Kemenparekraf Bertekad Lanjutkan Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas

Kemenparekraf Bertekad Lanjutkan Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas
Candi Borobudur, salah satu dari lima destinasi super prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. (Foto: ist)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait. Hal ini dilakukan sebagai tekad untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar di 5 destinasi super prioritas.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan pembangunan infastruktur pendukung di 5 destinasi super prioritas selesai pada akhir tahun 2020.

Kelima destinasi super prioritas itu antara lain; Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Joglosemar), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Terkait 10 destinasi prioritas yang saat ini difokuskan menjadi 5 destinasi super prioritas, kami terus berkoordinasi dengan kementerian lain dan itu sangat cair, sehingga target yang ditetapkan Presiden, Insya Allah akan tercapai,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat acara Ngopi Bareng Mas Tama dan Mbak Angela di Oeang Coffee Roastery kawasan M Bloc Space, Jakarta Selatan (5/11/2019).

Baca juga:
* Kemenparekraf Bertekad Wujudkan 3 Target dari Kolaborasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Wishnutama mengatakan, Kementerian yang dipimpinnya saat ini melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti dengan Kepolisian RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Setelah saya dilantik, saya terus berkoordinasi dengan K/L terkait. Saya juga koordinasi dengan Kapolri yang siap mendukung langsung stabilitas keamanan pariwisata Indonesia. Juga dengan BNPB untuk berkoordinasi terkait bencana di tanah air,” katanya.

Wishnutama mengatakan isu-isu terkait pariwisata misalnya mengenai tiket pesawat akan terus dibicarakan dengan Kementerian Perhubungan. Ia berharap harga tiket harus dibuat terjangkau tidak hanya untuk wisatawan mancanegara tapi juga wisatawan nusantara.

Baca juga:
* The Kaldera Toba Nomadic Escape: 5 Hal Ini Bikin Jokowi Terpesona

“Turis lokal kan juga ingin ke Labuan Bajo, enggak cuma wisman. Jangan sampai orang bilang ke luar negeri lebih murah daripada wisata dalam negeri. Koordinasi ini dimaksudkan agar visi dan misi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia bukan hanya tanggung jawab Kemenparekraf saja, karena juga harus disokong bantuan dari banyak pihak,” katanya.

Dalam rangkaian acara Ngopi Bareng Mas Tama dan Mbak Angela, Menparekraf dan Wamen Parekraf beserta rombongan juga melakukan M Bloc Tour mengunjungi seluruh gerai yang menjual produk sekaligus sebagai ruang kreatif di kawasan M Bloc Space di antaranya Mata Lokal, Rumah Lestari, UnionWell, Suwe Ora Jamu, Connectoon, De Majors, Mbok Ndoro, dan lain-lain.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here