HUB.ID Kominfo, Fasilitasi Startup Digital Gaet Investor

Advertisement
HUB.ID kementerian komunikasi dan informatika Kominfo Fasilitasi Startup Digital Unggulan Indonesia Gaet Investor - annie-spratt-QckxruozjRg-unsplash
HUB.ID, program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), yang memfasilitasi pengusaha Startup Digital unggulan untuk menggaet investor. (Foto Ilustrasi: Annie Spratt/Unsplash)

HUB.ID Kominfo – Kalau kamu mengikuti perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0, kamu pasti sudah tahu kalau Indonesia itu merupakan yang tercepat di Asia Tenggara. Indonesia memiliki startup digital sekitar 2.193, demikian Presiden Joko Widodo pernah mengatakan.

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai yang kelima terbesar di dunia. Bahkan yang membuat kita bangga, Indonesia memiliki 5 unicorn dan 1 decacorn.

Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informatika, guna meningkatkan skala bisnis startup digital, memfasilitasi pertemuan startup digital unggulan di Indonesia dengan calon investor lewat HUB.ID. Tentu saja ini adalah secara virtual.

Baca juga:
* Cari Kerja? Buka SIMONAS, Platform Lowongan Kerja Kominfo

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan program fasilitasi hub.id ini adalah sebuah kelanjutan dari Program Startup Studio dan 1000 Startup Digital. Demikian agar startup digital dapat mengalami peningkatan pertumbuhan bisnis.

“Diharapkan, dengan pertemuan itu mereka dapat melakukan pitching di depan para calon investor agar mereka bisa memiliki partner untuk bisa mempercepat pertumbuhan bisnis mereka,” paparnya dalam Konferensi Pers virtual Pembukaan Pendaftaran HUB.ID Startup Digital di Jakarta, pada Rabu (28/07/2021).

Program fasilitasi yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu itu, Kata Dirjen Semuel, setiap tahunnya ditargetkan untuk mendata, memetakan dan mengetahui kebutuhan startup digital.

Melalui program HUB.ID ini, Kominfo akan membantu startup digital agar bisa semakin berkembang. Serta memiliki daya saing dan tidak kalah dengan startup luar negeri.

“Program HUB.ID ini merupakan rangkaian program Kominfo untuk meningkatkan atau mendorong percepatan atau fasilitasi startup Indonesia untuk berkembang lebih cepat dan juga meningkatkan talenta digital,” Semuel menjelaskan.

Tiga Kegiatan Utama

Bagi kamu yang tertarik mengikuti program ini, ada 2 syarat yang harus startup digital milikmu penuhi.

Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kementerian Kominfo, I Nyoman Adhiarna memaparkan, yaitu memenuhi prasyarat vertikal yang telah ditetapkan dan sudah berkembang. Atau memiliki maturitas tertentu.

Nyoman Adhiarna menjelaskan, mengenai prasyarat vertikal ini ada 7 fokus bisnis yang dibidik dalam program HUB.ID tahun ini.

Yaitu; pariwisata, pendidikian, kesehatan, pertanian dan kemaritiman, logistik, keuangan, serta smart city.

Yang akan dipilih nantinya adalah yang masuk di dalam kelompok tersebut.

Selain itu, Nyoman Adhiarna menjelaskan startup yang bisa bergabung juga harus memiliki level maturitas atau telah berkembang dengan mendapatkan pendanaan.

“Dengan kata lain, telah melewati post-seed (investasi pertama), serta mendapatkan pendanaan baik secara individual maupun institusional,” Imbuh Nyoman Adhiarna.

Setelah memenuhi 2 persyaratan di atas, startup digital unggulan bisa mengikuti program HUB.ID Kominfo.

Akan ada 3 tahapan kegiatan utama, yaitu: (1) Mentoring Singkat, (2) Business Matchmaking dan Networking Session, dan (3) Demo Day yang mencakup Preparation serta Grand Demo Day.

Startup digital yang berhasil terpilih mengikuti program ini, akan mengikuti speed mentoring dengan para praktisi berpengalaman di berbagai bidang.

“Para mentor pendamping ini merupakan founder atau C-level dari startup-startup ternama, pelaku industri, dan perusahaan modal ventura,” Ujar Nyoman.

Ada beberapa tokoh startup digital yang menyatakan siap dan berkomitmen terlibat dalam HUB.ID. Ada Presiden dan Co-Founder Tanihub dan CEO eFishery dari sektor pertanian. Ada CEO Alodokter, CEO MDI Ventures, dan CEO mClinica di sektor kesehatan.

