Menelusuri Bandara Terapung Ahmad Yani, Semarang

Kota Lumpia merupakan kota yang sejak dahulu terkenal menjadi rumah bagi berbagai etnis. Di Kota Semarang kita dapat melihat sendiri Kampung Melayu, Kampung Pecinan, Kampung Kauman, dan Oude Staad (tempat tinggal orang Eropa). Nah, Sobat Genpi, Semarang sendiri memiliki bandara yang baru saja mengoperasikan terminal barunya. Mana lagi kalau bukan Bandara Ahmad Yani?

Pertama kali menginjakkan kaki di gedung Bandara Ahmad Yani kita akan disambut oleh lagu yang liriknya begini,

“Ampat penari, kian kemari
jalan berlenggang, aduh…
sungguh jenaka, tari mereka
irama gambang.”

Khas sekali, bukan? Itu adalah lagu berjudul Ampat Penari yang sering dimainkan dalam kesenian Gambang Semarang. Gambang Semarang yang masih bersaudara dengan Gambang Kromong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Kalau Sobat belum mendengar lagu Ampat Penari, dapat dipastikan Sobat belum berada di Semarang, hehehe.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani baru selesai dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018. Ternyata, banyak hal menarik di balik beroperasinya terminal baru Bandara Ahmad Yani. Apa saja sih, Sobat?

Bandara dengan Terminal Bandara Terapung Pertama di Indonesia
Ya, Sobat tidak salah dengar! Terminal baru dibangun di atas rawa. Area bandara pun dikelilingi oleh rawa dan tambak. Wah, seru banget, kan?

Bandara Ahmad Yani ini tetap menjaga ekosistem alam di sekitar. Bangunan bandara sebagian besar berada di atas air dan dikelilingi kolam, mulai dari gedung parkir, gedung terminal, dan wetland park area.

Bandara yang Ditanami Mangrove
Tahukah Sobat? Area Bandara Ahmad Yani ditanami lebih kurang 24 ribu bibit mangrove dengan luas 4.478 meter persegi guna mendukung kelestarian lingkungan.

Kapasitas Penumpang Semakin Banyak
Kapasitas penumpang terminal baru Bandara Ahmad Yani dari yang tadinya sekitar 800 ribu orang ditingkatkan jadi 6,9 juta penumpang.

Pengolahan Air dengan Sistem Reverse Osmosis
Sobat, Kebutuhan air di terminal baru Bandara Ahmad Yani tidak hanya berasal dari PDAM, tapi juga diperoleh dari air payau dan air hujan yang diolah dengan sistem Reverse Osmosis (RO). Keren banget kan, Sobat?

Bandara dengan Konsep Eco-Airport
Bandara Ahmad Yani mengadopsi konsep eco-airport yang sebagian besar bangunan berdiri di atas air.
Desain bandara mengadopsi konsep eco-airport dengan bangunan sebagian besar berdiri di atas air. Eco-airport adalah gerakan untuk mengadopsi pendekatan pengelolaan bandara dengan ramah lingkungan

Wah, warga Jawa Tengah patut berbangga dengan adanya Bandara Ahmad Yani. Bandara ini layak menjadi simbol dan ikon baru masyarakat Jawa Tengah. Sobat Genpi, siapa yang udah nggak sabar pengen menjejakkan kakinya di Bandara Ahmad Yani?

(Ditulis oleh Lena Sutanti, Antropologi Sosial, Universitas Diponegoro, Program Internship Genpinas tahun 2020)

Referensi: https://m.liputan6.com/bisnis/read/3553744/5-fakta-menarik-terminal-baru-bandara-ahmad-yani-nomor-1-bikin-bangga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here