FOOD DATE, KULINER SEHARIAN DI JOGJA

Yogyakarta, kota seribu pesona. Kota filosofis, kaya akan budaya. Kota dengan ratusan destinasi wisata, yang selalu membuat rindu untuk pulang kesana. Apalagi ragam kulinernya yang memanjakan lidah, membuat Yogyakarta selalu menjadi primadona di hati para wisatawannya.

Bicara tentang kuliner, rasanya tidak cukup sehari untuk berburu makanan khas di kota pelajar ini. Terlalu banyak kuliner yang wajib dicoba dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Lantas, bagaimana caranya menikmati kuliner tapi terlimit waktu ?

Yuk simak rute Food Date, sehari bersama kuliner di Yogyakarta !

Gudeg Mbah Lindu

Sampai Yogya pagi hari? Cocoknya sarapan di tempat gudeg legendaris ini ! Ya, Gudeg Mbah Lindu. Terletak di Kota Yogya tepatnya di Jalan Sosrowijayan No 30, Sosromenduran, Gedong Tengen, membuat gudeg ini tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi dengan ketenaran Mbah Lindu, sang pemilik yang pernah masuk serial Netflix Street Food : Asia membuat gudegnya selalu habis sebelum fajar menyisingsing. Walaupun Mbah Lindu telah tiada, rasa gudeg ini tetaplah sama, sejak zaman kolonial hingga sekarang. Buat kamu yang ingin mencicipi nikmatnya gudeg legendaris Mbah Lindu, siap-siap bangun lebih pagi ya !

Sate Kere Beringharjo

Kere? Miskin? Benar sekali. Sate Kere dahulunya merupakan makanan ‘wong cilik’ atau rakyat kecil yang juga ingin menikmati enaknya setusuk sate. Sate ini juga menyimbolkan perjuangan rakyat kecil untuk mendapatkan kesetaraan. Terbuat dari lemak sapi dan juga jeroan seperti hati dan usus membuat Sate Kere mengeluarkan bau yang khas saat dibakar. Tak heran banyak pembeli yang terpikat. Untuk mendapatkan sate ini kamu tinggal berjalan ke depan Pasar Beringharjo dan Ta-Da ! Banyak sekali penjual yang menyajikan sate ini. Biasanya Sate Kere dibanderol dengan harga Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per tusuk. Tertarik? Yuk coba makanan simbol kesetaraan ini !

Brongkos Bu Handayani

Dari Sate Kere, kamu bisa makan siang di tempat legendaris ini. Bertempat di Alun-alun Kidul, tepatnya di Jalan Gading No 2, Patehan, Kraton, Brongkos Bu Handayani berdiri sejak 60 tahun silam. Brongkos itu apa sih? Dilansir dari travelingyuk.com, brongkos merupakan makanan dengan bahan dasar tahu, telur, tetelan atau jeroan, kacang, dan santan yang telah dibumbu rempah. Yang unik dari makanan ini yaitu brongkosnya mengandung 16 rempah yang berbeda. Terbayang kan cita rasa rempahnya? Untuk sepiring brongkos Bu Handayani, kamu hanya merogoh kocek sebesar Rp 4.000 hingga Rp 20.000 saja !

Bakpia Pathok 25

Perutmu belum terpuaskan? Yuk pergi ke Bakpia Pathok 25, kudapan primadona Yogyakarta ! Bakpia Pathok 25 ini merupakan bakpia andalan di Yogyakarta. Selain dapat berbelanja oleh-oleh, kamu juga dapat melihat dan mengikuti proses pembuatan bakpia secara langsung, bahkan mencicipinya saat masih hangat. Terletak di Jalan AIP II KS Tubun, Ngampilan, Kota Yogyakarta, tempatnya dijamin mudah dijangkau oleh kamu yang sudah gak sabar mencicipi oleh-oleh khas Yogya ini.

Soto Sampah

Mulai keroncongan? Segarkan perutmu dengan makanan ini. Ya, Soto Sampah. Jangan salah, walaupun namanya terlihat jorok, cita rasanya berani diadu. Nama sampah ini diambil dari julukan oleh pembelinya karena saat menyantap soto ini pasti dilengkapi dengan sate jeroan, sehingga tampilannya berantakan. Untuk menikmati semangkuk Soto Sampah, kamu hanya harus membayar sebesar Rp 6.000 saja. Penasaran? Yuk langsung pergi kesana !

Wedang Ronde Mbah Payem

Setelah menyambangi alun-alun selatan siang tadi, saatnya melaju ke alun-alun utara. Di tempat ini banyak sekali wisatawan yang berkumpul sembari menikmati sendunya suasana Yogya. Apalagi ditemani dengan hangatnya wedang ronde buatan Mbah Payem. Nenek berumur 90 tahun ini sudah berjualan sejak tahun 1965. Beliau selalu menyambut ramah para pembelinya. Biasanya jika mangkukmu sudah habis, Mbah Payem akan menawarkan untuk diisi lagi. Eits! Tidak perlu khawatir, semangkuk wedang ronde ini hanya dikenakan Rp 6.000.

Bakmi Djawa Pak Pele

Masih di alun-alun utara, rasanya tidak afdol jika tidak mencicipi Bakmi Pak Pele. Letaknya sangat khas, dipojok selatan alun-alun utara. Kamu akan mudah menemukannya, lihat saja kerumunan orang yang mengantri sampai jalan. Walaupun penyajiannya sederhana, keunikannya terletak pada tambahan telur bebek dan kaldu ayam yang membuat rasa Bakmi Pak Pele ini tidak ada duanya!

Angkringan Lik Man Kopi Joss

Kencan kuliner ini ditutup dengan menikmati malam romantis di tepi Stasiun Tugu dengan Kopi Joss ala Angkringan Lik Man. Kopi Joss, kopi yang sangat buming karena cara penyajiannya. Ya, kopi hitam yang dicampur dengan arang panas. Konon arang panas tersebut berkhasiat sebagai penghilang rasa lelah dan pegal-pegal setelah seharian berwisata. Cocok bukan?

Itulah tadi rute food date dengan kuliner khas Yogyakarta satu hari penuh.

Jadi kapan mau ke Yogya?

Sources :
https://kumparan.com/tugujogja/mengenal-sate-kere-kuliner-khas-solo-simbol-perjuangan-rakyat-kecil-1sMGMB5UA2n/full

https://www.kompas.com/travel/read/2015/05/18/103300727/Pelesir.ke.Yogyakarta.Cicipi.Nikmatnya.Bakmi.Jawa.Pak.Pele

https://travelingyuk.com/soto-sampah-di-jogja/175163

Ditulis oleh Galuh Haris Septyana, Universitas Gadjah Mada, Prodi Pariwisata, pada Program Magang Genpinas tahun 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here