Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur, Ini 8 Alasannya!

Presiden RI Joko Widodo mengabarkan secara resmi ibu kota baru Indonesia berlokasi di Kalimantan Timur. Pengumuman tersebut disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019) kemarin.

Pengumuman ini juga sempat tersedia secara live streaming di akun YouTube resmi ‘Sekretariat Presiden’. Saat live streaming videonya berjudul “Upcoming Live | Presiden Jokowi Mengumumkan Ibu Kota Baru”. Dan di video kedua berjudul “Presiden Jokowi Mengumumkan Lokasi Ibu Kota Baru, Istana Negara, 26 Agustus 2019”.

Menanggapi berita tersebut netizen pun ramai-ramai berkomentar di media sosial, terutama di twitter. Bahkan beberapa kata kunci dan hashtag sempat menguasai Trending Topic Indonesia selama berjam-jam.

Baca juga:
* The Kaldera Toba Nomadic Escape: 5 Hal Ini Bikin Jokowi Terpesona

Alasan Perpindahan Ibukota ke Luar Pulau Jawa

Dalam konferensi pers tesebut Jokowi memaparkan, rencana perpindahan ibu kota itu sudah digagas sejak lama bahkan sejak era Presiden pertama RI Soekarno. Dan sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka, Indonesia belum pernah merancang sendiri ibukotanya.

Berikut ini kami rangkum pernyataan Presiden yang menjelaskan alasan perpindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

1. Beban Jakarta Sudah Berat

“Beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa.” Ungkap Jokowi.

Airport dan pelabuhan laut yang terbesar di Indonesia ada di Jakarta.

2. Beban Pulau Jawa Semakin Berat

Jokowi memaparkan, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk sudah 150juta atau 54 persen dari total penduduk indonesia. Dan 58% PDB ekonomi Indonesia ada di Pulau Jawa. Dan Pulau Jawa juga sebagai sumber ketahanan pangan. Beban ini akan semakin berat bila ibu kota pemerintahan pindahnya tetap di Pulau Jawa.

“Kita tidak bisa terus menerus membiarkan beban Pulau Jawa yang semakin berat. Kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah, polusi udara dan air yang harus segera kita tangani.” Tegasnya.

“Dan ini bukan kesalahan Pemprov DKI Jakarta, tapi karena besarnya beban yang diberikan kepada pulau jawa dan Jakarta.” Jokowi menekankan.

3. Kesenjangan Ekonomi

Presiden Joko Widodo juga menyampaikan soal kesenjangan ekononomi antara Jawa dan luar Jawa yang terus meningkat, meskipun sejak tahun 2001 sudah dilakukan otonomi daerah.

Alasan Dipilihnya Kalimantan Timur

Kalimantan Timur

Setelah menjelaskan alasan perpindahan ibukota ke luar Pulau Jawa, Presiden melanjutkan dengan menjelaskan alasan dipilihnya Kalimantan Timur sebagai ibu kota Indonesia yang baru.

“Hasil kajian-kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Jokowi.

Ada beberapa alasan yang mendasari pemerintah untuk memutuskan lokasi ibu kota baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur.

Berikut ini, genpi.id rangkum, keterangan Kepala Negara yang menjelaskan alasan pemilihan provinsi tersebut.

1. Risiko Bencana Minimal

“Satu, risiko bencana minimal baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor,” ucapnya.

2. Lokasi Strategis

“Kedua, lokasinya yang strategis berada di tengah tengah Indonesia.”

Selain karena minimnya risiko bencana, lokasi Kalimantan Timur yang berada di tengah-tengah wilayah Indonesia juga menjadi pertimbangan utama. Hal itu menjadi alasan kedua pemilihan lokasi pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Yang memang jelas bertujuan untuk pemerataan ekonomi ke Indonesia bagian Timur.

3. Dekat dengan Kota yang Sudah Berkembang

Adapun yang ketiga, Presiden mengatakan bahwa lokasi yang telah ditetapkan tersebut berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang.

“Yang ketiga, berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda,” tuturnya.

4. Infrastruktur yang Relatif Tersedia

infrastruktur jalan tol di kalimantan timur - ibu kota baru indonesia
Infrastruktur relatif tersedia di Kalimantan Timur. Selain sudah ada 2 bandara internasional, juga ada jalan tol.

Pertimbangan dipilihnya Kaltim juga karena infrastruktur yang relatif sudah tersedia. Juga kepemilikan lahan pemerintah seluas sekitar 180 ribu hektare.

“Yang keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap.”

5. Tersedia Lahan

Dan yang terakhir adalah karena pertimbangan lahan yang sudah dikuasai oleh pemerintah.

“Yang kelima, telah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektare,” kata Presiden.

Sumber Dana

Disela-sela menjekaskan alasan perpindahan ibu kota, Presiden tak lupa menerangkan total kebutuhan dana ibu kota baru Indonesia.

“Total kebutuhan untuk ibukota baru adalah kurang lebih 466 T. Nantinya 19 persen berasal dari APBN, itupun berasal dari skema kerjasama pengelolaan aset ibu kota baru dan DKI Jakarta. Sisannya berasal dari KPBU, Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha. Serta investasi langsung swasta dan BUMN.” jelas Jokowi singkat.

Baca juga:
* Cantiknya Geosite Sipinsur yang Dikunjungi Presiden Jokowi

Dalam video yang bisa kamu tonton diatas, tampak hadir mendampingi Presiden RI; Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Juga beberapa menteri seperti Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here