Selain itu ada pula Director Business Incubator The Greater Hub, Managing Partner MDI Singapore, SVP Gojek, CIO BRI Ventures, CEO Indonesia Paradise Property (Hotel Harris), COO Onstar, CEO Waresix, Chief Growth Zenius.

Lalu ada CEO LinkAja, CEO Qlue, CEO Privy, Partner Arise Fund, Founder sekaligus Managing Partner of Velocity Ventures, serta Co-Founder Accelerating Asia. Dan masih banyak lagi lainnya.

Setiap minggunya, dalam tahapan Mentoring HUB.ID, akan ada satu vertikal classroom selama 3 hari.

Pada hari pertama dilakukan secara offline dan diikuti oleh 4 mitra startup yang difasilitasi pemerintah, BUMN, privat sektor dan pemangku kepentingan lain. Dan di hari kedua dilakukan secara online.

Kemudian setelah menjalani mentoring, startup digital ungulan akan menjalani Business Matchmaking.

“Business Matchmaking, memberikan fasilitasi kepada startup-startup unggulan untuk bisa bertemu atau melakukan business matchmaking dengan calon investor atau calon mitra bisnis di masa yang akan datang,” Nyoman Adhiarna menuturkan.

Sementara dalam Networking Session, Kemkominfo akan menghadirkan tokoh-tokoh startup. Akan sharing bersama pengusaha startup yang dibagi berdasarkan vertical usaha atau sektor.

“Dalam proses itu startup digital bertemu dengan BUMN, korporasi, dan instansi. Selain itu, mereka juga harus berkomitmen penuh untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan HUB.ID ini. Dan syaratnya kepemilikan mayoritas Warga Negara Indonesia,” tutur Nyoman.

Kemudian, pada Demo Day Preparation, startup digital difasilitasi untuk menyiapkan presentasi yang baik. Agar usahanya menarik bagi 100 investor yang dipilih dari lokal maupun global.

“Kominfo, dalam Demo Day Preparation, akan merekrut salah satu Pitch Trainer Startup di dunia, Peter Browne. Dengan harapan para startup yang sudah diseleksi nanti punya pengalaman membuat presentasi kepada investor.” Ia menuturkan.

Nyoman Adhiarna juga menjelaskan, dalam Demo Day, seluruh startup yang tegabung dalam HUB.ID Kominfo akan difasilitasi pada acara puncak untuk menarik minat para investor.

“Memfasilitas para startup digital untuk mempresentasikan perusahaan dan bisnis mereka kepada lebih dari 100 investor. Dilaksanakan selama 2 hari secara hybrid. Dengan mengundang perwakilan pemodal ventura, angel investor, dan investor lainnya dari lokal maupun global.” Ia menambahkan.

Melalui program HUb.id ini, nantinya ada 50 Startup terpilih yang akan dikurasi atau dibina melalui 1000 pertemuan bisnis. Programnya akan dilakukan melalui absensi dan networking.

50 startup digital yang sudah siap dengan strategi bisnisnya dan telah menjalankan bisnis lebih dari 6 bulan.

Artinya, mereka sudah memiliki traction dan produknya sudah digunakan. Startup itu ingin tumbuh dan berkembang. Serta ingin bisnisnya sustainable, ada scale up, tidak hanya seperti sekarang saja. Mereka memerlukan akses investasi, peluang baru, mitra bisnis baru dan seterusnya.

Waktu tahapan pendaftaran HUB.ID akan dimulai mulai tanggal 27 Juli, dan berakhir 13 Agustus 2021.
Kurasi tahap satu akan dilaksanakan tanggal 18 – 20 Agustus 2021. Kurasi tahap 2 dilaksanakan tanggal 23-25 Agustus 2021.

Business MatchMaking per vertical diperkirakan berlangsung tanggal 6-31 Oktober 2021. Sedangkan untuk Online Business mentoring akan berlangsung tanggal 1 September hingga 31 Oktober 2021.

Baca juga:
* Aplikasi SiCANTIK Cloud Beri Kemudahan Urus Perizinan Online

Adapun Network Session in 10 Cities dimulai tanggal 1 September sampai 17 Oktober 2021. Untuk Demo Day Preparation, tanggal 1 – 12 November 2021. Dan Grand Demo Day tanggal 18 dan 19 November 2021.

Tertarik mendaftar dan mengikuti program HUB ID Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) ini? Semoga bisa lolos dan sukses.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here