Golla Kambu, Penganan Tradisional Khas Polewali Mandar

Advertisement
foto gambar baje golla kambu kudapan khas Polewali Mandar - @afdalia.z
Golla kambu, atau baje, kudapan tradisional khas Polewali Mandar. (Foto: IG @afdalia.z)

Kabupaten Polewali Mandar di Sulawesi Barat memiliki kekayaan berupa kuliner khas yang disukai sekali oleh masyarakatnya. Kuliner tradisional ini bernama ‘golla kambu’.

Golla Kambu adalah makanan khas Suku Mandar yang juga menjadi kekayaan wisata kuliner Polewali Mandar. Penganan yang terbuat dari bahan beras ketan, kelapa muda, kacang tanah, dan gula merah.

Penganan dengan tekstur berserat padat ini memiliki rasa manis yang sangat khas. Sepintas kita lihat, bentuknya seperti wajik dari Jawa.

Baca juga:
* Pesona Kain Tenun Sekomandi dari Mamuju Sulawesi Barat

Bahan Golla Kambu

Beras ketan
kelapa muda yang diparut
kacang tanah yang disangrai
gula merah

Adanya bahan kacang tanah dan kelapa parut ini yang memberikan rasa gurih. Membuat penganan, yang bernama lain baje, ini berbeda dengan makanan lainnya.

Cara Membuat Golla Kambu

Cara membuatnya termasuk simpel dan mudah.

Pertama-tamau kamu kukus beras ketan selama 30 menit. Lalu diamkan selama sekitar 1 jam.
Larutkan gula merah dengan air mendidih dalam wajan.
Masukkan beras ketan dan parutan kelapa ke dalam larutan gula merah.
Aduk rata sampai semua bahan tercampur rata dan meresap.

Proses pembuatan ini membutuhkan api kecil saja, dan berlangsung paling lama 2-3 jam. Dan kamu harus selalu mengaduknya sampai membentuk adonan.

Lalu masukkan kacang tanah yang sudah disangrai ke dalam adonan. Lalu aduk kembali hingga membentuk adonan yang padat.

Tahap selanjutnya adalah memindahkan adonan ke wadah besar untuk didinginkan. Tunggu sampai tidak ada lagi uap hangat dari adonan.
Kemas seukuran kepalan tangan orang dewasa, masukkan ke dalam daun pisang kering.
Lipat daun pisang kering berisi adonan menjadi bungkusan kecil seberat kurang lebih 30-40 gram.

Penganan ini tidak menggunakan bahan pengawet. Namun bisa awet dan bisa disimpan hingga berbulan-bulan.

Penganan tradisional ini disukai oleh berbagai kalangan. Rasa manisnya sangat cocok menjadi teman minum teh tawar atau kopi.

Kudapan khas suku Mandar atau Polman ini, karena rasa manisnya, sering menjadi pelengkap hidangan buka puasa. Karena banyak yang meyakini bisa memulihkan energi setelah berpuasa seharian penuh.

Jadi tidak mengherankan kalau permintaan golla kambu di bulan Ramadhan akan meningkat 4-5 kali lipat.

Sentra Pembuatan Golla Kambu

foto gambar baje golla kambu kudapan khas Polewali Mandar - @fitrijasmine1177
(Foto: IG @fitrijasmine1177)

Kamu bisa menemukan sentra pembuatan kudapan ini di Botto. Lokasinya berada di tepi poros jalan Polman – Majene.

Desa Botto masuk wilayah administrasi Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Kamu bisa membeli golla kambu di Botto, sebagai penganan untuk oleh-oleh.

Golla kambu dengan kulit daun pisang kering ini dikemas dalam bungkusan plastik. Dalam satu kemasan berisi 8-10 golla kambu.

Satu kemasan dibanderol dengan harga sekitar Rp. 10.000 – Rp. 15.000. Kamu bisa juga menemukan dan membelinya di beberapa marketplace dengan harga Rp. 18.000 – Rp. 20.000 perkemasan.

Aneka Rasa

Mengikuti perkembangan zaman dan untuk menarik minat, para pembuat gallo kambu memberikan pilihan rasa.

Salah satunya adalah dengan rasa durian. Rasa dan aroma durian ini ternyata juga banyak diminati oleh pembeli. Selain itu juga ada rasa kenali dan lainnya.

Tentu saja harga varian ini lebih mahal dibanding golla kambu original.

Baca juga:
* Air Terjun Sambabo di Mamasa Sulawesi Barat

Recommended

Berwisata itu tidak melulu tentang alam. Kamu bisa mencicipi dan mempelajari apa saja kuliner atau penganan khas suatu daerah.

Saat liburan ke Sulawesi barat, kamu bisa mampir di ‘Polman Kota Berhias’. Atau ke Desa Botto di Kecamatan Campalagian, yang lebih dekat dari kota Polewai, ibukota Kabupaten Polewali Mandar.

Coba dan cicipi golla kambu, kuliner/kudapan khas Polewali Mandar. Dengan membeli, mencicipi, dan mempelajarinya, kamu sudah ikut serta melestarikan salah satu makanan tradisional nusantara 🙂

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here