Inilah 5 Keunikan Pasar Mbatok Kemuning

Halo, teman-teman GenPI pasti sudah sedikit bosan di rumah ya? Pandemi COVID-19 yang sedang melanda Indonesia memang membatasi gerak kita. Ingin
keluar tapi belum tahu tempat mana yang asik dan aman untuk dikunjungi? Pasar Mbatok Kemuning adalah jawabannya!

Pasar Mbatok Kemuning adalah salah satu pasar digital binaan Generasi Pesona Indonesia Solo Raya. Pasar Mbatok berlokasi di Dusun Badan, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Berlokasi di sekitar Lereng Lawu, pasar digital ini menyajikan suasana yang hijau dan tenang. Sesuatu yang sudah lama tidak kita jumpai, kan? Jika kalian berdomisili di daerah perkotaan, tentunya pasar ini akan menjadi penyejuk tersendiri di tengah kepenatan dan kebisingan kota.

Bagaimana, menarik? Yuk, kita kenalan dengan Pasar Mbatok lebih jauh.

  1. Pasar Berbasis Digital

Pasar digital? Apa maksudnya? Yang dimaksud dengan pasar digital adalah pasar yang dilestarikan dan dipromosikan lewat media digital. Zaman yang semakin maju membawa perubahan pemasaran yang tadinya tradisional dan hanya terpusat di suatu daerah menjadi global dan luas. Pasar Mbatok Kemuning mempromosikan pasarnya di Instagram
@pasar_mbatok dan mempunyai situs web sendiri di https://pasarmbatok.business.site/. Keren,kan?. Jadi, anak-anak hits Instagram seperti kita-kita ini dapat langsung melihat kondisi pasar dan komoditas yang dijual di dalamnya. Jangan lupa difollow ya! Siapa tahu bisa dijadikan destinasi wisata kuliner buat kamu yang suka jajan-jajan kecil.

  1. Rupiah? No. Ketip? Yes!

Disini tidak menerima mata uang rupiah? Benar sekali, teman-teman! Di Pasar Mbatok Kemuning, kalian harus menukarkan uang rupiah yang kalian punya dengan uang kayu. Unik banget, kan? Uang kayu ini bernama ketip dan dihargai sebesar dua ribu rupiah. Ketip inilah yang nanti dipakai untuk bertransaksi di Pasar Mbatok. Harga jajanan di pasar ini berkisar antara satu sampai empat ketip yang berarti sekitar dua sampai delapan ribu rupiah. Murah sekali, bukan? Rasanya tentu tetap terjamin mutunya!

  1. Donasi Lewat Berbelanja di Pasar Mbatok

Ada yang berbeda dari Pasar Mbatok dengan pasar lainnya. Dari setiap ketip yang terjual, pihak pengelola akan menyisihkan 250 rupiah. Untuk apakah dana ini dikumpulkan Jawabannya adalah untuk perbaikan pasar dan juga untuk kegiatan sosial! Tidak hanya itu, Pasar Mbatok juga bekerjasama dengan donator dan membagikan sembako bagi pengelola wisata desa yang terdampak COVID-19. Lingkungan sekitar Pasar Mbatok juga rutin disemprot disinfektan dan mereka juga memberikan masker gratis bagi warga desa Kemuning. Sebelum adanya pandemi COVID-19, mereka mengalokasikan dana tersebut untuk membantu pedagang pasar yang kesusahan dan mengalami musibah. Sangat menyentuh, bukan? Dengan berbelanja di Pasar Mbatok, kalian juga turut membantu warga desa Kemuning.

  1. Keamanan yang Terjaga

Protokol kesehatan di Pasar Mbatok sangat terjaga. Tidak perlu takut untuk berkunjung apabila teman-teman sanggup mengikuti protokolnya dengan baik. Sebelum
memasuki area pasar, teman-teman diharuskan untuk mencuci tangan dengan bersih. Setelah itu, pada titik penukaran ketip, akan ada pengecekan suhu oleh pengelola pasar. Semua pembeli dan pedagang diharuskan memakai masker, tidak ada pengecualian! Siapkan masker jika ingin berkunjung ke Pasar Mbatok. Jaga jarak juga sebaik mungkin diterapkan oleh pengelola pasar.

  1. Singkong Jarak Towo ala Pasar Mbatok

Kalau ke Pasar Mbatok, harus banget cobain berbagai macam olahan singkongnya! Singkong di Pasar Mbatok ditanam langsung di daerah sekitar Kemuning dan rasanya berbeda dengan singkong di daerah lain. Meskipun sama-sama dari jenis jarak towo, rasanya tidak akan seenak yang ditanam dan dijual di Pasar Mbatok. Singkong ini lalu diolah menjadi getuk singkong, singkong goreng, dan olahan singkong lainnya. Duh, enak banget pasti, ya? Makan singkong hangat di daerah sejuk dan dingin bersama teman-teman.

Bagaimana, apakah teman-teman tertarik untuk berkunjung ke Pasar Mbatok Kemuning? Kunjungi pasar ini setiap hari Sabtu dan Minggu mulai jam enam pagi sampai empat sore, ya! Jangan sampai kelewatan, tidak mau menunggu dua minggu lagi untuk merasakan kesejukan Pasar Mbatok, bukan? Kepoin juga Instagramnya di @pasar_mbatok. Sampai jumpa di Pasar Mbatok, teman-teman GenPI. Semoga kita semua selalu diberikan kebahagian dan kesehatan!

Sumber:
Mas Dwi Saryanto, Ketua Pasar Mbatok Kemuning.
https://pasarmbatok.business.site/ (Situs web resmi Pasar Mbatok Kemuning)

Dwi Krisna Juniarti dari Universitas Negeri Jakarta dalam Program Magang Genpinas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here