Kemeriahan Pembukaan Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020

Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 - FKNT 2020 - Maluku Utara - Tidore - 1
Pembukaan acara Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 (FKNT 2020) di pelataran Masjid Nurul Bahar Maluku Utara, Minggu (03/01/2020). (Foto: ist)

Ada kemeriahan di Kota Tidore Kepulauan pada Hari Minggu (03/01/2020) lalu. Ribuan masyarakat dari berbagai lapisan memadati pelataran Masjid Nurul Bahar, TomalouSemuanya ingin menyaksikan pembukaan Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) 2020.

Pembukaan Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 bertajuk “Menjaring Kekuatan di Atas Jaring” ini ditandai dengan pemukulan tifa oleh Sekjen KKP Irjen Pol Drs Antam Novambar, Gubernur KH Abdul Gani Kasuba, Wakil Gubernur M Natsir Thaib, dan Kapolda Malut Brigjen Pol Rikwsnto.

Baca juga:
* 5 Alasan Berkunjung ke Pulau Tidore di Maluku Utara

FKNT 2020 yang digagas anak-anak muda kampung nelayan Tomalou ini dibuka dengan pertunjukan tarian tradisional secara kolosal yang diikuti ratusan penari berbusana adat.

Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 diawali dengan ritual Foladano. Sebuah ritual menurunkan kapal baru ke laut yang sudah dilakukan secara turun temurun. Ritual ini dimaksudkan agar generasi muda saat ini mengetahui sejarah nelayan para pendahulu mereka.

Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 - FKNT 2020 - Maluku Utara - Tidore - 4
(Foto: ist)

Nelayan Tomalou dikenal sangat tangguh dan terkenal dimana-mana. Kampung-kampung nelayan Tomalou banayak bermunculan di berbagai daerah pesisir. Baik itu berada di Maluku Utara maupun diluar Maluku Utara.

Banyak dari nelayan Tomalou yang merantau, lalu menikah dan menetap di kampung barunya. Salah satunya adalah di Kepulauan Sula.

Ketua Panitia FKNT 2020, Ismanto Saleh dalam sambutannya mengatakan, di kampung Tomalou ini nelayan adalah Pahlawan. Dengan melaut mereka bisa menafkahi anak-anak hingga sukses menjadi sarjana.

“Kampung nelayan ini memiliki sejarah yang hebat, bahkan orang-orang Jepang dan Prancis kala itu datang untuk belajar memancing ikan. Bukan hanya masa kejayaan, negeri ini juga pernah mengalami pasang surut akibat krisis ekonomi tahun 1998.” Beber Ismanto Saleh.

“Namun saat ini nelayan Tomalou telah bangkit kembali. Secercah harapan muncul ketika datang bantuan armada tangkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan program 1000 kapal nelayan,” Ujarnya.

Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 - FKNT 2020 - Maluku Utara - Tidore - 3
(Foto: ist)

Sementara, Gubernur KH Abdul Gani Kasuba dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Panitia FKNT 2020 serta masyarakat Tomalou yang telah bahu membahu sukseskan event ini.

“Saya sangat bangga, apalagi hadir ditengah-tengah kita Bapak Sekjen KKP yang juga adalah teman baik saya,” Ujar Abdul Gani Kasuba.

Abdul Gani Kasuba meyakini hadirnya Irjen Pol Drs Antam Novambar ini bisa memberikan dampak positif bagi nelayan Tomalou, terutama penambahan armada tangkap dan infrastruktur.

“Yang jelas bahwa pak Sekjen akan memerhatikan kampung nelayan Tomalou menjadi pusat nelayan di Maluku Utara,” Kata Abdul Gani Kasuba.

Terkait hal itu, Sekjen Antam menyambut baik dan berjanji akan menindaklanjuti permintaan Gubernur Maluku Utara dan masyarakat Tomalou.

“Ini adalah kunjungan kerja pertama setelah dilantik sebagai Sekjen beberapa waktu lalu. Dan saya juga melihat langsung apa yang menjadi kebutuhan disini, InsyaAllah kami akan membantu kebutuhan nelayan disini,” ungkap Antam

Antam juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pembukaan FKNT 2020 ini. Acara bisa berjalan dengan baik. Bisa dilaksanakan secara maksimal walaupun ada beberapa kendala.

“kita liat lah ada keterbatasannya. Namun mereka menunjukkan bahwa mereka punya kemampuan. Dan ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain,” Antam memberikan pujiannya.

Pujian pun datang dari Sultan Tidore Husain Syah. Dikatakannya, Festival Kampung Nelayan Tomalou ini sejatinya berkelas Internasional.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa atas segala daya upaya yang dilakukan oleh panitia festival. Sekalipun ini diadakan di kampung Tomalou, kampung yang kecil, tapi event ini berasa event Internasional,” Ujar Husain Syah.

Melalui acara ini, kata Sultan Husain Syah, masyarakat Tomalou sudah menghidupkan kembali kebersamaan dengan orang-orang Timur jauh hingga Eropa. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya para Duta Besar negara-negara yang sudah sejak dulu memiliki hubungan dengan Tidore.

“Event ini menjadi starting point untuk kebangkitan pariwisata dan kebangkitan nelayan yang ada di kota Tidore kepulauan, khususnya di Tomalou,” tandasnya.

Baca juga:
* Berkunjung ke Air Terjun Sigela di Tidore Kepulauan

Acara ini turut menghadirkan Duta Besar Spanyol Y.M. Jose Maria Matres, Australian Consulate-General Richard Mathews, Forkopimda Provinsi, Pimpinan OPD Dilingkup Pemprov Malut, Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman, Perwakilan Pemkot Tikep, Pemkab Halbar, serta disaksikan ratusan masyarakat Maluku Utara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here