Berkunjung ke Air Terjun Moramo, Tempat Mandinya Para Dewi

Genpi.Id – Sulawesi Tenggara terkenal dengan wisata bahari yang memiliki pesona pantai dengan gradasi air laut yang cantik. Selain wisata bahari, provinsi ini memiliki wisata air terjun yang memesona yaitu Air Terjun Moramo. Air terjun ini merupakan salah satu ikon wisata kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Air Terjun Moramo terletak di kawasan yang dilindungi tepatnya di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa, Sulawesi Tenggara.

Ciri khas Air Terjun Moramo yaitu memiliki anak air terjun yang berundak – undak. Air terjun ini memiliki 7 tingkat dengan ketinggian 100 meter di atas permukaan laut. Air terjun yang dikelilingi dengan pohon tinggi khas hutan hujan tropis membuat suasana menjadi sejuk dan asri. Bagi para pecinta foto, panorama air terjun dengan kilauan matahari yang masuk melewati celah pepohonan menjadi latar yang cantik untuk berfoto. Pesona keindahan air terjun ini dipercaya sebagai tempat mandinya para dewi yang turun dari kayangan.

Air yang sejuk dengan pepohonan yang rindang menjadi tempat favorit wisatawan untuk beristirahat sejenak dan menenangkan pikiran. Saat ingin bermain air, pengunjung tidak perlu takut tergelincir karena air terjun ini memiliki bebatuan kapur. Kawasan ini sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti mushala, gazebo, kamar mandi dan kamar ganti untuk berganti pakaian setelah bermain air. Berlokasi di suaka alam yang dilindungi, Air Terjun Moramo menyimpan beragam habitat jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi. Kawasan hutan lindung ini memiliki sekitar 34 jenis burung hidup yang telah teridentifikasi.

Perjalanan menuju kawasan air terjun ini dapat ditempuh selama 1,5 jam dari pusat kota Kendari. Akses menuju kawasan ini sudah bagus sehingga dapat dilewati dengan kendaraan roda empat atau dua. Tiket masuk kawasan ini dikenakan biaya sebesar Rp 5000 untuk kendaraan roda empat dan Rp 2000 untuk kendaraan roda dua. Dari tempat parkir Anda akan melewati jalan semen kemudian dilanjutkan ke jalan tanah. Setelah melewati jalan tanah, Anda akan melewati jembatan kayu dan menyebrangi jalur yang sudah tergenang dengan air. Perjalanan dari tempat parkir menghabiskan waktu selama 30 menit dengan berjalan kaki menuju air terjun. Selama perjalanan menuju air terjun Anda akan melewati berbagai pohon yang tinggi dengan papan nama jenis pohon tersebut.

Air Terjun Moramo ditemukan sekitar tahun 1980 oleh warga setempat saat membuka hutan untuk memasang perangkap binatang. Kemudian pada tahun 1989 dibuatkan akses yang dapat dilalui untuk menuju air terjun. Air Terjun Moramo dibuka sebagai tempat wisata alam di Kendari pada tahun1989. Selain keindahan flora dan fauna, kawasan ini juga menyimpan marmer yang cantik dengan jumlah yang besar.

Video:

Ditulis oleh Farah Nabila, Universitas Al Azhar, Jurusan Broadcasting and New Media, pada Program Magang Genpinas tahun 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here