Klepon, Kue Tradisional dengan Rasa Manis dan Kaya Makna

Dari sepotong klepon, ternyata kita bisa banyak belajar lho. Dan terkadang sesuatu yang luar biasa justru ditemukan di kehidupan sehari-hari. Bisa sesederhana saat menggigit klepon.

Advertisement
foto gambar Fiilosofi klepon kelepon - @koleksiresepsj
Kue tradisional klepon, disukai oleh banyak orang. (Foto: @koleksiresepsj)

Siapa sih yang gak kenal dengan makanan klepon. Makanan yang terkenal dengan rasa manisnya ini sudah membius lidah masyarakat lho. Bahkan beberapa waktu lalu sempat viral. Kamu mungkin sudah membaca beritanya.

Klepon atau kelepon adalah kue tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras ketan. Dibentuk bulat-bulat dan diisi dengan gula merah kemudian direbus.

Kue yang termasuk jajanan pasar ini kemudian dibalur dengan parutan kelapa. Biasanya disajikan dalam wadah berupa daun pisang yang dilipat.

Baca juga:
* Klepon Wonosari, Jajanan Pasar di Kediri yang Sensasional

Ada kelepon bewarna putih dan kebanyakan bewarna hijau. Yang bewarna hijau biasanya menggunakan pewarna alami dari daun suji atau daun pandan.

Sejarah

foto gambar sejarah Fiilosofi klepon kelepon - @dwiarishanti
(Foto: @dwiarishanti)

Dilansir kompas.com, klepon sudah disebut dalam naskah atau pusaka Keraton Surakarta. Yaitu dalam Serat Centhini yang ditulis awal abad IX.

Kata “klepon”, dalam Serat Centhini, disebukan beberapa kali sebagai bagian dari suguhan dalam jamuan makan. Juga disajikan saat ritual selamatan atau pesta perayaan.

Para ahli menduga, kelepon sudah ada jauh sebelum abad ke-19. Sudah menjadi makanan ringan masyarakat Jawa Kuno. Didasarkan pada bahan-bahannya, yaitu; tepung beras, pandan, gula aren dan parutan kelapa.

Namun, kurang tepat juga kalau mengatakan kelepon adalah identik/asli/khas Surakarta atau Jawa. Karena kue ini bisa ditemukan di kawasan Nusantara lainnya hingga kawasan Asia Tenggara.

Namanya saja yang berbeda, namun bentuk dan bahannya sama.

Ada daerah yang menyebutnya onde-onde seperti di Sumatera, Sulawesi, dan Malaysia. Dan ada juga yang menyebut klepon layaknya di Pulau Jawa.

Baca juga:
* Klepon Telang, Solusi Sehat Pecinta Manis dari Pasar Inis

Makna dan Filosofi

Ternyata makanan tradisional klepon uga menyimpan berbagai makna di dalamya. Hampir dari setiap langkah-langkah pembuatan klepon tersimpan makna tersirat jikalau orang-orang memahami.

Dari situlah kesederhanaan mampu menunjukkan sejuta hikmahnya.

Setidaknya ada 3 filosofi dari makanan tradisional klepon.

Yang pertama rasa manis gula setelah digigit mengartikan hasil manis pasca bekerja keras. Artinya kita semua harus berusaha, berjuang, dan berdoa sebelum merasakan buah manis pada akhirnya.

Yang kedua pecahnya gula merah sekaligus mengajarkan setiap orang untuk menutup mulut ketika makan apapun.

Sering kali dari kita masih saja tidak menyadari bahwa menutup mulut saat makan sangatlah penting.

Menjaga etiket dihadapan publik itulah pelajaran mengapa semua orang harus menutup mulut disaat makan.

Yang ketiga makanan klepon selalu ada di “jajanan subuh”. Esensinya adalah membuat seluruh masyarakat untuk terpacu bangun lebih pagi dalam memulai aktivitasnya kembali.

Selain itu, bangun pagi juga gak ada kerugiannya lho sobat GenPI justru malah bersemangat.

Nah, jadi ketiga poin diatas adalah filosofi makanan tradisional kelepon teman-teman. Kalau belum percaya skuy lah langsung cobain kue ini.

Jajanan pasar ini bisa dibilang makanan tradisional yang masih mudah dijumpai di era modern seperti ini.

Bisa mencicipi rasa klepon adalah keinginan semua orang. Oleh karena itu bagi kalangan pemuda jangan menyia-nyiakan kue tradisional yang disukai oleh anak-anak ini ya.

Alasannya karena kalau sudah tua bisa jadi berhati-hati bahkan membenci makanan ini dikarenakan rasa manisnya.

Dari sepotong klepon, ternyata kita bisa banyak belajar lho. Dan terkadang sesuatu yang luar biasa justru ditemukan di kehidupan sehari-hari.

Bisa sesederhana saat menggigitnya. Filosofi dan hikmah kue klepon ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dalam mempelajari kehidupan.

Baca juga:
* Tumpeng, Hidangan Sejuta Umat yang Penuh Makna Kehidupan

Bagi kalian yang belum pernah coba makanan klepon sangat dianjurkan ya gaes untuk mencobanya.
Minimal sekali dalam sehidup lah, dijamin kalian gak bakal menyesal. Bahkan bisa jadi ketagihan.

(Penulis: Nandika Tito Handyanto, Universitas Airlangga Surabaya, Program Magang Genpinas)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here