Festival Maradika Mamuju 2019, Ini Rangkaian Acaranya

Secara umum kegiatan ini adalah ruang untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya yang ada di Mamuju, Tanah Mandar. Memperkenalkan budaya Kerajaan Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Babana Binanga (PBB).

Bagi kamu yang suka wisata budaya, bisa siap-siap datang ke Mamuju Sulawesi Barat. Karena bakal ada Festival Maradika Mamuju yang digelar pada tanggal 16-19 Desember 2019.

Festival Maradika Mamuju 2019 (FMM 2019) ini akan menjadi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Dengan mengundang 150 perwakilan kerajaan se-Nusantara.

Selain itu juga akan diikuti oleh Pemangku, Lembaga dan masyarakat adat se- Indonesia, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Indonesia serta masyarakat Sulawesi Barat.

Event bernuansa budaya ini juga akan memperkenalkan budaya kerajaan di Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Babana Binanga (PBB) yang ada di wilayah Mandar.

Festival Maradika Mamuju 2019 - Sulawesi Barat

Rangkaian Acara

Festival ini diinisiasi oleh pihak Kerajaan Mamuju dengan mendapat dukungan penuh Dinas Pariwisata Mamuju. Rangkaian acaranya antara lain; ritual adat, pameran budaya, pentas seni, karnaval budaya, dan kunjungan ke objek wisata di Mamuju.

Yang bakal menarik adalah ritual purba warisan leluhur yang mengandung magic. Yaitu ritual Sossor Manurung (pencucian keris pusaka Kerajaan Mamuju) dan Moalibe Angngatang (ritual membersihkan kampung) oleh pemangku adat dengan balutan beragam mantra.

1. Sosor Manurung

Sossor Manurung adalah sebuah ritual yang diadakan dua tahun sekali di tahun-tahun ganjil.

Masyarakat Mamuju meyakini, bahwa keris pusaka Manurung adalah kembarannya putra Raja Mamuju yang bernama La-Salaga. Sehingga, masyarakat percaya kalau air bekas cucian keris tersebut mengadung kekuatan mistik yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, atas izin tuhan tentunya.

Di acara ritual Massossor Manurung ini, kamu bisa menyaksikan warga berebutan air bekas cucian keris.

Selain diperebutkan, bekas air cucian keris juga akan dituangkan ke laut. Hal tersebut diyakini bisa membawa berkah bagi nelayan.

Termasuk proses penyiraman tanaman yang juga diyakini dapat menyuburkan lahan pertanian.

Ritual Massossor Manurung ini dilaksanakan di Rumah Adat Mamuju. Diikuti oleh seluruh perangkat adat yang ada di wilayah Kabupaten Mamuju, bukan hanya Gala’gar Pitu.

Perangkat adat tersebut yaitu; Tomatua Ballung, Tomatua Baligau, Tomatua Pepa, termasuk Tomakaka Botteng, Tokayyang di Padang dan para Punggaha di Tappalang, seperti Punggaha Tampalang, Punggaha Dayanginna, Punggaha Orobatu, Punggaha Pasa’bu dan Baligau’ Dungkait serta Pa’bica Taloba’.

Juga Maradika Pangale dari Kecamatan Pangale Mamuju Tengah.

2. Ritual Moalibe

Sedangkan ritual Moalibe Angngatang adalah ritual yang diyakini terhubung langsung dengan para roh leluhur kampung. Para tetua adat akan memasuki fase transisi menuju dimensi lain.

3. Karnaval

Pada saat karnaval, para raja akan menunggang kuda patuqdu’ yang sudah disiapkan. Rutenya, dari kawasan Rumah Adat Mamuju menuju Anjungan Manakarra.

4. Sendra Tari

Sendra tari akan mengangkat tema La-Salaga. Mengisahkan kembalinya La-Salaga dari kerajaan Badung Bali ke Mamuju. Akan ada 500 penari yang tampil di sendra tari ini.

5. Pasar Budaya

Pameran dan kampung budaya digelar di Anjungan Manakarra. Akan ada 150 booth pameran yang disiapkan untuk para pedagang kuliner tradisional, pengrajin, Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM), komunitas kerukunan keluarga seperti kerukunan Makassar, Bugis dan Toraja, Jawa, Bali, NTT.

Juga akan disiapkan booth untuk memamerkan alat dan perlengkapan tenun, memperlihatkan bagaimana Kain Tenun Sekomandi dihasilkan.

Satu booth khusus disiapkan sebagai ruang untuk belajar keterampilan. Misalnya ada pengujung yang mau belajar seni tari khas Mamuju, akan disipkan coaching.

