Dalam Acara Nganteri Ternyata Ini Loh Kuliner Kesukaan Mas Menteri

Tangkap layar program Nganteri

Akun instagram Pesonaid_travel mengadakan live bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno di program Ngobrol Bersama Mas Menteri (Nganteri) edisi “Mas Menteri dan Lidahnya” bersama sobat pesona yaitu Prilly Latuconsina sebagai Hostnya, pada Minggu, (14/3/2021) malam. Pesonaid_travel merupakan sebuah media dan akun resmi promosi pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Sesuai dengan fungsinya akun tersebut selalu mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia dengan memposting foto maupun video pada akun instagramnya. Untuk memeriahkan acara dan mendapatkan antusias para followersnya, Pesonaid_travel mengadakan kuis untuk menebak kuliner apakah yang disukai oleh Mas Menteri. Nanti akan dipilih 5 jawaban terbaik yang nantinya akan diberikan hadiah berupa uang elektronik sejumlah 500 ribu rupiah.

Pada saat perbincangannya, Mas Menteri tidak memiliki makanan favoritnya karena Indonesia memiliki keunikan dan ciri khasan dari kulinernya. Apalagi dari Aceh hingga Papua daerah-daerah tersebut memiliki keunikan dan ciri khasannya tersendiri.

Dalam pengamatan Mas Menteri pada masa pandemi ini, salah satu yang bisa meningkat ditengah pandemi ini adalah bisnis kuliner yang bertransformasi masuk kedalam ekosistem ekonomi digital. Saat ini sudah banyak para pelaku ekraf yang sudah bisa memanfaatkan kemajuan digital. Jadi, disaat memasuki new normal banyak umkm yang akhirnya lebih kreatif lagi dalam memanfaatkan sosial medianya dalam memasarkan produknya sehingga usahanya lebih maju lagi. Akan tetapi, sekarang ini bagaimana pemerintah sebanyak mungkin bisa mengangkat umkm di daerah-daerah untuk melek teknologi dan tantangan yang harus dihadapi ada dipelatihan, pendampingan, jaringan internet. Ini yg menjadi tanggung jawab pemerintah. Tahun lalu menargetkan 2 juta umkm termasuk yang kuliner untuk masuk pada ekosistem ekonomi digital. Akan tetapi yang daftar 4 juta umkm duakali lipat dari yang diperkirakan. Tahun ini kementerian memberikan kuota lebih, jika tahun kemarin 4 juta maka tahun sekarang harus 8 juta dan jika total dua tahun ini 12 juta, hampir ¼ dari total umkm yang ada di Indonesia bisa dinaik kelaskan.

Di tengah pembicaraannya Mas Menteri mas menteri menceritakan pengalaman masak sendiri saat kuliah di luar negeri. Saat kuliah ternyata Mas Menteri suka masak akan tetapi menurutnya gampang-gampang susah dan juga tergantung ada bahan-bahanya, seperti suka masak rendang, gado-gado, dan juga pempek. Selama masak tidak sepenuhya berhasil terkadang pernah gagal juga. Setelah itu, Mas Menteri mencoba mengetes wawasan Prilly tentang kuliner yang ada di lima destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Akan tetapi Prilly hanya bisa menjawab beberapa saja.

Akan tetapi di lima destinasi super prioritas tadi, kuliner yang paling cocok sama lidah Mas Menteri adalah masakan di Likupang, seperti dabu-dabu, rica-rica dan olahan ikan lainnya. Meskipun Mas Menteri tidak suka pedas tetapi suka dipisah dengan sambalinya. Akhir dari Program ini ditutup dengan dua buah pantun yang berisi tentang untuk tetap mencintai produk Indonesia.

Ditulis Oleh :Miftahudin Mulfi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kelompok 10 Internship Generasi Pesona Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here