Inovasi Mahasiswa Arsitektur UMN Hadirkan Produk Untuk Hadapi Covid–19

Sumber : detiknews | Handfull sanitizer oleh Ricky Sintiadi Tjtra, mahasiswa UNM

Sudah genap satu tahun virus corona telah bermukim di Indonesia sejak Februari tahun lalu, dengan kehadiran virus ini cukup membuat beberapa penurunan pada performa suatu negara. Untuk memulihkan kondisi tersebut terdapat beberapa inovasi yang dilakukan guna menurunkan angka persebaran yang terus bertambah. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa arsitektur universitas multimedia nusantara.

Guna memenuhi tugas UAS mata kuliah digital fabrication, membuat inovasi – inovasi baru bermunculan dari pemikiran kreatif para mahasiswa. Inovasi ini seperti diciptakannya alat hand sanitizer tanpa harus menekan tuas menggunakan tangan, sebagai pengganti terdapat tuas tambahan yang bisa diinjak menggunakan kaki ketika ingin mengeluarkan cairan. Hal ini dibuat untuk mengurangi penularan melalu medium benda yang berhasil dibuat oleh Adriel.

Selanjutnya terdapat shopping bag holder, berupa pegangan produk berbentuk lingkaran dengan desain minimalis yang diperuntukkan untuk membawa beban belanjaan serta bisa digunakan untuk membuka pintu. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir kontak langsung pada kantong belanjaan yang mungkin terpapar covid – 19. Inovasi ini muncul dari pemikiran kreatif Aldo Cerena.

Kemudian terdapat strerilishing lamp, berupa lampu dengan sinar ultraviolet yang bisa digunakan untuk mensterilisasi benda yang sering dibawa kemana – mana seperti smartphone, dompet, kunci dan lain sebagainya. Selain itu benda ini juga dilengkapi dengan LED putih yang bisa digunakan sebagai furnitur. Ide kreatif ini datang dari Naufal Rizky Pratama.

Karya lainnya datang dari Reza Meidyawan yang berhasil membuat the quarantine pods, berupa sebuah kursi yang dapat dirotasikan 90 derajat sesuai kebutuhan yang memuat kapasitas satu sampai dua orang dan dilengkapi dengan pembatas. Kursi ini biasanya ditempatkan di stasiun kereta api dengan desain yang berpegang pada unsur estetika.

Dan yang terakhir ialah dibuatnya co – stick oleh Catherine, berupa sebuah alat yang diperuntukkan berkegiatan di luar rumah. Tongkat ini terdiri dari tiga macam desain yang pertama ialah button presser yang digunakan untuk menekan tombol, yang kedua ada money clip yang digunakan untuk menjepit uang kertas dan yang terakhir ialah kait yang digunakan untuk membuka pintu atau membawa barang belanjaan.

Semua inovasi ini diperuntukkan untuk mengurangi kontak terhadap benda – benda yang berada di ruang publik dengan tujuan untuk mengurangi pesebaran virus yang terus meningkat. Kesadaran akan protokol kesehatan seorang individu dirasa sangat penting, karena kesehatan merupakan tanggung jawab masing – masing.

Ditulis oleh Fanny Nur Aprilia. Kelompok 10. Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo. Program Magang Genpinas 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here