Pesona Kain Songket Silungkang Sumatera Barat di SISSCa 2019

Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval 2019
Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval 2019. (Foto: @Ariezwokey)

Puluhan busana berbahan Songket Silungkang ikut tampil memeriahkan puncak gelaran Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) 2019 di Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu (08/09/2019).

Busana-busana karya beberapa desainer tersebut dikenakan oleh puluhan model. Berpadu serasi, busana penuh warna dengan kecantikan para model. Menjadikannya suguhan menarik di sepanjang rute carnaval.

Karnaval dimulai sejak pukul 09.00 WIB Minggu pagi dengan start di Lapangan Ombilin – terminal kota dan berakhir di Lapangan Segitiga.

Baca juga:
* Pasa Harau Art and Culture 2019, Angkat Alam, Budaya, dan Pengusaha Lokal

Melalui event Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval 2019 ini diharapkan dapat lebih mengangkat citra kerajinan songket dan pariwisata Kota Sawahlunto.

Dan Songket Silungkang dapat terus menjadi inspirasi, khususnnya para desainer dan pelaku industri busana. Sehingga dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat pengrajin songket.

Resmi Menjadi Produk Indikasi Geografis

Kain Songket Silungkang di SISSCa 2019
Ada kain Songket Silungkang dengan panjang puluhan meter di SISSCa 2019. (Foto; Ariz Wokey)

Kabar gembiranya adalah, sekarang Songket Silungkang sudah menjadi produk indikasi geografis. Pengakuan tersebut ditandai dengan adanya Dokumen dan Sertifikat Indikasi Geografis Songket Silungkang (IG-SS).

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kemenkum HAM RI, pada Minggu (08/09/2019), memberikan dokumen tersebut kepada Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta.

Apa itu Songket?

SISSCa 2019
Salah seorang model yang mengenakan busana berbahan Songket Silungkang di puncak gelaran Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) 2019 di Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu (08/09/2019). (Foto:

Songket adalah hasil kerajinan tangan berupa kain yang berbahan dasar benang (kapas, sutra, dan sebagainya).

Cara membuatnya dengan memasuk-masukan pakan secara melintang pada lunsing.

Asal kata Songket berasal dari ‘sungkit’. Yang berarti mengait atau mencungkil, dalam bahasa Melayu dan Indonesia. Disebut demikian karena metode pembuatannya dengan cara mengaitkan dan mengambil benang dengan jumlah tertentu.

Sejarah

Belum ada data yang memastikan mengenai asal usul sejarah tenun Songket Silungkang ini. Belum diketahui secara pasti sejak tahun berapa penduduk Silungkang mempunyai keahlian bertenun.

Ada diceritakan, keahlian bertenun dibawa oleh nenek moyang Silungkang dari daerah asal mereka sebelumnya. Namun, dimanakah daerah asal itu? Apakah Taratak Boncah yang datang dari Pariangan Padang Panjang. Sebuah nagari kecil yang selalu dirujuk sebagai daerah asal oleh berbagai nagari lain di Sumatera Barat, termasuk nagari Silungkang.

Kalau dikatakan terjadi perpindahan penduduk di abad ke-6, maka nenek moyang masyarakat Silungkang sudah membawa kepandaian menenun dari negeri asalnya. Apakah dari nagari Taratak Boncah atau dari nagari Priangan, Padang Panjang sebagai perpindahan awal.

Nagari Priangan adalah sebuah nagari dimana para pedagang India bermukim sementara waktu. Menunggu produksi emas yang datang dari nagari Saruaso (Dobbin, 1977;1983).

Kalau memang demikian benar adanya, maka tentu hasil tenun awal sangat sederhana.

Aspek Sosial

Desain busana berbahan dasar songket silungkang
Desain busana berbahan dasar songket silungkang di SISSCa 2019 di Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu (08/09/2019). (Foto; Ariz Wokey)

Silungkang termasuk Wilayah Minangkabau yang manganut sistem kekerabatan berdasarkan keturanan ibu matrilineal, yaitu garis keturunan ibu. Sistem pewarisan harta pusaka tinggi menurut keturunan ibu. Sedangkam laki-laki sebagi penjaga harta pusaka. Hal inilah yang membuat laik-laki Minangkabau pergi merantau.

