Indahnya Air Terjun Benang Kelambu, Tempat Dewi Anjani Mandi!

Konon, air terjun yang keluar lewat celah-celah batu dan membentuk empat tingkatan ini merupakan tempat mandi Dewi Anjani.

Air Terjun Benang Kelambu - Lombok Tengah - NTB - @bppdntb
Air Terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah, NTB. (Gambar: Instagram @bppdntb)

Kalau kamu sedang berada di Lombok NTB, tak ada salahnya merasakan imajinasi kehadiran bidadari. Kamu bisa mampir ke Air Terjun Benang Kelambu di Kaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Air Terjun Benang Kelambu memiliki ketinggian sekitar 40 meter. Dalam bahasa Sasak, tirai disebut kelambu, nama inilah yang kemudian disematkan pada air terjun tersebut.

Baca juga:
* Pesona Wisata Berkuda di Lombok NTB

Tempat Dewi Anjani Mandi

Kabarnya, sosok reinkarnasi bidadari bernama Dewi Anjani yang juga ibu Hanoman itu biasa mandi di sana. Bahkan konon, air terjun yang keluar lewat celah-celah batu dan membentuk empat tingkatan ini merupakan tempat mandi Dewi Anjani.

Warga setempat percaya bahwa air yang keluar melalui celah batu itu ibarat tirai bagi Dewi Anjani saat mandi. Demikian diceritakan Tera, perempuan berusia 25 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pengendara ojek di kawasan Wisata Air Terjun Benang Kelambu Geopark Rinjani.

Air Terjun Benang Kelambu - di kaki gunung rinjai Lombok Tengah
Dipercaya sebagai tempat Dewi Anjani mandi. (Foto: ist)

Lokasi

Air Terjun Benang kelambu berada di Aik Berik, Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat Kota Mataram. Dengan waktu tempuh sekitar 1 jam berkendara.

Lihat lokasinya di Google Map: Benang Kelambu Waterfall

Rute

Pengunjung dapat menjangkau objek wisata ini dengan menggunakan kendaraan baik motor maupun mobil hingga ke gerbang masuk.

“Namun dari gerbang, pengunjung harus memutuskan apakah ingin berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek.” kata Tera di Lombok, Selasa (5/11/2019).

Karena keterbatasan waktu, rombongan Fam Trip Kemenparekraf yang terdiri dari perwakilan Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai serta para travel writer, youtuber, dan jurnalis India memutuskan untuk menggunakan jasa ojek yang ternyata sebagian pengemudinya adalah perempuan.

Para pengemudi ojek perempuan tersebut mengantarkan rombongan pengunjung ke Air Terjun Benang Kelambu dengan menggunakan sepeda motor. Meski hanya berjarak 1 km, trek yang dihadapi cukup menantang dengan jalanan yang terjal dan hanya sebagian beraspal.

Sepanjang perjalanan, pengunjung bisa menyaksikan perkebunan yang dikelola masyarakat setempat. Tera menjelaskan sebagian warga desa masih aktif berkebun pisang, kopi, dan durian. Sisanya bekerja di objek wisata baik menjadi pemandu, pengelola, atau pengemudi ojek.

“Sehari-hari kalau lagi sepi saya bisa dapat Rp100 ribu, kalau ramai bisa Rp250 ribuan,” jelas Tera. Tarif ojek untuk trek pulang pergi yaitu Rp35.000, sementara jika pengunjung membutuhkan pemandu tarifnya Rp50.000 per-rombongan yang terdiri dari maksimal 7 orang.

Air Terjun Benang Kelambu - NTB
Banyak wisatawan mancanegara yang datang.

Harga Tiket Masuk Air Terjun Benang Kelambu

Biaya masuk objek wisata ini juga sangat terjangkau yaitu Rp10.000 perorang. Selain Air Terjung Benang Kelambu, ada empat air terjun lainnya yang bisa dikunjungi yaitu Benang Stokel, Pengkelep Udang, Sesera, dan Kliwun.

Menjadi Sumber Penghasilan Warga

Sebelum air terjun ini terkenal sebagai objek wisata, tidak sedikit penduduk desa yang menjadi buruh migran di luar negeri. Tera salah satunya, ia sempat bekerja di Malaysia selama beberapa bulan.

“Untungnya sekarang ada objek wisata ini, saya jadi bisa mencari nafkah di desa sendiri,” ujar Tera. Hal serupa juga dikemukakan oleh Lia (26 tahun). Sebagai ibu satu anak, ia mengandalkan pemasukan dari pekerjaannya sebagai pengemudi ojek, sementara suaminya bekerja sebagai buruh migran di Malaysia.

“Objek wisata ini sangat membantu kami warga desa, harapannya jalanan diperbaiki dan nemuin cara ngurangin sampah,” ujar Lia. Menurutnya masih banyak wisatawan yang belum memiliki kesadaran akan sampah.

Majukan Ekonomi Desa

Pemerintah juga mendukung penuh dalam memajukan ekonomi desa lewat sektor pariwisata. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah Ida Wahyuni Sahabudin.

“Kami sedang mempersiapkan 37 desa wisata penyangga Mandalika. Rumah penduduk juga akan kita arahkan sebagai homestay,” ujar Ida Wahyuni Sahabudin.

Baca juga:
* 10 Pantai di Sekotong Lombok Barat Favorit Para Traveler

Ida menjelaskan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur saja, tapi juga pengembangan kapasitas SDM pariwisata masyarakat Lombok. Ia berharap dengan adanya inisiatif ini, Lombok akan siap sebagai tuan rumah Motor GP pada 2021 sekaligus menjadi destinasi kelas dunia.

Ayo berkunjung ke Air Terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah, NTB!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here