Jelajah Sejarah di Kota Ternate

Genpi.id. Kota Ternate merupakan kota terbesar di Maluku Utara, pernah menjadi Ibukota sementara Provinsi Maluku Utara. Ternate selain memiliki pesona alam yang indah, kota ini juga mempunyai nilai sejarah yang begitu tinggi.

Sebelum menjadi kota administratif, kota Ternate dahulu dikenal sebagai kerajaan Kesultanan Gapi. Kerajaan Islam pertama yang ada di Maluku. Meski kerajaan Islam ini tergolong kerajaan kecil, namun Kerajaan ini memiliki pengaruh besar bagi Indonesia bagian timur.

Nama ternate ini berasal dari ungkapan Tarinata, yang artinya keras dan kasar. Hal itu merupakan gambaran karakter penduduk ternate. Eits, tunggu dulu! Karakter masyarakat Ternate tidaklah demikian, warga disana justru dikenal sangat ramah dan juga suka bercanda, lho. Jadi, jangan enggan untuk menapakkan kaki di sana!

Selain nama kota, ternate juga merupakan nama pulau yang berada di kaki gunung api aktif yaitu Gunung Gamalama. Tanah di pulau ini sejak dahulu kala dikenal sangatlah subur, sehingga sumber daya rempah, seperti pala dan cengkeh yang dihasilkan sangat melimpah. Tak heran, kota ini disebut sebagai negeri rempah.

Tercatat ada empat negara dari benua biru yang merebutkan kota penghasil rempah ini, antara lain Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda. Latar belakang kedatangan negara-negara tersebut yakni rempah-rempah. Bangunan kuno seperti benteng-benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh, menjadi saksi bisu peperangan antara rakyat maluku melawan negara penjajah.

Apabila kamu berkesempatan ke Ternate, tak ada salahnya untuk napak tilas di kota rempah ini. Dari banyaknya benteng dan bangunan bukti bersejarah, berikut tempat-tempat sejarah yang harus kamu kunjungi saat di Ternate.

Benteng Tulokko

Benteng tulokko merupakan bangunan peninggalan Portugis yang terletak di Kelurahan Sangadji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate. Benteng ini dibangun pada tahun 1540 oleh panglima asal portugis yang bernama Fransisco Serraw. Benteng ini terletak sangat strategis untuk memantau datangnya kapal. Saat berada dipuncaknya, kamu akan disuguhkan pemandangan lepas ke Laut Maluku, pulau tidore, dan pesisir barat Pulau Halmahera.

Benteng Orenje

Benteng tua yang dibangun pada abad ke-16 oleh Portugis ini tidak seperti benteng yang lainnya. Letaknya berada dipusat kota Ternate, tepatnya di Kelurahan Gamalama, Maluku Utara. Dahulu benteng ini sempat mengalami pergantian nama, sering juga disebut sebagai Benteng Melayu, dikarenakan benteng ini dihuni oleh orang Melayu saat Portugis berkuasa. Benteng ini dibangun kembali oleh Cornelis Matclief de jong pada tahun 1607, kemudian diberi nama Benteng Orenje oleh Francois Witlentt. Nama Benteng Orenje digunakan sampai saat ini.

Benteng Kalamata

Benteng kalamata salah satu jejak peninggalan bersejarah, pertama kali dibangun oleh Potugis pada tahun 1540. Benteng ini beberapa kali beralih kekuasaan dan juga sempat dipugar Belanda, kemudian diduduki oleh Spanyol. Bententeng yang berdiri kokoh ditepi pantai, berhadapan dengan Pulau Tidore dan Pulau Maitara. Selain itu, Benteng Kalamata memiliki desain yang unik menyerupai empat penjuru mata angin, yang depan berbentuk lancip.

Museum Kedaton Sultan Ternate

Sebelum beralih fungsi sebagai Museum, bangunan ini merupakan rumah dari keluarga Kerajaan Sultan Ternate. Dibangun sejak pada tahun 1813 oleh Sultan Muhammad Ali, museum ini memiliki luas 1.500 meter persegi. Di dalam museum terdapat banyak barang-barang peninggalan Kesultanan Ternate, mulai dari singgasana, baju adat, peralatan perang hingga mahkota. Uniknya, mahkota yang disimpan di museum ini terdapat rambutnya, lho. Rambut tersebut bisa bertumbuh dan biasanya akan dipotong saat perayaan Iduladha.

Nah, menarik untuk dikunjungi bukan? Tempat mana yang ingin kamu menapak tilasi?

(Artikel ini ditulis oleh Zolanda Syafa’ati Arizas, Universitas Pancasila jurusan Ilmu Komunikasi, pada program magang Genpinas)

Sumber : https://travel.kompas.com/read/2018/03/15/212500327/4-wisata-sejarah-di-ternate-kota-1000-benteng?page=all#page2
https://www.boombastis.com/kerajaan-gapi/83748?utm_source=rss&utm_medium=rss
https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/travel/destination/amp/brahm-1/bangunan-bersejarah-di-ternate-c1c2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here