3 Menteri Groundbreaking Pengembangan Toba Caldera Resort

Tiga Menteri Groundbreaking Pengembangan Toba Caldera ResortTiga Menteri Groundbreaking Pengembangan Toba Caldera Resort
Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budikarya Sumadi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pengembangan Toba Caldera Resort, Senin (14/10). (Foto: humas.sumutprov.go.id)

Destinasi super prioritas Danau Toba terus dikebut perkembangannya. Bukan saja infrastrukturnya, pengembangan destinasi dan amenitasnya pun diperkuat. Hal ini terlihat dari groundbreaking atau peletakan batu pertama pengembangan Toba Caldera Resort, Senin (14/10).

Groundbreaking dilakukan langsung oleh tiga menteri yakni, Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budikarya Sumadi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Baca juga:
* The Kaldera Toba Nomadic Escape: 5 Hal Ini Bikin Jokowi Terpesona

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, bahwa acara tersebut terdiri dari tiga bagian. Dari mulai peresmian The Caldera Nomadic Escape, Groundbreaking Toba Caldera Resort dan penandatanganan Letter Of Investment (LOI) bersama enam Investor yang sudah berinvestasi.

“Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo bahwa Danau Toba sudah ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas dengan pembangunan yang berkelas dunia, dan diharapkan pada bulan April 2020 pembangunan Glamping Camp sudah selesai. Percepatan akan terus kami dorong di Danau Toba,” ujar Arief Yahya.

Selain groundbreaking, peresmian ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon dan penandatanganan prasasti.

Tiga Menteri Groundbreaking Pengembangan Toba Caldera ResortTiga Menteri Groundbreaking Pengembangan Toba Caldera Resort - 2
(Foto: humas.sumutprov.go.id)

Proyek tersebut sendiri bernilai 4,04 triliun. Dimana proyek ini dimaksudkan membenahi amenitas berupa The Caldera Nomadic Glamping Camp Toba Caldera Resort. Resort ini dibangun di lahan BOPDT seluas total 386,72 Ha. Pengembangannya bakal menyamai Kawasan Pariwisata Nusadua di Bali. Nantinya PT. Crystal Land Development akan segera memulai langkah dengan membangun glamorous camping (glamping) berbintang 5 lima di salah satu lokasi di dalam Toba Caldera Resort.

Setidaknya ada enam investor yang ikut mengeroyok proyek tersebut. Mereka pun ikut hadir menyaksikan langsung groundbreaking yang dilakukan.

Enam investor yang hadir pada acara Groundbreaking tersebut yakni, Ilham Panjaitan dari PT Agung Concern, Wiraseno, PT ARCS House, Cristian Sentosa, PT Cristal Land Depelopment, Erwin Hutabarat, PT Gamaland Toba Properti, Dewi Subwanto, PT Indah Toba Mas, Junaidi, dan PT Heritage.

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya mengimbau seluruh investor agar melibatkan dan mengutamakan peran serta masyarakat sekitar, termasuk warga Sigapiton dalam proses pengembangannya.

“Seperti masyarakat di Destinasi Pariwisata Niniwatu, masyarakat yang mensuplai bahan makanan sayur-mayur dan daging ke resort yang ada di sana,” ungkapnya.

Luhut juga menghimbau kepada masyarakat Sigapiton agar menyampaikan langsung setiap permasalahan yang dihadapi.

“Ayo sama-sama kita bangun daerah kita untuk kesejahteraan bersama, dan meski ada masalah bisa dikoordinasikan secara baik-baik,” sebutnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budikarya Sumadi menambahkan, jika nantinya resort tersebut akan didukung oleh Bandara Sibisa. Dimana bandara tersebut akan selesai dibangun pada akhir tahun 2020 dan akan mampu menampung pesawat sejenis boeing. Anggaran pengembangannya sendiri mencapai Rp 70 milliar.

“Satu triliun anggaran Kementerian Perhubungan hingga tahun 2020 disalurkan untuk menata kawasan Danau Toba, termasuk pembangunan 12 unit dermaga di Ajibata, Muara, Simanindo, Tigaras, Parapat dan pengadaan 2 unit Kapal Ihan Batak 2 serta Kapal Roro Bus untuk keliling Danau Toba yang mampu membawa 500 orang,” ungkap Budikarya.