Kamu bisa belajar menari, termasuk menenun di acara ini.

Baca juga:
* Pesona Kain Tenun Sekomandi dari Mamuju Sulawesi Barat

6. Tour Wisata

Untuk tour wisata, pesertanya akan diajak menjelajahi Pulau Karampuang. Menikmati wisata bahari yang menyanjikan keindahan bawah laut yang eksotik.

Para tamu undangan dan raja-raja se-Nusantara akan diajak berkeliling di pulau wisata tersebut. Menikmati saian keindahan terumbu karang dan kuliner tradisional. Akan ada permainan tradisional seperti engrang dan congklak.

Komunitas pesepeda juga bakal menjelajahi Pulau Karampuang. Ada lomba foto selfie dan groupie yang menampilkan panorama keindahan Pulau Karampuang dan bawah lautnya.

Bagi kamu yang ingin ke Pulau Karampuang di tanggal 17 Desember ini, panitia festival sudah menyiapkan transportasi gratis pulang pergi.

7. Pentas Seni

Pentas seni akan disiapkan olehDewan Kesenian dan Kebudayaan Mamuju (DKKM). Semua sanggar seni terlibat. Beberapa daerah diberi ruang dan waktu untuk menampilkan kesenian asal daerahnya.

“Seniman lokal yang terlibat kurang lebih seribu orang. Itu sudah termasuk pelajar, mahasiswa dan umum,” beber Irwan.

8. Musyawarah Agung

Yang menjadi inti dari Festival Maradika Mamuju 2019 adalah musyawarah agung atau ‘Sitammu Uju'(baca Mamuju). Yang diadakan di Ballroom Grand Maleo Hotel Mamuju.

Pada musyawarah agung ini seluruh raja se-nusantara akan berkumpul dan membicarakan agenda-agenda kebudayaan berikutnya.

9. Kegiatan Lain

Kegiatan lainnya; mamuju fashion carnaval, kirab budaya, pameran budaya, dan pagelaran sendra tari.

Lokasi Festival

Untuk titik lokasi kegiatan, dipusatkan di 2 lokasi. Rumah Adat Mamuju dan Anjungan Pantai Manakarra.

Kegiatan indoor, dilaksanakan di Grand Maleo Hotel and Convention dan Maleo Town Square (Matos) Mall and Hotel.

Mengenang Kejayaan Budaya Masa Lalu

Festival Maradika Mamuju ini diharapkan bisa membangkitkan kembali ingatan warga Mamuju akan kejayaan budaya Mamuju di masa lalu. Saat festival, masyarakat dan wisatawan bahkan bisa merasakan suasana seperti berada di Mamuju masa lampau, ketika masih dalam sistem sebuah kerajaan.

Kita bisa menyaksikan dan merasakan suasana kebatinan yang menautkan spritualitas warga dengan kebudayaan Mamuju, sebagai sebuah kerajaan. Begitu juga dengan adat-istiadat Pitu Ulunna Salu dan Pitu Babana Binanga.

Jadi Ajang Promosi Budaya PUS-PBB

Wakil Bupati Mamuju, Irwan Satya Putra Pababari mengatakan Festival Maradika Mamuju, merupakan ajang untuk mempromosikan budaya-budaya yang ada Sulawesi Barat, yakni kebudayaan di Kerajaan Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Babana Binanga (PBB).

14 Kerajaan yang ada di Barat Sulawesi ini bakal bercengkrama dengan 149 kerajaan dan pemangku adat dalam naungan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang diundang mengikuti Festival Maradika Mamuju 2019.

“Dunia harus mengetahui kekayaan budaya di Sulawesi Barat, khususnya Mamuju. Kekayaan budaya yang luar biasa ini harus di-publish. Para tamu yang sudah menyaksikan akan merasa rugi jika tidak kembali Mamuju,” Ujar Irwan yang juga Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan (DKKM), Mamuju, tersebut.

BACA JUGA:
* PESONA KAIN TENUN SEKOMANDI DARI MAMUJU SULAWESI BARAT

Libatkan Masyarakat

Selama kegiatan, para tamu dan seluruh elemen masyarakat Mamuju dan Sulbar umumnya, bakal disuguhi ragam kesenian lokal seperti tari-tarian, lagu daerah, musik lokal yang melegenda kacapi atau sayang-sayang termasuk band bergendre modern.

Sumber: https://dkkm.or.id/2019/10/10/raja-raja-nusantara-bakal-berkumpul-di-bumi-manakarra/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here