Mengenal Lebih Dekat Songket Palembang

Palembang selain memiliki julukan kota empek-empek, juga memiliki beragam kain tradisional. Kain yang juga sering di sebut dengan “sewet” di Palembang sudah menjadi primadona di kalangan masyarakat. Salah satu kain tradisionalnya yaitu kain Songket Palembang. Songket khas palembang ini memiliki motif yang indah dan unik, keunikan itu lah yang membedakan songket Palembang dengan songket yang lain.

Nah untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak berikut ini!

Konon songket Palembang mucul pertama kali sekitar pada abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi. Keberadaan kain songket Palembang dikaitkan dengan masa kejayaan kerajaan Sriwijaya. Pada saat itu awal mula keberadaan kain songket ini merupakan berasal dari para pedagang negeri luar seperti, Cina yang membawa sutera, pedagang India dan timur tengah membawa emas. Hasil barang yang dibawa tersebut diolah menjadi benang untuk dijadikan bahan baku tenun songket oleh masyarakat Palembang. Tak heran, hingga saat ini di Palembang pengrajin Songket hampir dijumpai di setiap sudut.

Dulunya kain yang berbenang emas ini hanya digunakan khusus anggota kerajaan Sriwijaya. Namun, seiring perkembangan zaman kain ini digunakan dalam acara resmi dan pernikahan. Bahkan kini songket Palembang dapat dikenakan pada saat acara non formal, lho! Oiya, kain songket Palembang juga memiliki beragam jenisnya, diantaranya yaitu:

Songket Lepus
Konon songket Lepus ini adalah songket pertama yang ada di Palembang. Motif songket ini hampir seluruhnya tertutup dengan benang emas yang ditenun. Songket ini dulunya hanya digunakan oleh kaum bangsawan saja. Oiya, songket ini juga dibagi menjadi tiga jenis yaitu songket Lepus Berekam, Lepus Berantai, dan Lepus Penuh. Untuk membedakan ketiga macam songket lepus yakni dapat dilihat dari motif dan benang yang digunakan.

Songket Tretes
Motif songket tretes ini biasanya hanya dibagian ujung songket saja. Sedangkan bagiannya dibiarkan tanpa motif atau diberi motif yang berbeda.

Songket Rumpak

Songket ini pada umumnya dipakai oleh kaum laki-laki saat menjalakan proses pernikahan. Motif songket rumpak hampir sama dengan songket tretes, tetapi kain yang digunakan sudah memiliki motif kotak-kotak.

Songket Limar
Motif songket ini sesuai dengan arti namanya, berlimar-limar artinya berwana-warni. Untuk membuat motif yang berwarna, selain menggunakan benang emas, songket ini juga dipadu dengan benang yang sudah dicelupkan warna terlebih dahulu.

Songket Tabur
Songket tabur atau bertaburan. Motif songket ini sesuai dengan namanya yang memiliki motif kecil-kecil yang menyebar. Motif yang biasa digunakan yaitu bunga, bintang dan lainnya.

Ciri khas Songket palembang selain berbahan baku dari benang emas dan sutera asli, songket ini juga dianggap memiliki motif yang rumit. Sehingga, pembuatannya membutuhkan ketelatenan dan waktu berbulan-bulan. Untuk harga kain songket ini berkisar mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah, tergantung dari kualitas benang yang digunakan.

Artikel ini ditulis oleh Zolanda Syafa’ati Arizas, Universitas Pancasila jurusan Ilmu Komunikasi, pada program magang Genpinas 2020

Sumber: https://budaya.co/songket-dari-palembang/
https://www.google.com/amp/s/bobo.grid.id/amp/08674097/mengenal-ragam-songket-palembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here