Hadir dalam acara Groundbreaking pembangunan Toba Caldera Resort, Glamping Camp antara lain, Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Sekda Simalungun Gidion Purba, dan Bupati Humbang Hasundutan.

Peletakan Batu Pertama Toba Caldera Resort juga melibatkan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo yang dirangkai dengan penandatanganan prasasti oleh tiga menteri serta investor.(***)

Baca juga:
CANTIKNYA GEOSITE SIPINSUR YANG DIKUNJUNGI PRESIDEN JOKOWI


Toba Caldera Resort, Kawasan Pariwisata Baru di Danau Toba

Presiden Jokowi duduk santai di The Kaldera Toba Nomadic Escape Sumatera Utara
(Foto: ist)

Kawasan Danau Toba semakin oke saja. Apalagi Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) telah meresmikan kawasan Toba Caldera Resort, Senin (14/10). Kawasan baru seluas total 386,72 Ha tersebut, akan dikembangkan seperti Kawasan Pariwisata Nusadua di Bali.

Hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan, Gubernur Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta Pemerintah 8 Kabupaten di Kawasan Danau Toba.

“Tahun 2019 ini telah berlangsung pembangunan jalan sepanjang 1,9 Km dengan lebar 18m di area Tahap-1. Tahun depan akan dilanjutkan sampai dengan selesai dengan total lebih kurang 8,8 Km,” jelas Direktur Utama BOPDT Arie Prasetyo.

Sesuai Peraturan Presiden No.49 tahun 2016, Pemerintah menyiapkan Lahan Zona Otorita seluas minimal 500 Ha. Setelah melalui proses pelepasan lahan dari kawasan hutan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka telah dilepaskan lahan seluas 386,72 Ha. Dari total lahan tersebut, telah diterbitkan sertfikat Hak Pengelolaan Tahap-1 seluas 279 Ha. Sementara sisanya Tahap-2 seluas 107 Ha masih dalam proses.

Pemerintah pusat juga telah mulai membangun infrastruktur jalan yang dimulai pada tanggal 12 September 2019.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah mendanai pembangunan infrastruktur jalan. Hal ini tentunya akan menambah confident level para investor dalam menanamkan investasinya dalam mendukung pengembangan Toba Caldera Resort” tambah Arie.

Sosialisasi rencana pengembangan kawasan Toba Caldera Resort telah dilakukan oleh BOPDT sejak awal tahun 2017. Baik secara formal maupun informal. Terakhir pada tanggal 9 Oktober 2019 BOPDT bersama masyarakat menyelenggaralkan pesta adat Penghormatan Napuran Tiar di The Kaldera, lokasi proyek ini akan dibangun.

Arie menambahkan, BOPDT berkomitment untuk selalu melibatkan masyarakat semaksimal mungkin sehinga pembangunan kawasan Toba Caldera Resort dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Tenda Glamping
(Foto: ist)

Dalam acara peresmian kawasan Toba Caldera Resort, juga ditandatangani perjanjian berinvestasi dalam bentuk Conditional LUDA antara BOPDT dengan enam investor. Nilai investasinya tidak kurang dari Rp2 Triliun.

Hal ini merupakan realisasi awal dari perjanjian yang sebelumnya ditandatangani di Bali pada bulan Oktober 2018 . Dari 6 investor tersebut, salah satunya yaitu PT. Crystal Land Development akan segera memulai langkah. Yaitu membangun glamorous camping (glamping) berbintang 5 lima di salah satu lokasi di dalam Toba Caldera Resort.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, masyarakat serta pihak investor yang telah mendukung. Acara hari ini merupakan milestone penting dalam perjalanan pengembangan Destinasi Danau Toba, sesuai dengan visi pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas internasional,” tutup Arie.

Baca juga:
* Bukit Tarabunga Balige, Spot Foto Eksotis di Tobasa

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat menyambut baik hadirnya Toba Caldera Resort. Karena semakin mempertegas Danau Toba sebagai destinasi super prioritas.

“Sebagai destinasi super prioritas, Danau Toba membutuhkan 3A yang kuat. Atraksi, akses, dan amenitas harus bagus. Dengan hadirnya Toba Caldera Resort, wisatawan memiliki pilihan amenitas dan atraksi. Kita berharap BOPDT terus melakukan terobosan,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here