Pesona Kain Tenun Sekomandi dari Mamuju Sulawesi Barat

Kain Tenun Sekomandi khas Sulbar ini adalah warisan leluhur masyarakat Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Sarat dengan nilai sejarah dan budaya lokal.

Kain Tenun Sekomandi - Mamuju Sulawesi Barat - dkkmorid
Kain tenun Sekomandi. (Sumber: dkkm.or.id)

Kain Tenun Sekomandi – Indonesia ini begitu kaya akan seni dan budaya, termasuk kekayaannya akan kain tenun. Banyak daerah memiliki budaya kain tenun, termasuk di Mamuju Sulawesi Barat.

Asal kamu tahu, Sulawesi Barat memiliki kain tenun khas sendiri yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Sampai saat ini kain tenun ini masih tetap lestari.

Ada 3 jenis kain tenun yang dimiliki oleh Sulawesi Barat (Sulbar). Yaitu Kain Tenun Sekomandi yang merupakan warisan masyarakat Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Kemudian ada Kain Tenun Sutera Suku Mandar dan Kain Tenun Sambu (sarung) dari Kabupaten Mamasa.

Kali ini kita akan bahas Kain Tenun khas Kabupaten Mamuju dulu ya. Simak terus artikel ini.

Baca juga:
* Festival Maradika Mamuju 2019, Ini Rangkaian Acaranya

Kain Tenun Sekomandi

Salah satu kain tenun khas Sulbar ini adalah warisan leluhur masyarakat Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Kain tenun ini sarat dengan nilai sejarah dan budaya lokal.

Beberapa tahun yang lalu, kain tenun ini sempat terancam punah karena kurangnya minat pengrajin untuk memproduksi kain tenun. Dikarenakan penghasilan masyarakat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Peduli akan kelestarian kain tenun khas Sulbar ini, sejumlah pemerhati kain tenun kembali mempromosikan kain tenun ini. Sehingga budaya tenun yang diyakini berusia ratusan tahun tersebut kembali bergeliat.

Arti Sekomandi

Sekomandi sendiri, berasal dari dua kata. Dalam bahasa mamuju, “Seko” berarti persaudaraan atau kekeluargaan. Sedangkan “Mandi” memiliki arti kuat dan erat.

Hal ini merujuk bahwa pada masa lampau kaintenun Sekomandi juga bisa menjadi alat barter antarwarga.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan kain tenun Sekomandi sendiri membutuhkan proses waktu yang lama. Selembar kain tenun tersebut bisa memakan waktu produksi mulai dari 3 sampai 6 bulan. Mulai dari pemintalan benang, pewarnaan, pengikatan benang, sampai ke proses penenunan.

Pewarna Alami

Menariknya, proses pembuatan kain tenun ini menggunakan bahan-bahan alami.

Untuk pewarna, pengrajin kain menggunakan campuran bahan jahe, lengkuas, cabai, kapur sirih, laos, kemiri, beragam dedauanan, akar pohon, serta kulit kayu.

Bahan-bahan tersebut ditumbuk halus lalu dimasak untuk menghasilkan warna tertentu.

Bahan Benang

Untuk benang, dihasilkan dari kapas yang dipintal secara manual.

Untuk menghasilkan pewarnaan yang berkualitas, benang umumnya direndam berulang-ulang dalam larutan pewarna setiap hari selama sebulan untuk menguatkan warna dan tidak cepat luntur.

Pemintalan

Pemintalan dilakukan secara tradisional, memerlukan waktu antara 3 – 6 bulan.

Motif Kain Tenun Sekomandi

Adapun motif tenun Sekomandi di antaranya garis beraturan, model perisai, jajaran genjang, hingga bentuk yang menyerupai orang-orangan dan kepiting.

Warna kain tenun Sekomandi cenderung kalem dan tegas dengan perpaduan warna krem, cokelat, hijau, kuning, merah, dan jingga.

Baca juga:
* Pesona Kain Songket Silungkang Sumatera Barat di SISSCa 2019

Bernilai Tinggi

Karena proses produksinya yang lama dengan cara tradisional, kain tenun Sekomandi tidak diproduksi secara massal yang membuatnya jadi salah satu kain yang bernilai tinggi.

Permintaan terhadap kain tenun ini yang kembali meningkat membuat pengrajin kembali memproduksi kain warisan leluhur ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here