Kementerian Kominfo RI Dukung Pariwisata Kabupaten Pemalang

Foto Oleh :Herodia, Genpi Jateng

Pemalang – Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyelenggarakan Workshop generasi positive thingking (Genposting), dalam tajuk “Strategi Promosi Objek Wisata Pemalang, Pemberdayaan Masyarakat Lokal dan Peningkatan Ekonomi Nasional” di pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (31/3).

Sebagaimana diketahui bahwa sektor pariwisata memiliki peranan penting sebagai salah satu sumber bagi penerimaan devisa, serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan produktivitas suatu negara.

Secara umum, Indonesia dengan budaya dan wisatanya yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan memiliki keunggulan dan keunikan nya masing-masing. Keindahan Nusantara memang tidak akan pernah bisa terbantahkan. Saking mempesonanya bisa menarik perhatian indera dari lokal maupun internasional. Berjajar dari Sabang hingga Merauke, mampu untuk unjuk diri akan keeksotisannya.

Begitu juga dengan Kabupaten Pemalang, salah satu daerah yang mempunyai potensi pesona alam yang luar biasa. Secara geografis terletak di Pantai Utara Jawa dengan bentang pantai sampai puncak gunung Slamet.

Banyak potensi yang didapat di Kabupaten Pemalang terutama yang berkaitan dengan tradisi para leluhur. Pemalang merupakan salah satu pengrajin kain tenun, dan aksesoris yang terbuat dari bahan kulit ular. Bukan hanya itu saja, Pemalang juga menawarkan wisata, mulai dari pantai sampai pegunungan, serta ragam kulinernya yang khas. Jika biasanya kita mengenal kuliner Rawon, Pemalang memiliki makanan yang mirip dengan rawon, dengan nama Grombyang. Kuliner ini adalah salah satu dari berbagai macam kuliner khas yang paling terkenal di Pemalang.

Saking terkenalnya kuliner ini, Pemalang menuangkannya ke dalam motif batik mereka. Disajikan dengan corak dan warna alami, batik Pemalang juga tak kalah menarik dibandingkan dengan batik dari daerah tetangga, Pekalongan. Dengan sebutannya sebagai batik pesisir an dan bersumber dari budaya jawa, batik Pemalang bukan hanya disajikan dalam bentuk pakaian saja, namun juga dalam bentuk alas kaki (sepatu) dan berbagai aksesoris. Hal tersebut menuntut para pengusaha batik melakukan berbagai inovasi guna mengikuti perkembangan jaman.

Mulai dari desain sampai kualitasnya.
Bukan hanya patut dilestarikan, namun budaya lokal ini harus terus dikembangkan dan dikenalkan agar bisa bersaing dengan budaya daerah lainnya.

Dan diharapkan generasi muda melanjutkan karya leluhur. Di tengah terjadinya pandemi yang berlangsung di Indonesia, serta adanya pembatasan sosial dan karantina wilayah, Pemerintah akan terus mendorong dan mendampingi keunikan daerah dengan menggali serta menghidupkan kembali setiap potensi agar kekayaan Indonesia menjadi kebanggaan dan terkenal di seluruh
dunia.

Selain itu, pemerintah mendorong investasi sektor pariwisata dan memperkuat promosi pariwisata dengan memanfaatkan teknologi digital dengan optimal yaitu menggunakan teknologi seperti big data dan pendekatan kekinian untuk memetakan, baik dari segi potensi maupun penguatan, serta memastikan para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa bertahan. Dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment) di setiap destinasi pariwisata dan lini ekonomi kreatif dalam upaya mempercepat pulihnya kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata pada masa pandemi saat ini. Berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, universitas, serta masyarakat dan dunia usaha dalam memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementrian komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia Septriana Tangkary.

Septriana juga mengajak generasi muda Pemalang menggelorakan pariwisata Kabupaten Pemalang, dengan menulis hastag #negeridiatasawanuntukpemalang.

“Ini merupakan kolaborasi yang bagus yang bisa meningkatkan pariwisata. Karena pendapatan dari pariwisata. Karena pendapatan pariwisata saat ini juga berasal dari UMKM untuk menjual produk-produk yang ada hasilnya.” katanya.

Tentunya program dari Kementerian Kominfo RI ini selaras dengan program unggulan bupati dan wakil bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat dalam mengembangkan Desa Digital dan desa Wisatanya.

“Saya berharap pada setiap destinasi pariwisata yang ada tersedia roadmap pariwisata yang akan menjadi panduan dalam menyikapi kondisi new normal misalnya untuk bagaimana membangun kualitas pariwisata yang lebih baik, bagaimana akses konektivitas yang dibutuhkan, bagaimana protokol kesehatan, kebersihan, keamanan, ekosistem secara digital, melakukan
pengembangan terhadap produk
— produk, pemerintah, marketing, promosi dsb” jelas Agung melalui mansur hiadayat

Mansur Hidayat sangat menyambut baik atas dukungan yang diberikan oleh kementerian Kominfo ini. Harapannya kerjasama antara pusat dan daerah tetap berlangsung dengan baik

Oleh: (Hengky Kik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here