengambil kebijakan protokol kesehatan tersebut. Menurut Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam kesempatannya meresmikan Artjog 2020, ia berpesan bahwa Artjog 2020 bukan sekadar memajang karya seni, tetapi sekaligus menjadi embrio bangunan ekosistem seni rupa yang luwes dan cair. 

Sumber : (jogja.idntimes.com)

“Punya peran memulihkan gerakan ekonomi kreatif sebagai sumber inspirasi Yogyakarta sebagai kota kreatif,” kata Sultan dikutip dari Jogja.idntimes.com.

Ada hal unik di tahun ini, Artjog 2020 tidak menampilkan satu pun karya dari seniman luar negeri. Mengapa demikian? Karena edisi tahun ini lebih berfokus pada seniman Indonesia. Dengan mengusung tema Resilience, Artjog 2020 ingin mengangkat refleksi kritis para seniman lokal ketika menghadapi pandemi Covid – 19. Selain itu memang ada hambatan dari segi teknis yang membuat para seniman luar negeri kesulitan dalam proses pengiriman karya ke Yogyakarta selama pandemi Covid – 19. 

“Sebagian besar karya yang ditampilkan dibuat para seniman pada ketika masa pembatasan sosial,” ucap Ignatia Nilu, kurator Artjog dilansir dari Jogja.idntimes.com.

Pameran Artjog 2020 sudah resmi dibuka sejak 8 Agustus 2020 lalu dan akan berlangsung hingga 10 Oktober 2020. Hingga saat ini, Artjog 2020 belum diperkenankan dikunjungi secara luring untuk para pengunjung. Namun, bukan berarti Sobat Genpi tidak bisa menyaksikan sama sekali Artjog 2020. Kamu bisa melihat berbagai instalasi seni yang ada di pameran ini dengan membuka laman Resilience.artjog.id. Pada laman tersebut, tertera dengan jelas informasi setiap karya seni rupa dan instalasi seni yang dihasilkan oleh maestro perupa lokal. Penyelenggara juga menambahkan konten audio – visual yang berkualitas.

Sumber : (tempo.co)

Ada sekitar 75 seniman yang memamerkan hasil karya seninya. Nama – nama seniman lokal tersohor, seperti Djoko Pekik dengan lukisannya yang berjudul “Berburu Celeng” senilai Rp 1 miliar; dan ada pula pematung andal Garuda Wisnu Kencana di Bali, Nyoman Nuarta. Tak ketinggalan beberapa nama seniman lainnya seperti Tisna Sanjaya dari Bandung, ilustrator beraliran satir Agan Harahap, pelukis potret diri Agus Sugawe, perupa scanography Angki Purbandono, serta pelukis ilustrasi novel berjudul Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata, dan seniman lainnya yang mayoritas berasal dari Yogyakarta. 

Selain tidak menghadirkan seniman mancanegara dan membatasi jumlah pengunjung, pagelaran Artjog 2020 juga berbeda pada tahun sebelumnya lantaran akibat pandemi Covid – 19, membuat beberapa program lainnya yang biasa muncul seperti penghargaan seniman muda (Young Artist Award) dan Artjog Daily Performance terpaksa dibatalkan. 

Dari keterbatasan yang ada, keberadaan Artjog 2020 diharapkan dapat menjadi wujud upaya pemulihan perekonomian seperti yang dikatakan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid yang optimis bahwa kesenian dapat memberikan nilai penting bagi perekonomian.

“Seniman berkiprah di dunia internasional dalam waktu lama. Dan kontribusinya tak kecil bagi perekonomian berbasis kreativitas,” ucap Hilmar dikutip dari Jogja.idntimes.com.

Bagaimana Sobat Genpi? Tertarik menyaksikan aneka pameran instalasi seni hasil karya seniman yang ada di Artjog? Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Dengan diselenggarakannya Artjog 2020. Aneka seni yang terpajang, selain untuk dinikmati secara visual, nilai yang terkandung di dalamnya juga turut meningkatkan geliat perekonomian kreatif di Indonesia. 

Sumber:

https://jogja.idntimes.com/news/jogja/pito-agustin-rudiana/artjog-2020-dibuka-sultan-kreativitas-seni-tak-ada-matinya

Ditulis oleh Lukman Hakim, Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Ahmad Dahlan, Program Internship Genpinas tahun 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here