Bersinergi Bersama Kemenparekraf Untuk Memperkuat Ekosistem Digital Kepariwisataan #DreamNowTravelTomorrow

Sumber (youtube official kemenparekraf)

Sektor pariwisata yang merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian negeri yang juga ikut terkena dampak COVID-19, saat ini melakukan adaptasi di era kenormalan baru. Kemenparekraf (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) melakukan sosialisasi konsep kegiatan tur virtual interaktif kepada masyarakat melalui siaran langsung di kanal youtube Kemenparekraf pada Sabtu (22/08) pagi, dengan slogan #DreamNowTravelTomorrow.

“Tur virtual merupakan sebuah kosep tur yang menampilkan cuplikan dan gambar tentang destinasi wisata di Indonesia secara virtual yang bisa dinikmati wisatawan secara daring atau online. Seiring dengan perkembangan tur virtual muncul, sebuah opsi baru yaitu tur virtual interaktif. Pemandu bisa berinteraksi secara langsung dengan wisatawan melalui media daring dengan dibantu host dalam berinteraksi,” tutur Deputi Neil El Himam selaku Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif.

Sobat Genpi bosen nggak sih? Pengen nongkrong dan jalan-jalan lagi bareng teman dan keluarga secara langsung, namun pandemik COVID-19 belum berakhir. Lima bulan sudah Indonesia dihantam pandemik COVID-19, dari bulan maret 2020. Kita yang mulai terbiasa menjalankan rutinitas baru untuk memutus ranta penyebaran virus ini dengan #dirumahaja. Meskipun negara kita sempat mengalami kelumpuhan sementara akibat hantaman keras tersebut, sedikit demi sedikit kini bangkit menuju masa pemulihan.

Tur virtual sendiri mulai berkembang selama masa pandemik. Namun di beberapa tur virtual yang ada, cukup disayangkan tidak adanya pramuwisata atau pemandu wisata untuk memberikan edukasi kepada wisatawan yang terlibat. Untuk itu, Kemenparekraf berkolaborasi dengan banyak pihak, seperti Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Himpunan Pramuwisata Indonesia, dan penyedia layanan wisata atau tur dalam mengembangkan tur virtual interaktif.

Para pramuwisata baik yang belum atau sudah memiliki sertifikasi akan diberikan pelatihan untuk bisa beradaptasi di platform daring atau online, sehingga mereka terus bisa berkreasi, berinovasi, dan tetap berpenghasilan di tengah pandemik. Adanya tur virtual interaktif diharapkan bisa menobati rasa bosan dan ingin pergi berwisata secara aman dan nyaman, tetap mendapat edukasi dan informasi tentang tujuan destinasi wisata yang nantinya ingin kita kunjungi. Jadi ketika sudah bisa berwisata secara fisik, kita sebagai wisatawan bisa merencanakan dan menikmati liburan kita dengan maksimal.

Tur virtual interaktif juga melibatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di sekitar destinasi wisata, lho sobat genpi, karena dalam tur virtual yang diadakan tersebut kita juga bisa jastip (jasa titip) oleh-oleh dari destinasi wisata yang kita kunjungi secara daring. Seru banget kan? Kapan lagi ngebantu pemulihan perekonomian negara dengan jalan-jalan.

Ditulis oleh Yulia Vaira, Ilmu Komunikasi, Universitas Al-Azhar Indonesia. Progam Internship Gempinas tahun 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here