Cicipi Jajanan Legendaris Pasar Gede Solo, Maknyusss !

Pasar Gede Hardjonegoro atau Pasar Gede Solo merupakan pasar terbesar dan tertua di Kota Solo. Pasar ini menjadi pusat perdagangan masyarakat Jawa, Tionghoa, dan Belanda. Pasar yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo ini menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Pasar Gede Solo bukan sekadar tempat berbelanja, namun juga menjadi tempat berwisata kuliner yang paling mantap. Sobat Genpi, siap mengeksplor jajanan-jajanan pasar yang legendaris di Pasar Gede Solo?

Es Dawet Telasih

Apa sih yang jajanan di Pasar Gede Solo manis dan gurih menyegarkan? Es Dawet Telasih lah! Telasih disematkan karena adanya bahan dari tanaman selasih. Tak cukup dengan menambahkan selasih, es dawet ini juga menyertakan bubur sumsum untuk mewarnai cita rasanya.

Rasa gurih bubur sumsum sangat pas di lidah saat disantap dengan kuah santan serta manisnya gula aren, bisa juga menggunakan gula pasir. Segernya bikin ngiler, bukan?

Selat Solo

Selat yang ini berbeda dengan Selat Sunda, Selat Bali, maupun Selat Makassar, Sobat! Selat Solo itu hidangan khas Jawa yang punya pengaruh Eropa. Wah, penasaran kan?

Selat merupakan plesetan dari kata “salad”. Hidangan Selat Solo merupakan percampuran dari Bistik (Biefstuk) khas Eropa dan selera Jawa. Bistik maupun Selat Solo merupakan daging sapi yang dibumbui lalu dipanggang, ditemani oleh kacang polong, kentang, dan wortel.

Bistik Eropa menggunakan moster, mayones, atau kecap Inggris. Sedangkan Selat Solo memiliki cita rasa manis yang berasal dari kecap manis.

Lupis

Bagi masyarakat Jawa, kue Lupis yang berbahan dasar ketan sehingga lengket ini memiliki arti rasa eratnya persaudaraan dengan tulus dan saling peduli satu sama lain.

Kue Lupis biasanya dinikmati dengan siraman gula merah. Rasa manis dari siraman gula merah cair berpadu dengan kenyalnya tekstur kue Lupis menjadi paduan yang nikmat saat kita mencicipinya.

Lenjongan

Lenjongan terdiri dari beberapa macam makanan, misalnya ketan ireng, tiwul, ketan putih, sawut, gethuk, klepon, dan cenil. Dari jenis makanan tersebut, hampir semuanya memiliki cita rasa manis.

Lenjongan merupakan jajanan legendaris yang ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dari catatan sejarah, rakyat Indonesia biasa memakan singkong sebagai pengganti nasi. Saat itu, mengonsumsi singkong bukan pilihan, tapi sebuah keharusan demi mengganjal perut. Mantapnya lagi, Lenjongan tidak memakai pemanis buatan lho, Sobat!

Pasar yang juga menyimpan memori kolektif ini merupakan cagar budaya yang wajib dilindungi. Oiya Sobat, setiap menjelang Imlek, Grebeg Sudiro serta lempar kue keranjang digelar di halaman pasar ini, lho! Di sini, masyarakat merasakan kerukunan antaretnis dan budaya. Wah, jadi nggak sabar buat jalan-jalan, belajar sejarah, sekaligus mengeksplorasi kuliner legendaris di Pasar Gede Solo ya!

(Kontributor Lena Sutanti, Antropologi Sosial, Universitas Diponegoro, Program Internship Genpinas tahun 2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here