Kemeriahan Penutupan Pekan Kebudayaan Nasional 2019

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengenakan pakaian Papua saat menutup Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019, Minggu (13/10) malam. (Foto: Yopie Pangkey)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy resmi menutup Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019. Muhadjir berharap gelaran PKN menjadi awal kebangkitan kebudayaan nasional.

“Mudah-mudahan ini adalah awal kebangkitan kebudayaan nasional kita,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy dalam pidato penutupan Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/10) malam.

Baca juga:
* Nasi Uduk Gondangdia, Rasa dan Aromanya Bisa Bikin Ketagihan

GSMS dan Swara Gambira

Pekan Kebudayaan Nasional 2019 - PKN -  yopie pangkey - 3
Penuh warna dan penuh senyuman. (Foto: yopie pangkey)

Penutupan PKN 2019 diawali dengan penampilan 640 siswa peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Siswa-siswi ini berasal dari berbagai kabupaten se-Indonesia. Mereka membawakan berbagai tarian daerah, antara lain dari Kalimantan, Papua, Sulawesi Utara, Jawa Barat.

Kemudian dilanjutkan penampilan dari Swara Gambira, yang menampilkan tarian dengan diiringi musik tradisional dan alunan lagu modern.

Mendikbud pun memberikan apresiasi atas penampilan anak-anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama peserta GSMS dan Swara Gembira.

Menurutnya diperlukan cara-cara kreatif untuk mempopulerkan budaya sehingga semakin banyak kaum muda yang tergerak dan terpanggil untuk melestarikan tradisinya. Pekan Kebudayaan Nasional bisa menjadi ruang untuk menampilkan beragam ekspresi budaya lintas generasi agar semakin dikenal oleh publik.

“Upaya anak muda untuk mengenal dan melestarikan budayanya merupakan salah satu perwujudan bela negara, khususnya dalam menjaga rasa nasionalisme.” Ujar Muhadjir dalam sambutannya.

PKN Gairahkan Pelestarian Budaya

Pekan Kebudayaan Nasional 2019 - PKN -  yopie pangkey - 4
Ragam tarian dalam penutupan PKN 2019. (Foto: yopie pangkey)

Menteri Muhadjir juga berharap PKN dapat diselenggarakan setiap tahun dan dimulai dari tingkat daerah, bertahap dan berjenjang dari desa hingga nasional.

“Insyaallah akan kita selenggarakan tahunan. Dan kita pastikan anggarannya ada,” katanya.

Dengan gerakan yang dimulai dari daerah, diharapkan dapat semakin menggairahkan upaya pelestarian tradisi yang merupakan kekayaan Indonesia. Dengan PKN juga akan bermunculan pertunjukan-pertunjukan kebudayaan berkualitas yang dapat diangkat ke festival di tingkat nasional.

“Saya berharap, terutama pada para pimpinan daerah, para wali kota, para bupati, setelah kegiatan di tingkat nasional ini, kemudian akan diikuti dengan pagelaran PKN di tingkat daerah masing-masing. Dari apa yang telah ditampilkan di tingkat daerah masing-masing, nanti akan kita pilih dan yang terbaik akan kita tampilkan di PKN tahun depan,” ujarnya.

Pekan Kebudayaan Nasional 2019 Libatkan Banyak Pihak

Pekan Kebudayaan Nasional 2019 - PKN -  yopie pangkey - 2
Seorang seniman sedang demo meluksi di dinding. (Foto: yopie pangkey)

Sampai dengan tanggal 12 Oktober 2019 pukul 16.45 WIB, panitia mencatat setidaknya ada 149.245 kunjungan.

PKN yang perdana digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta ini melibatkan 58 sanggar, 31 seniman dan musisi, 400 petugas kebersihan, 93 petugas keamanan, dan 234 volunter.

“Tanpa sumbangan, tanpa peran, tanpa andil kalian semua, maka kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik,” ungkap Mendikbud seraya memberikan apresiasi berupa sertifikat penghargaan kepada para perwakilan volunter, petugas kebersihan, dan petugas keamanan.

“Para petugas kebersihan, petugas keamanan, dan relawan inilah yang menentukan berhasil tidaknya kegiatan ini. Karena pekan kebudayaan, maka tentu saja semuanya harus ditampilkan dengan penuh keberadaban, penuh dengan cita rasa tinggi, dan tentu saja juga penuh dengan gairah dan gembira kita bersama,” tuturnya yang kemudian disambut tepuk tangan para penonton.

Selama 7 (tujuh) hari penyelenggaraan, setidaknya ada 245 kegiatan dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional selama 7 (tujuh) hari pelaksanaan. Terdapat 27 konferensi kebudayaan.

Juga ada 4 kompetisi permainan tradisional, 6 kompetisi karya budaya, 120 pertunjukan, 10 lokakarya warisan budaya, 17 pameran budaya, dan 50 menu kuliner tradisional.

Pawai Digdaya Nusantara

Pawai Digdaya Nusantara - PKN 2019 -  yopie pangkey
Salah satu peserta Pawai Digdaya Nusantara di penutupan PKN 2019. (Foto: yopie pangkey)

Rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional yang bertajuk Ruang Bersama untuk Indonesia Bahagia ini akan diakhiri dengan pawai budaya di kawasan Senayan Jakarta pada hari Minggu malam (13/10). Pawai akan melibatkan lebih dari empat ribu peserta dengan arahan Denny Malik, Hartati, dan Herry Lentho.

Pawai budaya bertema Digdaya Nusantara ini dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB hingga selesai. Rute yang dilewati peserta pawai, dimulai dari Pintu 5 Gelora Bung Karno Senayan menuju Jalan Pintu I Senayan.

Kemudian mengarah ke Jalan Asia Afrika melewati Plaza Senayan, dan menuju ke arah Jalan Jenderal Sudirman, kemudian mengarah ke Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peserta pawai merupakan perwakilan 34 provinsi dan berbagai pegiat budaya di tanah air. Di antaranya 200 penari Indonesia Permai serta pertunjukan Suara Anak Bangsa dan Rampak Nusantara dari 640 peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah. (*)

Baca juga:
* Perbaiki Kualitas Air Laut, 3 Ton Kerang Hijau Ditebar di Ancol

Sumber: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/10/tutup-pkn-mendikbud-mudahmudahan-ini-menjadi-awal-kebangkitan-kebudayaan-nasional

#PemajuanKebudayaan #PekanKebudayaanNasional #IndonesiaBahagia

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here