Mengenal Indonesia Mulai dari Produk Fashion UMKM

Indonesia memiliki kekayaan budaya dan seni masyarakat yang begitu kompleks. Kekayaan budaya dan seni itu, salah satunya dapat kita lihat dari berbagai busana daerah yang menjadi cermin dari konteks hidup suatu masyarakat. Kekayaan busana daerah seperti batik dan songket Palembang misalnya, menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak muda untuk membuat produk UMKM fesyen yang mengangkat kekayaan busana daerah namun dengan gaya yang kontemporer.

Sebuah majalah elektronik yang bertajuk Pesona Fashion Nusantara, terbitan Generasi Pesona Indonesia, akan menemani pembaca untuk menemukan berbagai macam produk fesyen UMKM anak-anak muda. Majalah elektronik ini juga bertujuan untuk semakin mengenalkan serta mempromosikan produk-produk fesyen UMKM tersebut kepada seluruh masyarakat luas, agar semakin banyak orang yang mengenali dan bangga untuk menggunakan produk dalam negeri.

Majalah elektonik ini disusun oleh tim yang beranggotakan 4 orang. Allisya Putri dan Amalia Rahma, menjadi narasumber yang bersedia menceritakan kepada penulis mengenai proses dibalik pembuatan majalah fesyen elektronik ini. Menurut cerita Amalia, majalah fesyen ini dibuat karena minat masyarakat untuk membeli produk fesyen UMKM cukup rendah. Hal ini didasari karena kurangnya publikasi yang kuat, sehingga masyarakat banyak yang tidak tahu menahu

“Karena publikasinya kurang jadi banyak orang yang gatau, padahal produk fesyen UMKM itu banyak banget yang bagus dan ga kalah sama merek luar,” tutur Amalia.

Proses penyusunan majalah ini menurut cerita Allisya dilakukan dengan menganalisis akun media sosial masing-masing UMKM. Hal ini bertujuan untuk mencari data-data awal, seperti sejarah usaha, jenis produk, foto produk yang relevan, inovasi produk dan lainnya Riset ini juga berusaha mencari keunikan dari produk yang dimiliki oleh suatu UMKM. Kegiatan riset ini diharapkan dapat menghasilkan pertanyaan wawancara yang relevan.

Dalam majalah fesyen elektronik tersebut, ada sekitar 7 UMKM fesyen yang berhasil dirangkum dan diulas. Mulai dari Saroong Atelier; Mote-Mote Massicot; Sakamakko; Tie Dye; Noesa; Lee Choir dan Aksara Nusantara. 7 UMKM tersebut, menurut tim penyusun memiliki nilai keunikannya masing-masing. Sebagai contohnya adalah produk UMKM milik Noesa yang berfokus pada kain tradisional Sikka Maumere

Allisya Putri menjabarkan bahwa produk UMKM miliki Noesa diklaim memiliki keunikan yang jarang ditemui. Hal itu datang dari bahan bakunya yang hampir semua produknya menggunakan kain Sikka khas Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Menurut cerita Allisya, kain Sikka Maumere memiliki motif yang sangat beragam, bahkan satu desa dengan desa yang lainnya sudah memiliki motif yang berbeda-beda.

“Fokusnya itu ke tenun yang benar-benar orang menenun, jadi produk ini sangat unik,” tutur Allisya.

Sehingga, motif yang ditawarkan lewat produk UMKM Noesa tidak akan membuat bosan konsumen. Selain itu, Noesa juga memiliki produk fesyen yang sangat beragam dan pastinya kental dengan nuansa corak kain Sikka Maumere yang khas. Produk-produk tersebut mulai dari tali kepang kacamata; topi bowler dari selembaran kain Sikka; bandana dan juga tas sangkut yang terbuat dari tenun Sikka.

Tim penyusun mengharapkan majalah fesyen elektronik ini dapat menjadi sumber referensi yang baik untuk semakin memperkaya dan memperluas selera fesyen bagi masyarakat, terkhususnya produk fesyen yang dibuat dan berasal dari UMKM. Munculnya gerakan rasa bangga karena menggunakan produk lokal akhir-akhir ini diharapkan dapat berpengaruh terhadap semua sektor fesyen UMKM, seperti yang diulas pada majalah ini.

“Kita berharap majalah ini bisa kasih inspirasi kalau produk UMKM fesyen itu bagus-bagus dan sayang kalau misalkannya kita ga bangga atas produk itu,” tutur Amalia dan Allisya mewakili harapan tim penyusun.

Bagi teman-teman yang penasaran mengenai isi dari majalah fesyen elektronik ini, teman-teman bisa langsung sambangi dan cek majalah tersebut melalui link www.genpi.id/magazine. Kehadiran teman-teman sangat ditunggu. Jangan lupa baca ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here