Sesuai dengan ungkapan:

Karatau madang dihulu (karatau madang di hulu)
Babuah babungo balun (berbuah berbunga belum)
Marantaulah bujang dahulu (merantaulah bujang dahulu)
Dirumah paguno balun (di rumah belum berguna)

Menenun adalah pekerjaan perempuan dan sekaligus melambangkan status sosial mereka. Perempuan Silungkang akan malu kalau tidak bisa betenun.

Banyaknya tenun Songket yang dimiliki juga menunjukan status sosial mereka. Semakin banyak kain songket maka semakin tinggi status sosialnya.

Fungsi Kain Songket

  • Sebagai kontrol sosial, pembagian peran antara laki-laki dan perempuan.
  • Sebagai pakaian adat. Seprti pakaian penghulu, dubalang, manti dan bundo kanduang, rang mudo Minang dan Puti Bunsu. (Prosesi Upacara adat).
  • Fungsi adat Kematian (Kain Songket Bolah Buluah) digunakan sebagai kain penutup Jenazah Penghulu dan keturunanya.
  • Fungsi ekonomi sebagai mata pencarian masyarakat
  • Funsi pewarisan, pengetahuan dan teknologi
  • Makna songket sebagai warisan

Cara Membuat

Cara membuat Songket Silungkang adalah dengan menggunakan peralatan sederhana. Berupa Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang dinamakan palanta atau palantai.

Bahan dasarnya sendiri dari benang rentang, yang disebut benang lungsi berbahan katun.

Benang untuk motif menggunakan benang pakan atau benang makau.

Ciri Khas

Foto bersama - ariz wokey
Foto bersama peserta carnaval. (Foto: Ariz Wokey)

Ciri khas Songket Silungkang adalah pada corak dan motifnya. Kita bisa melihat motf kaluak paku, pucuak rabuang, itiak pulang patang, bintang, buruang merak, rangkiang, buruang dalam rimbo dan lainnya.

Ciri khas lainnya ada pada detail motif; benang emas, perak atau tembaga, tidak menutupi seluruh permukaan kain. Sehingga tenun ini bisa dijadikan juga sebagai pakaian formal dan semiformal.

Semuanya dipadu dengan kombinasi warna yang menarik.

Pewarna Alami

kain songket silungkang - kebudayaankemendikbudgoid
Kain Songket Silungkang bewarna merah. (Sumber: kebudayaan.kemendikbud.go.id)

Pewarna songket bisa diracik sendiri dari bahan-bahan alami. Bisa kulit pohon, kulit jengkol, daun gambir, dan daun lainnya. Bahkan ada juga yang menggunakan bahan batubara sebagai bahan pewarnanya.

Bahan pewarna celup alami ini dinilai bisa menghasilkan songket yang berkualitas. Dan bisa meningkatkan harga jual juga lho.

Pengrajin Tenun Songket Silungkang di Sawahlunto

Disebutkan, Sawahlunti memiliki 914 pengrajin tenun songket. Ada peningkatan 37 pengrajin dari tahun 2017, yang berjumlah 877 orang.

Sedangkan di tahun 2016, pengrajin tenun Silungkang ini hanya berjumlah 796 orang. Ada peningkatan setiap tahunnya, seiring dengan adanya program pelatihan yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Harga Kain Songket Silungkang
Paket kain tenun Songket Silungkang seharga Rp 1,6juta. Terdiri dari 2 bahan baju – 1 sarung – 1 selendang. (Sumber: songketsilungkang.com)

Harga Kain Songket Silungkang

Harga kain tenun khas Sumatera Barat ini bervariasi. Tergantung bahan dan modelnya. Ada yang sarung, selendang, dan bahan baju.

Baca juga:
* VIDEO: Tradisi Suku Mentawai

Ada yang beharga Rp. 450.000, Rp. 650.000, Rp. 850.000, Rp. 1.250.000. Bahkan ada yang sampai Rp 3.650.000.

Dengan lebar kain 1 meter dan panjang bervariasi hingga 2,75 meter.

Sumber:
Berbagai sumber
Genpi Sumbar
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/songket-silungkang/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here